Bisakah Coding diterapkan Sejak Dini?
Dipublikasikan oleh AFINA ANINNAS
Pada 26 March 2026
Halo Rekan Guraru! Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyampaikan gagasan terkait pentingnya anak-anak Indonesia diajarkan konsep coding sejak dini. Urgensi integrasi coding dan kecerdasan artifisial dalam pendidikan makin meningkat seiring dengan perkembangan Industri 4.0 dan 5.0 yang menuntut sumber daya manusia unggul dengan pemahaman dan keterampilan digital yang tinggi. Tanpa literasi digital dan kemampuan di bidang teknologi digital yang memadai, generasi muda akan menghadapi kesulitan dalam bersaing di dunia kerja yang makin berbasis teknologi. Oleh karena itu, integrasi coding dan kecerdasan artifisial dalam kurikulum sekolah bukan sekadar inovasi, melainkan kebutuhan dasar dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan adaptif terhadap perubahan zaman. Lalu bagaimana coding dapat diterapkan? Simak artikel ini hingga akhir!
Konsep Coding dan Artificial Intelligence (AI)
Coding dan AI didasari oleh beberapa konsep yang terkait yaitu berpikir komputasional, pemrograman dan AI itu sendiri. Berpikir komputasional merupakan teknik berpikir untuk menyelesaikan masalah secara terstruktur dan sistematis sehingga diperoleh solusi yang efektif, efisien dan optimal. Solusi tersebut dapat dilanjutkan dengan Tindakan komputasional (computational acting) berupa penggunaan teknologi atau pemrograman. Pemrograman adalah proses merancang, menulis, dan menguji kode yang digunakan untuk mengembangkan perangkat lunak dan aplikasi komputer. Sedangkan coding merupakan kegiatan menerjemahkan keinginan manusia dalam format yang dapat dimengerti oleh komputer melalui bahasa pemrograman. Kemudian AI dalam konteks pendidikan diposisikan sebagai teknologi pembantu yang memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Pembelajaran Coding dan AI
Pembelajaran coding dan AI nantinya kan dilaksanakan dengan basis berpikir komputasional. Dalam hal ini, kemampuan pemrograman tidak hanya berkaitan dengan kecakapan dalam menulis kode, tetapi juga mengajarkan peserta didik untuk bisa berpikir secara komputasional dalam menyelesaikan masalah. Pembelajaran AI berfokus pada pemahaman mengenai konsep dan teknik tertentu serta pembelajaran menggunakan platform khusus untuk menjelaskan beberapa konsep, seperti machine learning, scratch, atau app inventor untuk membantu peserta didik dalam memahami konsep dan teknik AI. Pada tingkat dasar, peserta didik dapat diberikan opsi untuk mempelajari pemrograman blok seperti codecombat atau Scratch Jr. untuk memahami bahasa pemrograman secara sederhana. Codecombat menawarkan pilihan pemrograman blok bagi pemula dan bahasa pemrograman python bagi peserta didik yang pemahamannya telah naik tingkat. Aktivitas pembelajaran pemrograman juga dapat dipelajari tanpa menggunakan komputer (unplugged), Rekan Guraru dapat melihat beberapa contoh aktivitas unplugged pada tautan berikut.
Tahapan Pembelajaran Coding Tingkat Dasar hingga Menengah
Pembelajaran Coding dapat diterapkan sejak dini dan telah mendapatkan dukungan penuh dari kementerian. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah menyusun kurikulum untuk mengajarkan coding dan AI mulai dari SD-SMA. Berikut adalah tahapan pembelajaran coding dan AI:
|
Muatan |
SD Kelas 1-6 |
SMP Kelas 7-9 |
SMA |
|
|
Kelas 10 |
Kelas 11-12 |
|||
|
Coding dan Artificial Intelligence |
Fondasi berpikir secara logis dan sistematis melalui komputasional, literasi digital dan etika |
Pendalaman berpikir komputasional, literasi digital tingkat dasar, dan muatan kecerdasan artifisial |
Pendalaman berpikir komputasional, literasi digital tingkat menengah, muatan kecerdasan artifisial, algoritma pemrograman, dan analisis data |
Pendalaman berpikir komputasional, literasi digital tingkat menengah, muatan kecerdasan artifisial, algoritma pemrograman, dan analisis data |
Metode pembelajaran yang dapat diterapkan untuk mempelajari coding dan AI antara lain problem-based learning, project-based learning, pembelajaran inkuiri, pembelajaran berbasis gamifikasi, pembelajaran berbasis internet, dan pembelajaran tanpa pembelajaran tanpa perangkat digital apabila di sekolah fasilitas kurang memadai.
Contoh Pembelajaran Menggunakan Coding dan AI
|
Tema |
AI dan Tempat Sampah Otomatis |
|
Tujuan Pembelajaran |
|
|
Bahan |
Perangkat Keras:
Perangkat Lunak:
Bahan Lain:
|
|
Aktivitas terkait klasifikasi sampah |
Diskusi Kelas:
Praktik Pemilahan Sampah:
|
|
Aktivitas Pemrograman |
Modifikasi Sistem:
Uji Coba Sistem:
|
|
Aktivitas AI |
Membuat Model AI:
Testing Model: Uji model dengan mengunggah gambar sampah baru dan lihat apakah model dapat mengklasifikasikan dengan benar. |
Untuk mendukung proses pembelajaran yang efektif, Pengelola Guraru merekomendasikan Rekan Guraru untuk menggunakan model pembelajaran project-based learning agar proyek dapat terselesaikan dengan sistematis dan terjadwal. Nah itulah penjelasan terkait bagaimana coding diajarkan sejak dini. Semoga bermanfaat dan dapat menjadi referensi bagi Rekan Guraru dalam menerapkan pembelajaran yang interaktif. Nantikan artikel terbaru dari Pengelola Guraru di sesi selanjutnya. Semangat Berinovasi!
Referensi
BSKAP. 2025. Naskah Akademik Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial pada Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Kemendikdasmen.