Uncategorized
7

#GuraruTalk: Penguasaan Bahasa Indonesia oleh Guru Bidang Studi Lainnya (+4)

Pengelola Guraru October 8, 2013

 Picture01

Keterampilan berbahasa Indonesia tentunya wajib dimiliki oleh guru bidang studi tersebut. Namun, bagaimana dengan guru-guru lainnya? Perlukah guru Sejarah, Matematika, atau Fisika memiliki kemampuan berbahasa Indonesia yang baik? Sejauh mana penguasaan Bahasa Indonesia dibutuhkan oleh seorang guru yang bukan merupakan guru Bahasa Indonesia?

Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa Indonesia, topik tersebut sengaja kami angkat dalam #GuraruTalk Senin (7/10) kemarin. Berikut pendapat para peserta diskusi!

Perlukah bagi guru-guru di luar bidang studi Bahasa Indonesia untuk memiliki keterampilan Bahasa Indonesia yang baik? Sejauh mana keterampilan tersebut diperlukan?

  • @AnakFKIP: Perlu, dong. Bahasa orang aja ada yang wajib jadi bahasa pengantar di sekolah, masa bahasa sendiri terabaikan 🙂
  • @cbifonikkk: Kalau guru Indonesia tidak lagi bangga dengan bahasanya, berharap dengan siapa lagi?
  • @cbifonikkk: Guru adalah contoh utama bagi siswa di sekolah. Selama guru tersebut warga negara Indonesia pantas beri contoh.
  • @cbifonikkk: Mengapa? Itu salah satu cara guru menghormati bahasa nasional.
  • @cbifonikkk: Yang diperlukan guru yang menggunakan bahasa Indonesia resmi, bukan prokem dan ragam lain.
  • @botaksakti: Bahasa erat kaitannya dengan nalar. Tugas guru adalah membangun budaya nalar bagi siswanya.
  • @botaksakti: Dalam kaitan ini, bahasa Indonesia sangat membantu.
  • @botaksakti: Misalnya,”Menurut saya sangat penting sekali!” adalah contoh yang kurang bernalar.
  • @botaksakti: ‘sangat’ dan ‘sekali’ menunjuk makna yang sama yaitu ‘superlatif’.
  • @botaksakti: ketika dua kata itu digunakan bersama maka menjadi ‘berlebihan’ dan mubazir.
  • @Pak_Sukani: Setiap soal harus menggunakan bahasa yang komunikatif.
  • @Pak_Sukani: Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat, jika soal            akan digunakan untuk daerah lain atau nasional.
  • @Pak_Sukani: Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan   kaidah bahasa Indonesia.
  • @Pak_Sukani: Dalam penulisan soal tes, ada 3 kaidah penulisan yang harus   diperhatikan; yaitu materi, konstruksi, dan BAHASA.
  • @Chafiya: Perlu, Bahasa Indonesia merupakan bahasa pengantar dalam mengajar sehingga guru harus menguasai keterampilan berbahasa.
  • @DanangArmady: Jujur, waktu saya jadi siswa, saya bosen dengan guru yang selalu berbicara sesuai EYD, ragam bahasa lisan bisa lebih efektif .
  • @DanangArmady: Jadi, di sela-sela pelajaran disisipkan bahasa daerah agar mampu mencairkan suasana tegang di dalam kelas.
  • @DanangArmady: Keterampilan berbahasa memang penting, tapi ingat, komunikasi yang baik adalah saat siswa mampu memahami ucapan guru.
  • @JengEmpatEnam: Perlu, dong. Karena berbahasa Indonesia yang baik dan benar berarti menggunakan bahasa sesuai dengan konteksnya.
  • @Pak_Sukani: Sangat perlu sekali.
  • @Pak_Sukani: Bahasa Indonesia wajib digunakan sebagai bahasa pengantar dalam pendidikan nasional. Dasar hukumnya UU No.24 tahun 2009 pasal 29.
  • @nandokamilina: Kalo kata Kepsek saya: semua guru adalah guru bahasa, karena cara bicara kita akan jadi panutan oleh anak-anak 🙂
  • @ramdhan_hamdani: Setiap guru tentunya harus mampu menguasai EYD dan tata bahasa Indonesia yang benar untuk memberikan keteladanan.
  • @ramdhan_hamdani: Kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar tentunya harus dimiliki oleh semua guru, tidak hanya oleh guru bahasa Indonesia.
  • @ramdhan_hamdani: Selain akan sangat berpengaruh terhadap pemahaman materi yang diajarkan, bahasa Indonesia yang digunakan oleh seorang guru..
  • @ramdhan_hamdani: ..sesungguhnya mencerminkan kepribadian yang dimilikinya.
  • @ramdhan_hamdani: Saya kira dengan banyak membaca buku, kemampuan menguasai EYD dan tata bahasa lambat laun akan terasah.
  • @rendi_sapoetra: Perlu, dong, tapi utamakan bahasa daerah. Kalau bukan kita, siapa lagi?
  • @SemestaPrivat: Sangat perlu. Transfer ilmu tidak pernah terlepas dari interaksi guru-siswa. EYD dan tata bahasa adalah hal mutlak.
  • @sigitkataqita: Bahasa digunakan untuk berkomunikasi. Jika tata bahasa yang digunakan baik maka siswa pun akan mudah memahaminya.
  • @tifaniirdi: Perlu, karena itu adalah bahasa persatuan.
  • @tifaniirdi: Cukup bisa berbahasa Indonesia dengan baik, logat daerah tidak terlalu menonjol, dan dapat dipahami.

 

Adakah penilaian terhadap guru terkait penggunaan Bahasa Indonesia dalam pembelajaran? Perlukah penilaian tersebut menurut Guraru?

  • @Pak_Sukani: Sangat perlu sekali karena bahasa Indonesia merupakan bahasa negara, bahasa pemersatu bangsa. Guru bangga berbahasa Indonesia.
  • @Pak_Sukani: Ada, penilaian tersebut pada instrumen supervisi yaitu “penggunaan bahasa yang benar dan tepat dalam pembelajaran”.
  • @botaksakti: Sepertinya belum ada. Akan tetapi, barangkali memang perlu.
  • @botaksakti: Kemampuan ini secara ekplisit dituntut dalam pembuatan soal Ujian Sekolah.
  • @botaksakti: Ketika menelaah soal buatan guru, masalah penggunaan bahasa ini sering memusingkan.
  • @botaksakti: Sering saya temukan soal yang maksudnya tidak jelas karena penggunaan kalimat yang tidak jelas pula.
  • @botaksakti: Dalam form telaah, ada pernyataan bahwa soal disusun menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar atau tidak.
  • @hilmangraha: Perlu.

 

Apakah Guraru punya pengalaman di kelas yang berhubungan dengan penggunaan Bahasa Indonesia dan dampaknya terhadap pembelajaran?

  • @eskapristiwi: Pernah saat mengajar di Bintuni, Papua Barat. Bahasa Indonesianya berbeda logat dan pemilihan kata. Saya yang sering bingung sendiri.
  • @naga_cute: Kalau menggunakan Bahasa Indonesia, terkadang siswa sulit terima. Apalagi untuk pelajaran IPA.
  • @pesu_capagu: Sepertinya sering, keseleo pengucapan kata. Hehe… 🙂
  • @ramdhan_hamdani: Sebagai seorang guru TIK saya pernah menjelaskan satu materi yang berhubungan dengan hal-hal teknis pada siswa.
  • @ramdhan_hamdani: Karena penyampaian saya kurang tertata dengan baik akhirnya siswa pun agak kesulitan memahami apa yang saya jelaskan
  • @riskahsyukur: Saya ngajar Bahasa Inggris, penjelasan ke siswa nggak semata-mata pakai bahasa Inggris. Agar mereka paham, perlu penjelasan dalam bahasa Indonesia juga.
  • @VLafebri: Wah, sering juga, tuh. Saya ngejelasin dengan bahasa Indonesia anaknya bengong, eh, saya jelaskan dengan bahasa daerah, baru mereka ngerti.. 🙂
  • @VLafebri: Saya juga jadi sering ngajar menggunakan bahasaa daerah, karena si siswa lebih nangkap dengan bahasa daerah.

Sebagian besar peserta diskusi menyatakan bahwa penting bagi guru untuk memiliki keterampilan berbahasa Indonesia yang baik dan mempraktekkannya dalam pembelajaran. Ada juga yang sengaja memadukannya dengan ragam bahasa lisan atau menyelipkan bahasa daerah agar siswa tidak bosan. Yang terpenting adalah penyampaian yang baik dan membangun budaya nalar bagi siswa.

Namun, pengalaman beberapa guru yang pernah atau sedang mengajar di daerah yang tidak menggunakan bahasa Indonesia, terutama di pedalaman, mengakui bahwa mereka malah mengalami kesulitan membuat siswa paham ketika menggunakan bahasa Indonesia. Pada akhirnya, yang lebih diperlukan adalah kemampuan berbahasa daerah.

Bagaimana menurut Guraru? Apakah di tempat-tempat tertentu guru memang perlu menggunakan bahasa daerah saja untuk menyesuaikan bahasa siswa sekaligus dalam rangka melestarikan kebudayaan, atau ada pendapat lain? Yuk, sampaikan pendapat Guraru di kolom komentar!

Jangan lupa juga untuk berpartisipasi dalam #GuraruTalk pekan depan dengan topik “Menanamkan Minat Belajar Bahasa Indonesia pada Siswa” 🙂

 

 

Comments (7)

  1. Terimakasih pengelola guraru telah berbagi. Sekali lagi saya sampaikan kepada Guraru bahwa bahasa pengantar dalam pendidikan nasional adalah bahasa Indonesia. Dasar hukumnya sudah jelas yaitu Undang-Undang No.24 tahun 2009 pasal 29.

    Pengecualian, bahasa Daerah boleh digunakan pada pembelajaran bahasa daerah tersebut.

    Salam perjuangan,

  2. Saya belum bisa ikut, sebab waktunya masih selalu bersamaan dengan pembelajaran pada home schooling, maaf. Bahasa Indonesia adalah bahasa pemersatu bangsa. Oleh sebab itu, di manapun berada, di daerah pelosok sekalipun, setiap individu wajib berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Semua itu perlu waktu. Namun tetap kita harus cinta kepada bahasa Indonesia, agar kita tetap dapat bersatu. Bahasa daerah memang jangan sampai ditinggalkan, itu bahasa ibu. Solusinya anak sejak dini harus belajar bilingual, bahasa ibu dan bahasa daerah. Awalnya menekankan bahasa ibu, setelah sekolah bahasa Indonesia secara bertahap harus disajikan sedemikian rupa hingga anak cinta bahasa Indonesia. Sisipan bahasa ibu tidak masalah, pada moment tertentu, namun bahasa Indonesianya harus baik dan benar. Hehehe maaf terlalu panjang. Salam persatuan, tetap semangat dalam berbahasa Indonesia.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar