Konsep Early Grade Reading Assessment, Manfaat Hingga Penerapannya dalam Kurikulum Merdeka
Dipublikasikan oleh AFINA ANINNAS
Pada 25 March 2025
Halo Rekan Guraru! Kurikulum merdeka sebagai kurikulum nasional saat ini menekankan kepada guru untuk dapat memfasilitasi seluruh kebutuhan peserta didik. Asesmen awal sangat penting dilaksanakan oleh guru agar dapat menyesuaikan tujuan pembelajaran, model, media, strategi dan asesmen yang relevan dengan kondisi peserta didik. Selain itu, penguatan literasi dan numerasi sebagai keterampilan fondasional merupakan salah satu fokus utama inisiatif Merdeka Belajar yang diupayakan melalui berbagai kebijakan. Untuk mewujudkan hal tersebut, Early Grade Reading Assessment (EGRA) merupakan salah satu asesmen awal yang dapat diterapkan.
Pengertian Early Grade Reading Assessment
Early Grade Reading Assessment (EGRA) adalah asesmen awal yang dilakukan guru untuk mengukur kemampuan literasi awal peserta didik. Pada umumnya, EGRA diberikan kepada peserta didik di Taman Kanak-Kanak hingga Sekolah Dasar. EGRA menguji kemampuan peserta didik dalam literasi seperti membaca huruf, bunyi huruf, suku kata, menyimak serta kelancaran dan pemahaman membaca peserta didik. Asesmen ini dilakukan oleh seorang guru secara tatap muka dengan suara keras.
Mengapa Perlu Early Grade Reading Assessment?
EGRA dapat digunakan untuk berbagai tujuan. Asesmen pada umumnya dilakukan secara tulis sehingga peserta didik harus mampu membaca dan menulis setidaknya sedikit untuk bisa mengerjakannya. Hal ini menyebabkan guru sulit untuk mengukur kemampuan membaca anak pada awal proses pembelajaran sebelum mereka menguasai keterampilan dasar tersebut. Oleh karena itu, diperlukan alternatif asesmen awal menggunakan EGRA. Secara keseluruhan memiliki beberapa tujuan yaitu sebagai dasar kemampuan membaca awal, dasar untuk pengembangan konten pembelajaran, mengevaluasi program dan mengetahui kemampuan literasi anak. Kemampuan literasi yang dimaksud misalnya ketika menyajikan hasil pada sub tugas membaca, guru memiliki sarana untuk memahami sejauh mana anak-anak dapat memahami bahan bacaan.
Sub-Task Early Grade Reading Assessment
- Prinsip Abjad
Peserta didik perlu mengenal huruf dan sistem ejaannya. Prinsip abjad merupakan pengetahuan terkait huruf dan urutan huruf beserta bunyinya. Sub tugas EGRA yang mengukur kemampuan ini adalah identifikasi huruf, bunyi huruf, pembacaan suku kata, penguraian kode bukan kata dan dikte.
- Kesadaran fonemik
Kesadaran fonemik adalah kemampuan peserta didik dalam mendengar, memanipulasi dan memecah satuan bunyi terkecil dalam kata. Sub tugas EGRA yang mengukur kemampuan ini adalah identifikasi suara awal dan segmentasi bunyi.
- Kelancaran
Dalam hal ini, kelancaran berarti kemampuan peserta didik dalam membaca teks secara lantang, cepat, tepat, dan ekspresif. Selain itu, peserta didik juga mampu memahami teks dengan benar pada kecepatan dan waktu tertentu. Sub tugas yang mengukur kemampuan ini adalah melalui kelancaran dalam membaca lisan.
- Kosakata
Sub tugas kosakata dalam hal ini adalah pengetahuan peserta didik terhadap kosa kata bahasa yang digunakan. Pengetahuan ini termasuk kosakata ekspresif (menggunakan kosakata yang dipahami pada saat berbicara dan menulis) dan reseptif (memahami makna kosakata yang didengar atau dibaca). Sub tugas yang mengukur antara lain kosakata lisan, pemahaman membaca dan pemahaman mendengarkan.
- Pemahaman
Pemahaman dalam asesmen ini adalah terkait kemampuan peserta didik untuk memahami, menafsirkan, dan menggunakan apa yang telah dibaca. Adapun sub tugas yang mengukur kemampuan ini adalah pemahaman membaca dan mendengarkan.
Langkah Penerapan Early Grade Reading Assessment
Dalam menerapkan EGRA, guru bertindak menjadi asesor yang menguji peserta secara lisan satu persatu. Tingkatan kegiatan dalam EGRA ada lima yaitu huruf, suku kata, kata, paragraf, dan pertanyaan. Berikut ini adalah bagan petunjuk penggunaan EGRA.
- Peserta didik diarahkan untuk menyebutkan huruf atau membaca kata pada setiap kegiatan
- Tingkatan asesmen tidak semua diberikan secara langsung melainkan secara bertahap. Misalnya, apabila peserta didik melakukan 3 kesalahan pada tingkatan tertentu, maka asesmen dihentikan. Apabila peserta didik melakukan 1-2 kesalahan, maka dapat diteruskan pada tingkatan selanjutnya.
- Pada saat peserta didik diminta untuk membaca teks/cerita pendek, guru mencatat kesalahan yang terjadi pada saat membaca. Informasi ini berguna untuk mengetahui kelancaran peserta didik dalam membaca.
Pengelompokan Level Early Grade Reading Assessment
Setelah EGRA selesai dilakukan, guru dapat mengelompokkan peserta didik berdasarkan tingkat kemampuan membacanya. Pengelompokan ini didasarkan pada tingkat dimana asesmen berhenti (peserta didik melakukan kesalahan lebih dari yang diperbolehkan).
Terdapat lima kelompok kemampuan membaca yang sesuai dengan tingkat kegiatan EGRA, yaitu:
- Kelompok Huruf (Pemula). Peserta didik belum sepenuhnya mengenal huruf-huruf dalam alfabet atau baru mengenal beberapa huruf saja. Mereka mungkin memerlukan bantuan tambahan dalam mengidentifikasi dan mengingat huruf-huruf tersebut.
- Kelompok Suku Kata. Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang huruf-huruf dalam alfabet dan sudah mampu membaca suku kata yang terdiri dari dua huruf. Mereka mungkin masih memerlukan latihan lebih lanjut untuk meningkatkan kecepatan dan ketepatan membaca suku kata.
- Kelompok Kata. Peserta didik mampu membaca beberapa kata secara individu, namun mereka mungkin masih mengalami kesulitan dalam membaca kata-kata yang lebih kompleks atau dalam konteks kalimat. Latihan yang berfokus pada pengenalan kosakata baru dan memperkuat keterampilan membaca akan membantu meningkatkan kemampuan peserta didik.
- Kelompok Paragraf. Peserta didik telah mencapai tingkat dimana mereka dapat membaca secara lancar dan dengan pemahaman yang cukup baik. Mereka mampu membaca dengan menghubungkan kata-kata dalam kalimat dan memahami arti dari kalimat yang lebih panjang.
- Kelompok Cerita Pendek. Peserta didik dalam level ini telah mencapai kemampuan membaca yang lebih baik, mereka dapat membaca teks yang lebih panjang seperti cerita pendek atau paragraf yang lebih kompleks. Selain itu, mereka mungkin mampu untuk menangkap detail-detail dan makna dari teks yang mereka baca.
Dengan memahami tingkat kemampuan membaca masing-masing kelompok ini, guru dapat merancang pembelajaran yang sesuai untuk membantu peserta didik mencapai tingkat kemampuan literasi yang lebih tinggi.
Manfaat Early Grade Reading Assessment
Hasil asesmenn diagnostik EGRA dapat digunakan sebagai dasar bagi guru dalam melakukan pengelompokan peserta didik berdasarkan data yang bersifat objektif dan valid. Pengelompokan kemampuan literasi peserta didik dapat bervariasi antar kelas, jenjang, sekolah bahkan daerah. Pengelompokan ini sangat penting karena guru perlu menyesuaikan tujuan pembelajaran, asesmen, strategi dan model pembelajaran, serta materi yang relevan dan bermakna bagi peserta didik.
Nah itulah penjelasan terkait Early Grade Reading Assessment, semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan Rekan Guraru. Nantikan artikel terbaru dari Pengelola Guraru di sesi selanjutnya. Salam literasi!
Referensi
Dubeck, M. M., & Gove, A. (2015). The early grade reading assessment (EGRA): Its theoretical foundation, purpose, and limitations. International Journal of Educational Development, 40, 315-322.
Setiawan, B., dkk. 2022. Buku Panduan Praktik Pembelajaran Literasi Kelas Awal untuk Guru. Jakarta: Direktorat Sekolah Dasar.