1

Warna-warni Simulasi Listrik Dengan Laboratorium Virtual PhET (SILVIA DWI, S.Pd SDN 6 PANGKALPINANG) (0)

SILVIA DWI, S.Pd October 18, 2020

Covid 19 membawa dampak yang luar biasa bagi segala lini kehidupan, termasuk pendidikan. Pembelajaran  yang biasanya berlangsung di kelas, kini dilakukan secara luring dan daring, menyesuaikan dengan kondisi siswa. Pada awal tahun pelajaran baru 2020/2021, sekolah kami dominan menerapkan pembelajaran luring dengan memberikan modul kepada siswa yang kami fotokopi lalu diberikan kepada walimurid sepekan sekali yang berisikan materi pembelajaran dan soal. Hal tersebut dilakukan mengingat banyaknya walimurid yang memiliki tingkat ekonomi ke bawah sehingga jika pembelajaran dilakukan secara daring akan memberatkan mereka dari sisi kuota. Harapannya, hak pendidikan semua siswa di sekolah kami terpenuhi.                            

    Setelah ada bantuan kuota dari pemerintah, sekolah kami mulai dominan menerapkan pembelajaran secara daring. Guru-guru di sekolah kami pun banyak mengikuti webinar atau workshop terkait pengajaran di masa pandemi guna menambah ilmu dalam memberikan pelayanan terbaik bagi siswa. Sehingga, di sekolah seringkali ada acara nonton bersama webinar atau workshop yang mungkin jarang dilakukan ketika masa sebelum pandemi. Pemandangan menonton bersama, zoom bersama, dan mengerjakan tugas workshop bersama-sama dengan mematuhi protokol  menjadi pemandangan sehari-hari di sekolah.                                           Pembelajaran di masa pandemi merupakan pembelajaran yang begitu menantang. Tidak hanya bagi siswa, tetapi juga bagi guru.  Pada saat saya menyelesaikan workshop P4TK terkait pembelajaran menggunakan PhET, eksekusi segera saya lakukan. Saya menyiapkan pembelajaran menggunakan PhET dengan harapan dapat meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa melalui simulasi merangkai rangkaian listrik seri dan paralel di laboratorium virtual PhET. Kegiatan ini juga sebagai variasi pembelajaran agar siswa tidak bosan sekaligus memberikan nuansa pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa. Siswa dapat bersimulasi sendiri di laptop atau gawainya masing-masing seperti mereka bermain games.  Pembelajaran juga saya lengkapi dengan video tutorial yang dibuat sendiri yang saya pelajari otodidak dari Youtube dengan harapan memudahkan siswa dalam bersimulasi.  LKPD pun tidak lupa saya buat untuk mengarahkan siswa dalam melakukan simulasi.                                     

Setelah segala persiapan telah selesai, saya menginformasikan hal tersebut kepada walimurid melalui Whatsapp. Aplikasi simulasi PhET terkait rangkaian seri dan paralel sudah saya download dan bagikan di grup Whatsaap berikut berbagai petunjuk untuk memudahkan simulasi. Video tutorial pun saya berikan melalui link Youtube agar walimurid tidak perlu mendownload video tersebut karena kapasitasnya cukup besar.                                                                  

Beberapa detik setelah saya mengumumkan terkait pembelajaran, WA dari walimurid pun banjir memenuhi gawai saya.         Banyak pertanyaan yang mereka sampaikan kepada saya terkait dengan pembelajaran dengan nuansa baru tersebut. “Bu, PhET itu apa? “. “Bu, anak-anak disuruh ngapain? “. “Bu, aplikasinya itu harus didownload di playstore ya? “. “Bu, kok layarnya kecil, gimana besarinnya? “. “Bu, LKPD itu diisi ya? “. “Bu, LKPD itu apa ya? “Bu, merakit rangkaian seri dan paralelnya dimana? “. Berbagai pertanyaan yang sebenarnya sudah ada dalam penjelasan saya di WA maupun video tutorial itu pun saya layani dengan sebaik mungkin. Saya maklumi, ini merupakan hal yang baru. Tidak hanya bagi murid dan walimurid, tapi juga saya. Biasanya, praktik terkait rangkaian seri dan paralel saya lakukan bersama-sama siswa di kelas. Saat ini, kami melakukannya di laboratorium virtual.                                                                                                  

Seharian saya melayani pertanyaan dan kebingungan siswa dan walimurid saya. Dari sejak pukul 06.37 pagi sejak saya bagikan aplikasi, video, LKPD, dan pengumuman terkait simulasi di whatsapp hingga malam hari menjelang tidur bahkan berlanjut di keesokan harinya, pertanyaan terus berdatangan. Di sela-sela kebingungan dan rasa penasaran siswa  tersebut, juga masuk foto-foto dari walimurid saya terkait keberhasilan anak-anak mereka melakukan simulasi merangkai seri dan paralel. Sehingga di hari yang sama, keberhasilan siswa dan kebingungan siswa melebur memenuhi gawaiku. Aku senang, artinya ada respon dari walimurid terkait pembelajaran yang diberikan. Pembelajaran yang biasanya menggunakan modul yang diberikan ke walimurid dengan sesekali disertai video pembelajaran, kini mereka harus bersimulasi di dunia maya dengan aplikasi yang sudah diberikan.                                                                          

“Bu, ini rangkaian seri dan paralel yang sudah saya buat. Bagus kan? “. Saya tersenyum ketika mendapat WA dari salah satu siswa saya. Saya pun memuji hasil simulasinya sekaligus meminta foto LKPD yang sudah dijawab . Jawaban lucu pun masuk ke WA saya. “Oh ya Bu. Maaf LKPD nya lupa saya lihat. Keasyikan bersimulasi.” Saya pun tersenyum. WA yang tiada henti memasuki gawai saya layani sepenuh hati, mengapresiasi kepedulian walimurid ke anaknya dalam mendampingi mereka belajar. Beberapa juga saya pandu secara pribadi agar siswa memahami dan dapat merasakan simulasi percobaan tersebut melalui Whatsapp. Grup Whatsapp yang saya setting “hanya admin yang dapat mengirimkan pesan” saya maksudkan agar informasi yang sudah saya berikan tidak tenggelam oleh percakapan dan tanya jawab. Sehingga, walimurid dan siswa ketika mengalami kebingungan atau memiliki pertanyaan mengirim pesan wa pribadi ke saya. Berbagai motivasi pun saya berikan kepada siswa saya agar mereka terus semangat belajar, baik melalui teks di Whatssapp atau puisi-puisi yang saya kirimkan ke mereka untuk menumbuhkan semangat belajar mereka.                                                                                                                                    Yah, warna-warni rasanya ketika kita membuat gebrakan metode pembelajaran baru yang berbeda dari sebelumnya. Rasa itu pun bercampur aduk. Namun harapan dalam memberikan pembelajaran yang bermakna bagi siswa membuat kita sebagai guru akan terus belajar, menggali, menemukan, dan  membuat inovasi pembelajaran. Sehingga, membuat nyaman dalam ketidaknyamanan menjadi penting dilakukan bagi guru dengan terus memetik butiran hikmah dari pandemi melalui pembelajaran dan inovasi yang tiada henti.  

#WritingCompetition

#NewNormalTeachingExperience

Comments (1)

  1. Selamat Sore 🙂
    terima kasih banyak atas partisipasi pada Guraru Writing Competition 2020.

    Semoga #sharing pengalaman dan ilmu diatas dapat bermanfaat bagi rekan guru lainnya dan semoga beruntung untuk memenangkan salah satu hadiah dari Guraru!

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar