0

Zonasi PPDB (0)

Agus Wahidi, M.Pd April 9, 2021

PPDB menjadi hot isaue ketika awal tahun ajaran baru. Orang tua siswa gelisah dan khawatir jika anaknya belum mendapat tempat di sekolah yang diinginkan. Baik keinginan orang tuanya maupun keingin siswanya. Meskipun terkadang ada juga orang tua dan siswa bertentangan keinginan menjadi suatu masalah tersendiri . Keinginan itupun masih harus tetkonfirmasi dengan aturan yang ada di lokasi sekolah itu berada, tergantung kebijakan dinas terkait.

ERA global yang terkait dengan sarana dan lokasi sekolah serta SDM sekolah tersebut sangat beragam masalah dan kreativitasnya dalam mensikapinya.

Era teknologi komunikasi dan informasi , jarak menjadi bukan problematika yang menghambat atau menjadi acuan. Tetapi PPDB zonasi masih diberlakukan dengan pertimbangan pemerataan mutu. Apakah iya, dengan adanya zonasi mutu satuan pendidikan menjadi merata? Apa yang menjadi dasar zonasi merupakan variabel independen yang mempengaruhi mutu sekolah?.

Hopotesis kalau mutu sekolah akan merata jika menggunakan ppdb zonasi. Ada asumsi dengan zonasi maka intake siswa semua sekolah merata, tidak ada sentralisaai murid pintar di sekolah tertentu. Mari kita tinjau, apakah dijamin suatu daerah atau zona tertentu intake siswanya beragam atau homogen? Kita ambil contoh suatu pemukiman elit atau eksklusif yang didalamnya latar belakang orang tuanya dari golongan mampu, dan berpengaruh pada perhatian terhadap pendidikan jyga sangat besar sehingga sebagian besar anak-anaknya kualitas pendidikannya bagus.

Begitu pula sebaliknya. Dilingkungan yang kumuh bagaimana perhatian orang tuanya terhadap dunia pendidikan sangat kurang dan berpengaruh kualitas belajar anaknya.

Bagaiman dengan pemerataan mutu yang dimaksudkan dapat tercapai?. Apakah Yang ada adalah eksklusifisme dan primodial daerah. Anak anak menjadi tidak luas pergaulannya. Siswa yang dekat lokasi rumahnya demgan sekolah yang katanya favorit/ lengkap fasilitasnya dimanjakan sehingga daya juang mereka untuk meraih yang terbaik jadi lemah. Tantangan bagi mereka menjadi tidak ada. Demikianlah gejolak yang ada ketika zonasi PPDB diberlakukan.

Mari kita kaji dulu sebenarnya seperti apa sih kebijakan zonasi tersebut. Apakah yang dimaksud zona, seperti zonasi pendidikan dan sampai dimana ketercapaiannya sehingga sampai saat ini masih menimbulkan gejolak tentang zonasi pendidikan.

zona pendidikan adalah sebuah wilayah geospasial yang disusun berdasarkan berbagai pertimbangan. Diantaranya adalah data sebaran satuan pendidikan dan kapasitas daya tampungnya, sebaran penduduk, serta pertimbangan geografis dan keterjangkauan sekolah. Wilayah zona pendidikan bisa jadi dalam satu wilayah administratif atau lintas wilayah baik kabupaten/kota, dasar zonasi sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Dalam wilayah zona tersebut , zona terbagi berdasarkan kondisi persatuan pendidikan tiap jenjang, dan ketercapaian SNP nya. Kemudian dipetakan juga kondisi pemenuhan SNP tiap zona.

Kelebihan zonasi ini dapat mempermudah peta pendidikan dan mempetakan perlakuan dan pelayanan sesuai dengan zona nya. Peta tentang kondisi guru, sarpras, capaian nilai ujian , output siswanya, dan aceptabilitas di perguruan tinggi .

Tahapan awal dalam penerapan zonasi pendidikan adalah Zonasi pendidikan. Zonasi PPDB mengubah pola pikir tentang layanan pendidikan. Adanya dikotomi kelas favorit dan tidak favorit sedang diubah untuk menuju pada pemerataan mutu sekolah. Pemerataan pendidikan suapaya merata dalam mendapatkan layanan pendidikan yang sama.

Dasar rasional zonasi PPDB adalah tentang pelayanan pada semua orang, yang diturunkan menjadi semua orang yang ada di wilayah tersebut. Sehingga sekolah yang dibiayai oleh dana pemerintah yang berasal dari rakyat dana digunakan untuk melayani rakyat.

Kondisi-kondisi khusus tentang penerapan zonasi dari tahun ke tahun mengalami penyesuaian. Penyesuaian yang dilakukan baik oleh pemerintah daerah melalui kebijakan juknis ppdb oleh dinas terkait dan prosentase penerimaan jalur zonasi dan prestasi dan jalur perpindahan orang tua.

Tulisan ini semoga menjadi pencerahan bagi pembaca, terutama menyikapi fenomena zonasi PPDB yang tiap tahun selalu di alami oleh sekolah dan masyarakat. Semoga pemerataan yang diharapkan oleh pemerintah benar benar terwujud tentang pemerataan pendidikan.

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar