0

Visitasi Akreditasi yang melelahkan (0)

@ahysholih September 9, 2021
Setelah tahun lalu sempat membaca kisah salah satu rekan sejawat di grup guraru ini mengenai proses akreditasi di Madrasah satminkalnya. Sedikit pengalaman yang sempat saya sharekan ke Whats'up grup Madrasah kami agar bisa menjadi inspirasi & motivasi bagi kami sesama insan madrasah dalam menghadapi akreditasi BAN S/M. Tiba-tiba tahun ini madrasah kami terpilih dari sekian banyak sekolah untuk mengikuti proses tersebut. Sempat bikin shock sebab pengumuman keluar di bulan Agustus menjelang hari kemerdekaan, sementara visitasi dijadwalkan di awal bulan september & alhamdulillah sudah kami jalani.

Sedikit terpacu oleh waktu, kami bergerak cepat membentuk tim untuk mengadakan semua dokumen yang dibutuhkan setelah mengundang pengawas madrasah yang baru saja berganti beberapa saat sebelum pengumuman keluar. Sambil berusaha beradaptasi dengan sistem kerja yang dijalankannya, kami berusaha mengikuti arahannya seputar akreditasi yang sebentar lagi kami jalani. Mulai dari pengisian instrumen angket akreditasi sampai penyiapan dokumen yang lumayan banyak.

Sebenarnya, sertifikat akreditasi kami masi berlaku sampai tahun depan. Namun, kabar yang berhembus madrasah kami bersama sekolah/madrasah lainnya yang terdaftar mengalami penurunan mutu sehingga diperlukan proses akreditasi lebih awal.

Dibanyangi kabar yang kurang sedap serta terbatasnya aktifitas akibat ppkm yang berlaku hampir di seluruh wilayah negeri kita yang tercinta ini, kami mengumpulkan dokumen-dokumen yang diperlukan. Dengan mengandalkan teknologi, kami lebih sering bertukar informasi via Wa. Kirim data pendukung via WA jg sehingga dokumen yang teruploud kurang jelas alias buram sebab sebagian diperoleh dari foto dokumen dari pihak luar yang dikirimkan kpd kami sebab aktifitas dibatasi oleh ppkm.

Setelah dokumen diunggah ke sispena sampai deadline pada 24 Agustus 2021, kami segera membagi tugas untuk menyiapkan dokumen visitasi non unggahan sebab kemungkinan visitasi tatap muka akan dilakukan. Namun manusia berencana, qadarullah berkata lain. Alih alih tatap muka pembelajaran, visitasi dikabarkan akan dilakukan secara virtual pula.

Dimalam jelang hari pertama gelombang 1, grup wa kami sibuk dgn koordinasi, saya tidak mengikutinya sebab kouta internet saya kebetulan habis & baru saya sadari ketika subuh. Sehingga begitu isi kuota data internet. Maka bertubi-tubilah pesan chat wa yang masuk. Salah satu menarik perhatian, pak Kamad meminta salah satu dari kami mengunjungi sekolah desa tetangga, yang kebetulan divisitasi di gelombang pertama yang secara kebetulan kami dijadwalkan dengan gelombang yang berbeda tetapi dengan asesor yang sama.

Pagi-pagi sekali aku berangkat menuju ke rumah kakak duluan sebab hari ini kami dijadwalkan mengajar daring. Setelah mengambil materi darinya sebab mapelnya dijadwalkan di 2 jpl awal. Aku basa-basi ke siswa, minta maaf, materi dikirim lebih awal. Kebetulan kakak gadgetnya lagi bermasalah sehingga minta tolong materinya melalui gadget saya.

Sampai di sekolah yang dituju, waktu menunjukkan jelang pkl. 08 waktu setempat. Kulangkahkan kakiku dengan mantap, maklum sekolah ini almamaterku dulu semasa di sekolah dasar. Selain itu kepseknya masi terbilang tetangga di domisiliku saat ini. Waktu masuk ke ruang kantor kepsek setelah mengucapkan salam. Kudapati mereka masi mempersiapkan segala sesuatu untuk visitasi.

Aku segera melaporkan diri, namun wajah keheranan dari mereka melihat keberadaanku, aku segera menjelaskan maksud silaturahmi dadakan & kelihatan tuan rumah sepertinya tidak siap menerima tamu. Mereka menyergah, mengira kami bersamaan visitasi hari itu. Namun dengan mantap, aku membantah dengan alibi “tak mungkin dikirim kalo jadwal kami sama”

Memang mi sih, tak ada mandat resmi dari pimpinan kpd saya, namun atas kesadaran sendiri aku mendatangi tempat tersebut dengan berharap mendapat masukan yang berarti sehingga kami bisa melewati visitasi dengan lebih baik.

Selama disana, aku perhatikan segala yang mereka lakukan, ketika sesi wawancara virtual saya pasang kuping baik-baik, menyimak segala materi wawancara dengan cermat kemudian mencatatnya di smartphone yang setia dalam genggamanku. Setiap info yang ku dapat segera kukirim via Wa

Seharian saya menemani mereka menjalani visitasi, badan letih tak terkira aku balik ke rumah ba’da ashar, kemudian menemui teman yang masi sibuk dengan persiapan dokumen untuk visitasi di madrasah kami.

Akhirnya, tibalah kami pada jadwal visitasi setelah diundur sehari sebab bertepatan dengan hari Ahad, hari libur bagi sebagian besar bekerja, tapi beda dengan kami di sebagian Madrasah yang lebih memilih libur di hari Jum’at. Pak Kamad datang lebih awal dari biasanya, pkl 06 lewat waktu setempat beliau menginformasi keberadaannya via Wa, dengan menunjukkan fotonya memakai seragam yang bukan sesuai aturan, tetapi atas inisiatif rekan-rekan, saya sempat menyela ga memiliki seragam tersebut, tapi aku pikir aku pake aja pakaian yang senada dengan warnanya.

Aku bertemu pak Kamad sekitar pkl setengah delapan, kukirimkan info ke teman-teman agar segera bergegas, saya tak ingin kejadian pada study banding dadakan tempo hari terulang pada kami.

Menjelang pkl 08 mereka baru berdatangan, saya sempat ketar ketir menelan ludah, menahan berkomentar harus menyaksikan kejadian yang hampir sama terulang. Kami mengikuti pembukaan visitasi agak molor dari jadwal sebab teekendala teknis.

Kami agak terhibur sebab bisa mengikuti proses visitasi dengan lancar di hari pertama berupa sesi wawancara dengan berbagai pihak, mulai dari kamad, ketua komite, perwakilan ortu/wali siswa, sepasang perwakilan guru hingga perwakilan siswa sebanyak 2 pasang siswa/siswi. Hanya menyisakan 5 butir wawancara untuk kamad di esok hari.

Visitasi di hari kedua dijalani dengan lancar, tanpa hambatan berarti namun masalah mulai timbul pada video proses pembelajaran yang dilakukan sehari sebelum visitasi berlangsung. Rekamannya susah teruploud ke apk google drive sebagaimana permintaan asesor yang minta dikirimkan link-nya.

Alhamdulillah, kami diberi kesempatan untuk memperbaiki hasil unggahan kami yang tak sempurna hingga deadline sekitar pkl 05 sore waktu setempat setelah sekitar pkl 01 siang penutupan visitasi akreditasi madrasah kami digelar.

Semoga pengorbanan kami para insan madrasah bisa berbuah manis mulai dari pra visitasi hingga pelaksanaannya yang cukup melelahkan bernilai ibadah di hadapan Allah SWT. Aamiin ya Rabbul alamin.

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar