16

Why do you love me? (Part 1) (+4)

Bu Etna @gurutematik January 10, 2014

Selamat pagi Guraru. Setelah mengikuti kegiatan TWC 3 hingga tuntas, saya tak bisa melupakan pelajaran yang begitu dahsyatnya menghunjam otak besar dan otak kecilku. Pikiran dan perasaanku terkait demikian eratnya dikala mengikuti kegiatan tersebut. Mungkin hal ini disebabkan oleh keinginanku yang menggebu untuk bisa menulis cerpen/novel. Untuk tujuan itupun saya sampai menghubungi pak Yusuf agar mengijinkanku berguru padanya. Alhamdulillah, disetujui, hingga saya diantar suami dan saudaraku ke rumah beliau di Wonosobo, hehehe. Berikut cerita fiksi yang kutulis berdasarkan suatu kisah nyata. Karena agak panjang, maka kuposting berjilid, sambil diedit lagi, hehehe.

***

I don’t understand … why do you love me if you leave me alone. Aku tak mengerti … mengapa kau mencintaiku jika kau tinggalkan aku sendiri. Begitulah jeritan hatiku dikala aku mendengar lagi lagu dari Koes Plus ciptaan Yon Koeswoyo itu. Why do yo love me, itulah judul lagunya. Syair lagu itu masih kuingat, walau bahasa Inggris … masih begitu lekat dihatiku. Aku tak kuasa tuk menghilangkan kesan-kesan bersamanya. Hingga kini ku masih hidup sendiri, harapanku masih tersisa untuk bersamanya lagi. Insya Allah kami masih ada harapan tuk bertemu lagi. Ya Allah, hamba tak mampu mencari penggantinya.

The time has come that we must be apart
The memory is still in my mind but you have gone
And you leave me alone

Ref :
Why do you love me
So sweet and tenderly
I do everything to make you happy.. uuuu….

But now everything it’s only a dream
A dream that never comes I only wait ‘till true love will come

Ref: Why do you love me
So sweet and tenderly
I do everything to make you happy.. uuuu…. (Fine)

The time has come that we must be apart
The memory is still in my mind but you have gone
And you leave me alone

***

“Is … kok melamun, habiskan minumanmu.” tegurnya.

Tersentak aku mendengar suaranya, … ya … aku tadi termenung sejenak. Berapa lama aku merenung? Ah aku malu sampai ketahuan dia.

“Eh … ya, maaf.” Sedotan jus itu kutarik dan ku minum jus itu dengan cepat. Alhamdulillah minumanku telah habis. Ku lirik dia, eh … kok dia sekarang merenung? Ada apa? Apa dia sedang memikirkan apa yang kurenungkan tadi?

“Ayo mas.” ujarku yang ternyata juga mengejutkannya. Minumannya tersenggol tangannya dan tumpah.

“Maaf mas, aku tak melihat kalau mas sedang memikirkan sesuatu.”

Aku jadi serba salah, akulah penyebab pertamanya. Mengapa aku tadi merenung didepannya? Kemudian mengapa pula dia juga merenungkan sesuatu?

“Eh … sudahlah tidak apa-apa. Ayo kita pulang sekarang, biar petugas membersihkannya.”

Dia berdiri terus berjalan dan akupun mengikuti langkah panjangnya.

***

Makin hari rasanya dia makin aneh. Sepertinya ada beban berat yang sedang dipikirkannya. Ada apa gerangan? Walau baru 3 hari ini dia aneh, hatiku sudah memberontak. Dia tidak seperti yang dulu lagi. Apakah ini hanya perasaanku saja? Tidak … tidak, dia memang telah berbeda, berbeda sekali. Marahkah dia kalau aku bertanya? Apa yang harus aku lakukan? Bertanya tidak berani, aku makin sedih melihat keadaannya. Manakah kemesraan itu? Lari kemana? Mungkinkah terbawa angin malam yang berhembus dengan kencangnya? Kemana aku harus mencarinya? Dalam dirinya, seperti sudah tak berbekas. Apakah faktor penyebabnya hingga dia bisa berubah sedrastis ini? Ya Allah, hamba bingung sekali. Sebaiknya aku sholat, kemudian kutulis saja kebingunganku ini.

To be continued –> Part 2.

http://guraru.org/guru-berbagi/why-do-you-love-me-part-2/

About Author

Bu Etna @gurutematik

Saya guru kimia di SMAN 16 Surabaya sejak tahun 1973 hingga Desember 2011. Saya sudah purna tugas sebagai PNS, namun Insya Allah saya tetap mengajar untuk melayani bangsa hingga akhir hayat. Pembelajaran yang saya lakukan dapat melalui blog, sms, email, atau yang lain. Saya selalu berupaya untuk mengajar kepada siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Sebagian dari pengalaman ini sudah saya tulis di blog saya. Insya Allah saya dapat menulis secara rutin, termasuk permintaan pengguna blog.

View all posts by Bu Etna @gurutematik →

Comments (16)

  1. Amin ya RA. Thx pak Tri. Ayo pak belajarlah, ternyata menulis cerita berdasarkan kisah hidup kita, keluarga atau siswa yang curhat tidak sult pak, tinggal ditulis saja, kemudian diedit, dirubah nama, tempat, dll, kemudian diberi sedikit bumbu, hehehe. Untuk kimia, saya banyak menulis kesehatan dll bisa untuk SMK lho pak, silakan dipakai. Kalau bapak baca tidak sulit kok, bapak bisa menulisnya lagi, dimodifikasi dan dikembangkan menurut selera. Saya juga sering melayani kimia SMK. Ayo pak, kita harus kerjasama, selagi Allah SWT masih mengijinkanku untuk mendampingi bapak dan Guraru lainnya. Kita bisa chat dll. OK salam perjuangan.

  2. Untuk pak @Subakri: Amin ya RA. Semua itu karena minat kuat dan yakin bahwa Allah SWT akan mengabulkan permohonan kita, apapun yang positif yang kita inginkan. Bpk kan telah mengajariku begitu, tiada sesuatupun yang sulit jika kita tak menganggapnya sulit. Hehehe makin puitis ya, nih gara-gara meniru gaya pak @botaksakti eh maaf pak Isna, hahaha. Thx responnya, ayo menulis dan ayo mendidik. Salam sukses.

  3. Amin YRA. Iya ya bu, tulisan itu ternyata lama-lama mengalir dan setiap orang aliran atau gaya menulisnya bisa beda dan terlihat cirinya, hehehe. Ya usia senja ini harus disiplin lebih ketat agar tetap seimbang. Semangat deh, yaya nih juga banyak pustaka yang antri untuk dibaca. Thx responnya. Salam.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar