Uncategorized
4

Media Sosial untuk Proses Belajar Mengajar (+3)

Pengelola Guraru December 17, 2013

Untitled1

 

 

Media sosial memiliki porsi besar dalam kehidupan sosial siswa sebagai digital native. Tak hanya untuk bersosialisasi atau sekadar meng-update status, media sosial juga menjadi tempat bagi siswa untuk memperoleh informasi atau pengetahuan baru dalam berbagai bidang.

 

Selain siswa, guru pun banyak yang telah memiliki akun di berbagai sosial media dan menggunakannya sebagai sarana pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa. Namun, sudah maksimalkah Guraru memanfaatkan media sosial untuk proses belajar mengajar? Apa saja yang dapat Guraru lakukan untuk menarik minat dan engagement siswa terhadap pembelajaran melalui media sosial? Ini dia beberapa hal yang dapat Guraru lakukan!

 

1. Mendorong siswa untuk berbagi tugas atau hasil karya tertentu di media sosial

Selain berbagi, siswa juga ditugaskan untuk mengevaluasi karya satu sama lain. Dengan cara ini, siswa berkesempatan untuk menunjukkan karya dan memperoleh umpan balik dari masyarakat luas. Misalnya, mengunggah video di Youtube, foto atau gambar di Flickr atau Instagram, tulisan di blog, dan lain-lain.

 

2. Menggunakan media sosial untuk memfasilitasi komunikasi melalui diskusi langsung

Ketika kelas atau sekolah Guraru mengadakan program khusus yang menyertakan pembicara tamu, misalnya, tagar atau hashtag tertentu dapat digunakan untuk melakukan live tweet via Twitterβ€”yang kemudian bisa dirangkum menggunakan tools tertentu seperti Chirpify atau Storifyβ€”dan untuk menyampaikan pertanyaan kepada pembicara melalui Twitter. Dengan demikian, siswa yang tidak hadir tetap dapat mengikuti diskusi yang tengah berlangsung.

 

3. Mewajibkan siswa untuk memiliki blog

Memiliki blog merupakan sebuah cara menyuarakan pendapat melalui tulisan, juga untuk mengeksplorasi minat pribadi. Blog pribadi dapat digunakan untuk memuat tugas-tugas siswa, juga menjadi wadah bagi siswa untuk menyampaikan pemikiran mereka.

 

4. Berbicara secara langsung dengan para ahli di bidang tertentu

Guraru dapat memberikan tugas tertentu pada siswa yang melibatkan wawancara atau tanya jawab dengan ahli di bidang tertentu. Tanya jawab ini dapat dilakukan secara online dan siswa dapat mencari narasumber melalui LinkedIn, yang merupakan jejaring profesional.

 

5. Berdiskusi dengan siswa melalui video chat

Dengan aplikasi video chat seperti Google Hangouts atau Skype, Guraru dapat melakukan diskusi tatap muka dengan siswa.

 

6. Membuat kelas digital

Salah satu media yang dapat digunakan untuk membuat kelas digital adalah Edmodo. Dengan Edmodo, Guraru dapat memberi sekaligus mengumpulkan tugas, menyusun jadwal kelas, juga mengunggah foto serta mengirim pesan pada siswa. Fitur Global Read Aloud di Edmodo juga dapat digunakan untuk melatih kemampuan public speaking siswa di hadapan pelajar seluruh dunia.

Β 

Guraru juga dapat menambah pengetahuan dan informasi dengan mengikuti akun media sosial milik sesama pendidik di berbagai negara. Apa saja akun Twitter, alamat blog, atau channel Youtube pendidikan yang menjadi favorit Guraru? Yuk, berbagi dengan rekan Guraru di sini!

 

Tips lain penggunaan media sosial untuk pembelajaran dapat dibaca melalui infografik ini dan ini. Ada yang punya tips lain? Bagaimana guru dapat memanfaatkan media sosial untuk pembelajaran dengan optimal dan tetap menarik bagi siswa?

 

 

Sumber:

7 Ways Teachers Use Social Media in The Classroom. http://mashable.com/2013/08/18/social-media-teachers/

 

Comments (4)

  1. Terima kasih Pengelola Guraru atas artikel dan infonya. Semoga para guru di Indonesia menggunakan media sosial dalam proses belajar mengajar di sekolahnya masing-masing. Media Sosial adalah tempat kita bisa belajar mengajar tanpa batas.
    Keep spirit untuk terus berbagi.
    πŸ™‚

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar