4

Waspada Banjir (0)

Supadilah S.Si February 10, 2021

Saat ini di berbagai tempat diguyur hujan. Termasuk di daerah saya. di sini warga di tempat saya was-was. Banjir 2020 lalu masih terbayang di pelupuk mata. Ya masyarakat kabupaten Lebak di awal tahun 2020 lalu harus mengalami bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda di 6 kecamatan. Pemerintah Lebak pun menetapkan status tanggap darurat. Tahun ini pun ancaman banjir kembali datang.

Saya ikut datang ke lokasi banjir dan menyaksikan betapa kerusakan yang ditimbulkan banjir sangat luar biasa. Banjir lumpur. Ribuan warga kehilangan harta bendanya dan rumahnya.

Memang sering terjadi siklus banjir pada bulan-bulan tertentu. Biasanya di bulan itu curah hujan tinggi yang menyebabkan banjir terutama di daerah bantaran sungai. Orang yang tinggal di bantaran sungai setiap bulan Desember-Januari selalu was-was.

Bahkan bisa jadi banjir itu karena kiriman air dari atas. 4 tahun yang lalu saya ikut evakuasi barang-barang di rumah teman yang berada di bantaran kali. Jaraknya hanya sekitar 30 meter dari sungai.

Ternyata rumah itu sudah di-setting di bagian atasnya itu dipasang palang-palang yang ketika banjir barang-barang itu dinaikkan ke bagian palang itu.

Saat itu, sedang mengevakuasi barang-barang, air sungai sudah tinggal 10 meter lagi dari rumah.

Begitu selesai mengevakuasi air sungai sudah mencium pintu rumah.

Setiap hari jika hujan yang makin deras dan sering selalu ada notifikasi di grup-grup WhatsApp sekolah, dari kerelawanan yang mengabarkan untuk hati-hati. Ya, selalu ada relawan yang rutin menengok ke bantaran kali.

Di awal tahun ini sebetulnya kami sudah cemas benar. Cemas jika tahun ini akan seperti tahun lalu. Januari kemarin rumah-rumah di bantaran kali sudah terendam air. Banyak sekali malah.

 Beberapa rumah bahkan sudah. Ada sekolah yang bahkan sudah tergenang air halamannya. Di jalanan muncul para pemuda yang memasang kotak kardus. Mengambil simpati pengguna jalan yang melintas untuk menyumbang bagi yang rumahnya terendam air.

Saat itu kami sedang di sekolah. Menyiapkan banyak hal untuk ujian. Hari itu sepanjang hari hujan. Tapi kami bertahan di sekolah. Sampai terdengar kabar bahwa air mulai naik. Bahkan jalan ke arah sekolah pun sudah tergenang air.

Mendadak kami segera pulang.

“Hayu pulang. Ntar kejebak banjir malah repot.” Kata temen.

“Iya bener. Air makin naik. Aku mau jaga di rumah juga, khawatir sampai di rumah juga,” kata temen lain.

Ada baiknya kita selalu waspada dengan banjir. Pokoknya kalau sudah hujan sepanjang hari, harus sangat waspada.

Sebaiknya jangan bepergian jauh dulu supaya bisa bertindak cepat kalau ada apa-apa. Misal banjir datang mendadak kita bisa segera mengevakuasi diri atau rumah.

Terutama yang dekat dengan bantaran kali harus waspada berlipat ganda. Jika terjadi kemungkinan terburuk, air yang sudah terlihat membesar maka segera siap-siap, amankan dulu alat elektronik seperti tv, matikan aliran listrik, amankan kulkas, dan lainnya.

Amankan juga kendaraan. Ungsikan ke tempat yang aman dari jangkauan air. Juga ungsikan dulu anggota keluarga yang sudah sepuh untuk mengantisipasi kemungkinan yang tak diinginkan.

tapi semoga tahun 2021 ini tidak ad banjir di manapun di Indonesia ini. Aamiin

About Author

Supadilah S.Si

Seorang guru di SMA Terpadu Al Qudwah, Lebak, Banten. Selalu berusaha menjadi guru yang baik untuk murid-muridnya. Suka belajar apapun. Hobi menulis di blog atau media sosial. Pengen dapat banyak ilmu dan pengalaman di www.guraru.org. Ayo saling berbagi

View all posts by Supadilah S.Si →

Comments (4)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar