9

Who Wants To Be a Teacher ? (+11)

Rusdi Mustapa May 10, 2015

Judul di atas barangkali mengingatkan kita pada satu acara yang pernah booming di era 2000 an. Acara yang di pandu oleh host kondang  Tantowi Yahya dengan hadiah yang juga menggiurkan, sungguh menyita perhatian jutaan pemirsa di seluruh Indonesia.

SAM_8608Nah, berawal dari acara yang ditayangkan stasiun RCTI inilah, muncul ide yang serupa namun tidak sama. Konsepnya sama seperti acara tersebut cuma yang membedakan tidak ada hadiahnya. Idenya sebenarnya sangat sederhana. Agar siswa terdorong untuk belajar materi sejarah, mata pelajaran yang saya ampu, maka saya memberikan tantangan kepada mereka dengan berperan seolah-olah menjadi seorang guru. Kegiatan ini saya kemas dalam sebuah permainan yang diberi nama “Everyone is a teacher here” ( di sini semua orang adalah guru). Mereka harus bertindak layaknya seorang guru, misalnya menjelaskan materi di depan kelas, memberikan pertanyaan dan juga menjawab pertanyaan siswa. Nah bagaimana pelaksanaannya ? ini dia, silahkan di simak ya:

1. Sebaiknya permainan ini dilaksanakan setelah berakhirnya satu pokok bahasan atau KD. Dalam kesempatan ini siswa diberi tugas mempelajari materi kelas XII IPS Semester Gasal yaitu Masa Awal Kemerdekaan. Mereka harus mempelajari materi itu dengan sebaik-baiknya agar nanti saat tampil sebagai seorang “guru” bisa sukses.

2. Guru membuat nomor undian yang nanti harus dipilih oleh siswa. Apa fungsi nomor undian ini ? Jadi nomor undian ini fungsinya untuk menentukan sub materi yang harus di jelaskan siswa di depan kelas. Misalnya seperti ini:

nomor undian 1 : materi peristiwa rengasdengklok

nomor undian 2 : materi peristiwa hiroshima-nagasaki, dan begitu seterusnya.

SAM_8605

3. Siswa memilih nomor undian yang telah disediakan dan menjelaskan dengan sejelas-jelasnya apa yang ada di nomor undian tersebut. Di sinilah akan terlihat kualitas dari masing-masing siswa. Jika siswa telah belajar materi dengan sebaik-baiknya, maka tentu saja dia bisa menjelaskan di depan kelas. Begitu juga sebaliknya, jika belajarnya tidak maksimal, maka siswa akan kesulitan dalam menjawab pertanyaan dari temannya.

SAM_2594

Layaknya seorang guru, saya mengajarkan, jika ada pertanyaan dari teman ( dalam hal ini bertindak sebagai siswa), jangan langsung di jawab. Karena seorang guru memiliki otoritas yang besar untuk mengatur jalannya pembelajaran. Misal, jika ada pertanyaan dia bisa melemparkan kepada siswa yang lain jika mengetahui jawabannya. Hal ini untuk merangsang terjadinya diskusi kelas yang dinamis.Pada saat diskusi inilah akan terlihat kualitas dari siswa di kelas. Di sinilah tujuan saya untuk memancing respon siswa dengan materi yang telah disampaikan. Ternyata dampaknya sangat luar biasa. Siswa selama proses pembelajaran dengan permainan ini, semua terlibat secara aktif. Ada yang bertanya, ada yang menjawab pertanyaan, ada juga yang menyanggah jawaban dari temannya. Siswa yang berperan sebagai guru mengikuti jalannya proses diskusi dan di akhir pelajaran memberikan kesimpulan. Inilah pengalaman yang pernah saya lakukan bersama siswa-siswa saya di kelas XII IPS 1 MAN 1 Surakarta. Hasil yang paling terlihat adalah hasil ulangan harian rata-rata bisa mencapai KKM bahkan ada yang lebih. Sehingga tujuan permainan ini saya nilai sudah sesuai dengan harapaan yang dibuktikan dengan meningkatnya prestasi belajar siswa.

“Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guraru untuk Bulan Pendidikan berhadiah Acer One 10″

Comments (9)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar