7

UP GRADING THE SELF : FROM TEN TO ZERO LEVEL… (+2)

Thya Bhintarti December 30, 2013

kita, pada dasarnya adalah langit
dan perasaan-perasaan kita adalah
awan-awan yang menyertai langit itu…

Satu bulan terakhir, saya mengalami banyak kejadian yang membuat saya banyak berpikir ulang ke dalam diri sendiri. Membuat saya menjadi sangat lelah. Sebulan ini saya merasa level saya meningkat jadi level 10. Kehilangan orang-orang yang saya sayangi membuat saya harus terus meng-up grading diri saya untuk selalu siap bahwa kehilangan itu sesuatu yang wajar dan kapan pun bisa terjadi.

Akhir bulan ini, saya mendapatkan teman-teman baru yang membantu saya menata diri dan menata semua perasaan saya. Membantu saya berlatih untuk memaafkan diri sendiri atas semua kejadian yang saya alami dan memberikan banyak pencerahan tentang apa yang sudah saya lakukan. Mengolah lagi pertanyaan esensial diri,”Apakah benar saya sudah memaafkan diri saya sendiri, orang-orang lain, dan memaafkan Tuhan saya atas semua kejadian yang saya alami?”.

Minggu ini, minggu yang berat buat saya, ketika saya harus lebih mendengar lagi suara hati. Suara hati yang bersih, suara yang berasal dari dalam diri sendiri.

Minggu ini, menjadi berat ketika suara negatif tentang diri saya begitu kuat. Ketika, dzikir harus terus dilantunkan. Ketika pikiran tak bisa kosong sedikitpun. Ketika saya hanya bisa menangis dalam sujud memohon agar suara negatif itu hilang perlahan.

Meskipun bukan pertama kalinya saya duduk di bangku klien, pertemuan dengan seorang terapis yang juga seorang sahabat membuat kondisi saya menjadi lebih nyaman. Pertemuan pertama dengannya energi saya terkuras. Begitu banyak emosi negatif yang harus saya keluarkan. Rasa marah, sedih, kecewa, tertekan, khawatir dan masih banyak emosi negatif lainnya harus saya lepaskan. Beberapa kali saya menyangkal semua perasaan itu. Penyangkalan yang membuat kondisi saya semakin buruk.

Hari itu, saya kehilangan energi. Pulang dalam kondisi ketidak berdayaan. Sehari itu, saya menangis. Beruntung bagi saya memiliki terapis yang juga sahabat baik, ia membimbing saya melalui telepon. “Ayo, kamu bisa…” katanya berulang-ulang.

Di pertemuan kedua, setelah melakukan kursi kosong. Saya diminta untuk hening. Memeriksa kembali potensi-potensi baik yang saya miliki, bersyukur atas apa yang sudah saya dapatkan dan menerima semua kejadian yang saya alami.

Hening sejenak, belajar menerima semuanya. Berdamai dengan diri sendiri. Berdamai dengan hati.

Dua kali pertemuan itu, saya jadi lebih banyak belajar untuk lebih bisa melepaskan perasaan-perasaan saya yang tidak nyaman. Berani untuk memutuskan hubungan-hubungan yang membuat saya tidak sehat selama ini. Berani menetapkan hidup saya untuk hari ini dan bukan untuk masa lalu. Ummm, mungkin seperti yang seringkali Gerry Puraatmaja, penyiar radio favorite saya bilang, “Today is your day, yang kemarin ya… biarkan berlalu, sementara hari esok gak usah ditunggu-tunggu”. Belajar menjadi orang yang berada disini dan sekarang. Here and now

Akhir bulan ini membuat saya lebih bersyukur, Alhamdulillah saya mengetahui kelelahan ini lebih awal, sehingga saya sudah memiliki kekuatan yang cukup untuk berlatih di bulan-bulan yang akan datang.

Minggu terakhir di bulan ini,
saya menghapus file-file yang tidak penting dalam diri saya dan
mengatur file-file lain sehingga bisa berfungsi dengan baik.

Minggu terakhir di bulan ini,
saya belajar untuk jadi langit dan
melihat semua perasaan-perasaan saya seperti awan
yang akan bergerak bebas… lepas…
dan kemudian hilang…

Hari ini, sekarang dan selamanya saya mengijinkan diri melakukan hal yang terbaik untuk diri saya sendiri dan orang lain di sekitar saya.

…tunduk pada Tuhan dan tegak pada makhluk.

(buat Sang Guru, atas rasa syukur telah memberikan kesempatan untuk naik kelas…)

30/12/2013 3:00:00

Selamat menyambut Tahun Baru, teman-teman…

Tagged with:

Comments (7)

  1. Mungkin tidak hanya Ibu Thya..di akhir tahun ini, kesempatan buat kita semua untuk refleksi diri, bersyukur atas semua karunia-Nya, dan bertekad untuk melakukan yang terbaik ke depannya..

    Ibu sekarang berada di komunitas sehat dan inspiratif, Guraru yang insya Allah akan memberi banyak kesempatan kepada kita untuk berbuat baik..
    Selamat tahun baru 2014 juga ibu, salam kenal 😀

  2. Air mata membersihkan jiwa, menulis isi jiwa adalah terapi bentuk lain untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas Bu Thya.
    Seandainya mata saya berair barangkali sudah dari tadi berembun

    Selamat mengisi hari-hari di web Guraru, Bu guru

  3. Tulisan ibu enak sekali dibaca. Di akhir tahun ini kita memang perlu melakukan refleksi, self-essessment seperti yang ibu lakukan. Maaf di TWC 3 saya sibuk sehingga tak sempat membaca FB. Hari inipun kami masih akan menyelesaikan PR menulis TWC 3, jadi belum sempat melakukan yang lain, kecuali sharing dengan Guraru memang merupakan salah satu kegiatan primer, hehehe. Selamat menghadapi tahun baru, Insya Allah semua yang negatif hilang total dan thn depan kita dapat serba positif dalam give and take, share each other in this website. Thx for nice sharing.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar