9

Waspada Hoaks Bencana ( 2 ) (0)

Supadilah S.Si December 17, 2020

sangat penting menerapkan sikap-sikap ilmiah dalam menghadapi isu bencana supaya terhindar dari dampak yang lebih buruk. Dalam ilmu sain, sikap-sikap ilmiah itu diantaranya sikap ingin tahu, kritis, terbuka, objektif, dan teliti. Salah satu sikap ilmiah yang tepat dan cukup menghadapi isu bencana adalah kritis. Berpikir kritis artinya memikirkan masalah berdasarkan penalaran logis. Saat menerima isu berita, hendaknya kita kritis. Timbulkan pertanyaan sebanyak mungkin untuk mencari kebenaran dari berita tersebut. Setidaknya ada tiga langkah dalam mengidentifikasi sebuah berita hoax atau bukan. Pertama, bagian berita. Berita hoax umumnya mengandung kalimat persuasif dan memaksa seperti “Sebarkan”, “Viralkan” atau “Jangan berhenti di tangan Anda”. Kedua, verifikasi sumber. Pastikan berita itu memuat sumber dengan kredibilitas yang terpercaya. Curigai berita yang mencantumkan sumber yang tidak jelas, dan sumber dengan alamat berita yang gratisan atau tidak berbayar. Kenali pula website ‘abal-abal’. Sumber berita yang mencantumkan website ‘abal-abal’wajib kita . Ketiga, cek gambar atau video di internet. Perambah Google biasanya sudah memuat berita, gambar, atau video tentang sebuah kejadian. Di sana kita bisa tahu apakah berita itu valid atau tidak.

Sosial media menghadirkan berita peristiwa dengan aktual, namun kevalidannya belum teruji dan terbukti. Konten negatif berseliweran tanpa kita undang. Diperlukan sikap kritis sebelum mengunyah dan menelan mentah-mentah berita itu. Istilahnya, saring sebelum sharing. Sehingga dalam hal ini, membaca dengan teliti sangatlah penting. Kuantitas berinternet seharusnya berbanding lurus dengan kualitas berinternet kita.

Kesiagaan Menghadapi Bencana

Gempa bumi tidak membunuh kita, yang membunuh kita adalah bangunan yang runtuh. Dalam menghadapi bencana, kita selayaknya ‘berkiblat’ kepada Jepang. Sama seperti kita, negeri Sakura itu juga sering dilanda bencana, namun mereka hadapi dengan kuat dan tangguh. Memang, dalam banyak hal, negeri Sakura itu memang memiliki kehebatan dan keunggulan dari negara lain. Pada Maret 2011, Jepang mengalami gempa besar berkekuatan 8,9 skala ricther (SR) yang diikuti tsunami setinggi 10 meter. Meskipun dilanda bencana sebesar itu, warga Jepang tetap menunjukkan karakter yang hebat. Kedisiplinan dan kemampuan mereka menghadapi bencana membuat dunia terkesan. Tidak ada pemberitaan warga Jepang yang meminta-minta, menjarah, atau distribusi bantuan yang tidak berjalan dengan baik. Dan tidak membutuhkan waktu yang lama bagi warga Jepang untuk kembali hidup normal.

Kesiapan dan kesigapan mereka menghadapi bencana tidak lain edukasi kebencanaan yang sudah dilakukan sejak dini. Di Jepang, anak-anak kecil sudah diajari bagaimana menghadapi bencana. Misalnya, anak-anak dibiasakan untuk ‘memarkir’ alas kaki dengan menghadap keluar, seringnya mengadakan simulasi menghadapi bencana, atau belajar keluar ruangan dengan tertib.

Orang Jepang memang terkenal dengan kedisiplinan. Meskipun sedang bencana, mereka mampu keluar rungan dengan tertib dan rapi. Mereka tidak panik dan brutal saat menghadapi bencana. Ketenangan sangat penting pada saat menyelamatkan diri. Sebab, sering kali jatuh korban karena terkurung dalam ruangan akibat berdesakan keluar saat menyelamatkan diri.

Nah, karakter ini mungkin yang perlu ditumbuhkan pada orang Indonesia. Rata-rata kita masih egois, merasa paling penting untuk menyelamatkan diri sehingga mengabaikan orang lain. Pernah diadakan simulasi. Dari dua puluh orang dalam satu ruangan, disimulasikan mereka keluar melalui satu pintu. Cara pertama dengan saling berebutan keluar, dan satu cara lagi dengan tertib dan berbaris. Setelah sepuluh menit, pada cara pertama, hanya dua orang yang berhasil keluar. Sedangkan pada cara kedua, kedua puluh orang bisa keluar dengan selamat dengan waktu yang hanya lima menit saja. Perubahan karakter dan pola pikir mesti dilakukan. Datangnya bencana tidak bisa dihindari, tapi besarnya korban jiwa dan finansial bisa dihindari.

About Author

Supadilah S.Si

Seorang guru di SMA Terpadu Al Qudwah, Lebak, Banten. Selalu berusaha menjadi guru yang baik untuk murid-muridnya. Suka belajar apapun. Hobi menulis di blog atau media sosial. Pengen dapat banyak ilmu dan pengalaman di www.guraru.org. Ayo saling berbagi

View all posts by Supadilah S.Si →

Comments (9)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar