10

Wisata ke Putrajaya Kuala Lumpur (+1)

Sri Sugiastuti January 14, 2014


SAMSUNG CAMERA PICTURES

Dok Pribadi. Bersama Saudara Angkat yang asli Malaysia dan Mantan pacar

Salam, Guraruers yang dimuliakan Allah. Bagaimana acara libur peringatan Maulid Nabinya? Semoga cerdas dalam memanfaatkan waktu liburnya. Memenuhi janji saya meliput acara jalan-jalan saya ke Kuala Lumpur, ini ada kisah berbagi yang mungkin bisa menginspirasi atau mengulang nostalgia yang pernah dirajut.

Suara azan subuh sayup terdengar di luar sana. Saya terbangun dan teringat kalau semalam baru saja tiba di Kuala Lumpur. Rasa penat sudah sirna berganti dengan bayangan acara kami pagi ini yang akan menunjungi Masjid Putra Jaya dan Genting High Land. Setelah berdandan rapi kami ke luar kamar dan menemui tuan rumah. 2 cangkir teh hangat sudah tersedia di meja ruang tamu dan segera kami seruput perlahan mengaliri tenggorokan kami dan berefek nyaman di tubuh ini.

Udara segar setelah hujan sangat terasa. Basahnya pepohonan dan jalan aspal yang sebagian masih tergenang air menandakan bahwa hujan cukup deras semalaman. Mengingat perjalanan Hulu Klang ke Masjid Putra Jaya cukup jauh, kami memutuskan sarapan di kedai yang akan kami lalui. Mobil yang kami tumpangi akhirnya parkir di kedai yang terlihat cukup ramai. Terpampang berbagai menu yang tersedia di kedai itu. Ada Nasi Rendang, nasi Lemak, Nasi Kerabu, nasi ayam Percik, yang bernuansa India juga ada seperti Nasi Kandar, Nasi briyani, dan berbagai roti. Ada roti canai, roti telur, dan roti tosai. Saya memilih roti canai telur dengan bumbu curry yang lezat dan segelas teh tarik ( campuran teh yang dicampur dengan susu kental manis ).

Setelah bahan bakar penumpang diisi, mobil melaju ke arah Kota modern Putra Jaya, tujuan kami mengunjungi majid Putra Jaya . Selain masjid di kota modern ini ini terdapat semua kantor pemerintahan, danau, jembatan, dan juga kantor perdana menteri. Kota ini terlihat sangat modern. Masjid ini merupakan fasilitas yang disediakan pemerintah bagi pejabat dan petinggi pemerintahan Malaysia, dari mulai duta besar hingga pejabat lainnya.

Sungguh infra stuktur yang dibangun Malaysia memang luar biasa. Kubah masjid Putra berwarna merah jambu identik dengan arsitektur masjid-masjid yang ada di Mesir. Sedang bagian dalam masjid didominasi dengan seni ukir tradisional Melayu yang dilengkapi dengan panel-panel dari kayu.Karena kami datang sebelum waktu sholat zuhur, jadi kami hanya sholat dhuha 4 rakaat.

Terlihat di halaman masjid dan juga di dalamnya wisatawan asing yang non muslim, sehingga ketika meraka masuk ke dalam masjid mereka harus mengenakan pakian yang menutup aurat, berupa jubah berwarna merah cerah. Kami bisa mengambil gambar sesukanya. Tahun 2003 saya pernah ke masjid ini sebelumnya. Waktunya lebih lama dan bisa berjalan-jalan lebih leluasa di halaman sekitar masjid yang di lengkapi dengan pertokoan, perpustakaan.

Keindahan pemandangan dengan danau, jembatan dan hamparan taman yang luas menandakan bahwa masjid ini memiliki konsep pembanguna yang tertata dengan baik. Hmm jadi membayangkan seandainya Ibukota Jakarta dipindah ke luar Jawa. Dan dibuat suatu kota pemerintahan yang ditata dengan benar, pasti tidak akan kalah keren dengan Malaysia dan Putrajaya.

Mengingat waktu yang kami miliki sangat singkat jadi tidak bisa berlama-lama di sana. Kami berncana siang ini juga ke Genting High Land. Yach terpaksa deh walau belum puas berada di Putra jaya kami harus melanjutkan perjalanan.

Insyaallah dilanjut lain waktu dengan mengikuti perjalanan saya ke Genting High Land ya.

Comments (10)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar