11

Unik ; Presentasi dengan Media Kalender Bekas (+7)

Pendidik Menulis β—‹ Abdul Muis May 9, 2015
kalender bekas

Kalender Bekas hasil karya peserta didik

Nyaman dan tenang serta dapat dinikmati dengan penuh keriang gembiraan adalah suasana yang dirindukan oleh setiap peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Tingkat keberhasilan dalam kegiatan pembelajaran salah satunya dapat diketahui dari tingkat antusiasme peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran dikelas. Kurikulum yang dirancang sedemikian rupa salah satunya bertujuan memberikan kenyamanan kepada pendidik dan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Keduanya (pendidik dan peserta didik) merupakan aktor utama kegiatan pembelajaran yang berlangsung dikelas.

Oleh karenanya, kreativitas dan inovasi perlu dilakukan pendidik agar kegiatan pembelajaran yang dirancang dikelas, dapat dinikmati oleh peserta didik dan tidak menimbulkan kesan monoton serta membosankan. Berawal dari bincang-bincang singkat bersama seorang rekan guru pada kegiatan MGMP PAI SMA-SMK Kabupaten Lumajang beberapa waktu yang lalu, maka timbullah ide untuk memanfaatkan kalender bekas dalam kegiatan pembelajaran, dengan tujuan menumbuhkan kreativitas peserta didik, meningkatkan hasil belajar peserta didik serta menghilangkan kesan monoton dan membosankan dalam pembelajaran, tentunya dengan cara sederhana namun menyenangkan serta tidak mengabaikan unsur-unsur penting dalam kegiatan pembelajaran.

Mengapa harus kalender bekas ?. Pertama, karena pertimbangan kreativitas dan inovasi pembelajaran yang menuntut guru harus kreatif dan melibatkan aktivitas peserta didik secara penuh, walaupun pada dasarnya pemanfaatan kalender bekas dalam pembelajaran ini, tidak sepenuhnya bergantung kepada kreativitas, artinya guru kapan saja bisa menggunakan metode ini untuk menghilangkan kesan monoton pembelajaran yang dilaksanakan dikelas. Kedua, menumbuhkan semangat berkompetisi antar sesama peserta didik melalui kegiatan pembelajaran dikelas. Dengan cara ini peserta didik akan merasa tertantang untuk terus berkreasi dan menyajikan karya terbaik dengan media kalender bekas yang disediakan. Ketiga, kalender selama ini hanya digunakan pada saat tahun aktif saja, pemanfaatan setelah berakhirnya masa kalender (kadaluwarsa tahun) jarang sekali dilakukan dan bahkan seringkali diabaikan, oleh karenanya daripada kalender tersebut terbuang dengan percuma tanpa manfaat, maka lebih baik digunakan dalam kegiatan pembelajaran dikelas. Keempat, menyiasati minimnya sarana prasarana sekolah yang tersedia, khususnya bagi sekolah yang memiliki keterbatasan sarana seperti LCD proyektor, maka kalender bekas ini dapat menjadi media yang sangat berguna, setidaknya dapat menggantikan fungsi LCD proyektor serta menghemat biaya, walaupun dalam praktiknya dilakukan secara manual.

Langkah Penerapan

Pemanfataan kalender bekas ini telah diterapkan pada peserta didik tingkat SMA, hasilnya luar biasa, tingkat pemahaman materi peserta didik dalam kegiatan pembelajaran meningkat, materi yang disajikan juga lebih bervariatif dengan berbagai teknik dan metode, peserta didik pun dapat mengingat kembali materi sebelumnya melalui media kalender karena setiap hari kelas selalu berinteraksi dengannya yang djadikan sebagai media pembelajaran ini. Menurut hemat penulis, media kalender bekas ini memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi dalam kegiatan pembelajaran. Langkah yang dapat dilakukan dalam pemanfataan media kalender bekas ini dijelaskan pada uraian berikut.

Pertama, tahap persiapan. Peserta didik dalam satu kelas dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil yang terdiri dari 4 sampai dengan 5 orang, kemudian mereka diminta untuk duduk bersama sesuai dengan kelompok yang telah ditentukan sebelumnya. Sebagai catatan, guru dapat memilih beberapa peserta didik dengan kemampuan pemahaman di atas rata-rata, untuk disebar di masing-masing kelompok dan ditunjuk sebagai koordinator kelompok.

Kedua, tahap pembagian materi dan pokok bahasan. Masing-masing kelompok menerima bahasan materi yang ditentukan oleh guru. Materi yang diterima oleh masing-masing kelompok dapat berupa materi dalam satu tema dengan sub pokok bahasan yang berbeda-beda. Hal ini dimaksudkan agar kreativitas dan imajinasi peserta didik pada setiap kelompok dapat tumbuh berkembang melalui diskusi kelompok dengan media kalender bekas ini.

Ketiga, tahap pembagian kelompok. Setelah guru membagikan materi kepada masing-masing kelompok, langkah berikutnya adalah menyiapkan beberapa media gambar dalam bentuk print out yang mewakili sub pokok bahasan pada masing-masing kelompok namun tetap dalam satu tema. Gambar yang diberikan kepada setiap kelompok sebanyak 3-5 gambar, dengan ukuran gambar menyerupai foto (kira-kira ukuran gambar dalam foto 3R), dan berada dalam satu lembar kertas (tidak perlu memakai kertas foto untuk prin out gambar, cukup menggunakan kertas HVS yang biasa digunakan untuk print dokumen). gambar ini disiapkan oleh guru dengan memperhatikan tema kegiatan pembelajaran pada saat itu. Guru dapat memanfaatkan internet untuk mengumpulkan beberapa gambar yang dianggap sesuai dan cocok untuk diberikan kepada peserta didik sesuai dengan tema yang akan dibahas saat itu.

Keempat, tahap pra eksekusi. Setelah gambar disiapkan, guru kemudian membagikan lembaran berisi gambar tersebut kepada masing-masing kelompok. Selain terdapat gambar, dalam lembaran yang diberikan kepada setiap kelompok juga terdapat instruksi jelas, langkah apa yang harus dilakukan oleh setiap kelompok terhadap materi yang diberikan oleh guru melalui media gambar tersebut. Pada setiap gambar, guru memberikan nomor gambar untuk memudahkan identifikasi gambar ketika proses ekskusi pada kalender bekas dalam pembelajaran.

Kelima, tahap persiapan setiap kelompok. Setiap kelompok diminta menyiapkan kalender bekas yang sudah tidak berlaku (kadaluwarsa tahun, lebih baik jika kalender yang digunakan adalah kalender besar yang terdiri dari 4-6 lembar), gunting, lem perekat, spidol whiteboard dan penggaris. Sebagai catatan tambahan, karena metode pemanfataan kalender bekas ini diterapkan pada peserta didik tingkat SMA, maka mereka dapat menyiapkan sendiri apa yang dibutuhkan pada setiap kelompok sesuai dengan instuksi guru mata pelajaran. Namun metode ini juga dapat diterapkan pada peserta didik tingkat SD, dengan catatan guru sendiri yang menyiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan, dan peserta didik pada masing-masing kelompok tinggal mengekskusi sesuai denganarahan dari guru, tentunya dengan bimbingan dan pengawasan agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan yang direncanakan.

Keenam, tahap eksekusi. Setelah semua bahan disiapkan, saatnya proses ekskusi. Peserta didik duduk dan berkumpul sesuai dengan kelompok masing-masing. Melalui penjelasan guru dan intruksi tambahan yang terdapat pada lembaran gambar yang telah dibagikan, setiap kelompok dibimbing untuk mengikuti instruksi pada lembar gambar tersebut. Gambar yang terdapat pada lembaran terseut digunting sesuai dengan pola yang ada pada gambar, peserta didik yang lain dalam satu kelompok menyiapkan kalender dan lem perekat untuk menempel gambar yang telah digunting tersebut.

Ketujuh, tahap kerjasama. Peserta didik pada setiap kelompok kemudian menempel gambar yang telah ditentukan pada media kalender yang telah disiapkan sebelumnya. Letak gambar yang ditempel disesuaikan dengan urutan gambar yang diberikan. Yang perlu diperhatikan dalam proses menempel gambar ini adalah peserta didik diminta untuk menempel gambar pada bagian belakang kalender (kalender dalam keadaan terbalik/bagian belakang kalender yang kosong dan tidak terisi gambar kalender). Posisi gambar juga disesuaikan dengan penjelasan yang nantinya akan ditulis pada kalender. Artinya gambar tidak ditempel sekaligus berurutan dalam satu lembar kalender, tapi ditempel satu demi satu pada setiap lembarnya. Kemudian, karena proses menempel ini menggunakan lem perekat, maka guru juga harus memperhatikan kebersihan, artinya dianjurkan peserta didik menggunakan alat lain untuk merekatkan lem pada gambar agar tidak mencemari dan mengotori lingkungan sekitar.

Diskusi masing-masing kelompok

Kedelapan, tahap mengamati. Setelah gambar ditempel pada setiap lembar kalender, dengan arahan dan bimbingan guru, setiap kelompok diminta untuk mengamati gambar yang ada pada masing-masing kelompok. Sebagai tambahan, usahakan gambar yang diterima setiap kelompok berbeda-beda, namun tetap dalam satu cakupan bahasan, agar kreativitas peserta didik lebih meningkat. Ini artinya jika dalam satu kelas terdapat lima kelompok dan dalam satu kelompok ada 5 gambar, maka setidaknya guru harus menyiapkan 25 gambar berbeda yang berada dalam satu cakupan materi.

Kesembilan, tahap diskusi. Pada tahap sebelumnya, setelah peserta didik pada masing-masing kelompok mengamati setiap detail gambar, maka langkah selanjutnya adalah mendiskusikan hasil pengamatan pada setiap gambar. Dalam tahap ini guru berperan sebagai fasilitator, memberikan bimbingan dan arahan kepada masing-masing kelompok untuk mendiskusikan hasil pengamatan gambar. Diskusi kelompok ini tentunya dikaitkan dengan materi dan bahasan yang disajikan waktu itu. Hasil ringkasan diskusi kemudian ditulis pada kalender, tepat di bawah atau disamping gambar, sebagai keterangan dari gambar tersebut.

Kesepuluh, tahap eksplorasi. Hasil diskusi setiap kelompok yang telah dituangkan dalam tulisan kalender sebagai keterangan dan penjelasan masing-masing gambar, kemudian dipresentasikan di depan kelas secara bergiliran. Pada tahap ini guru bertindak sebagai moderator, mempersilahkan setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi secara bergantian.

Kesebelas, tahap elaborasi. Pada tahap ini presentasi yang disajikan oleh satu kelompok, kemudian ditanggapi dan dipadukan dengan kelompok yang lain. Guru masih tetap pada perannya sebagai moderator yang memberikan arahan kepada peserta didik pada setiap kelompok.

Keduabelas, tahap konfirmasi. Setelah masing-masing kelompok secara bergiliran mempresentasikan hasil pengamatan dan diskusinya, maka pada tahapan yang terkahir ini guru memberikan penjelasan berupa konfirmasi secara runut dan tertib, mulai dari kelompok yang pertama sampai pada kelompok yang terakhir. Memperbaiki beberapa catatan yang diperlukan untuk sinkronisasi materi dengan gambar yang disajikan. Dalam hal ini peserta didik memperhatikan keterangan guru, dan mencatat hal-hal yang dianggap perlu sebagai bahan revisi.

Ketiga belas, tahap finalisasi. Setelah seluruh rangkaian kegiatan pembelajaran selesai dilaksanakan, maka terakhir adalah finalisasi. Pada tahap ini setiap kelompok mempublikasikan hasil kerja masing-masing dengan cara memajang dibelakang kelas. Dengan demikian akan terlihat jelas kerapian dan hasil kerja setiap kelompok yang dapat memacu semangat berkompetisi.

Seluruh langkah pembelajaran dengan media kalender bekas di atas, relevan dan bisa diterapkan pada peserta didik jenjang SMP dan SMA. Untuk peserta didik jenjang SD, membutuhkan bimbingan penuh guru mata pelajaran, terutama dalam tahap persiapan. Disadari atau tidak, melalui media ini peserta didik dapat terpacu untuk berkompetisi menampilkan karya terbaiknya di depan kelas, dengan demikian, disamping tujuan pembelajaran terlaksana, kegiatan dalam pembelajaran juga berjalan dengan baik, menyenangkan dan tidak terkesan monoton.

Kelebihan dan Kelemahan

Setiap media pembelajaran selalu memiliki kelebihan dan kekurangan, tak terkecuali dengan media kalender bekas ini. Selain hemat biaya, media ini juga dapat menjadi pengganti LCD proyektor terutama bagi sekolah yang sarana dan prasarananya tidak memenuhi. Kelebihan yang lain adalah semangat berkompetisi antar sesama peserta didik untuk menampilkan karya terbaiknya, karena pada akhir pembelajaran, unjuk kerja setiap kelompok dipajang di belakang kelas, sehingga bisa dibandingkan dengan hasil kerja kelompok lain. Disamping itu juga, dengan menggunakan media kalender ini peserta didik semakin mampu untuk berfikir dengan nalar kritis, menyikapi fenomena yang timbul terutama yang ada disekitar mereka. Presentasi yang disajikan peserta didik dengan menggunakan media kalender ini mirip dengan presentasi menggunakan LCD proyektor, hanya saja dengan media kalender ini disajikan dengan cara manual, yang menuntut disiplin dan kerjasama peserta didik dalam kelompok.

Menggunting dan menempel gambar

Disamping kelebihan di atas, media ini juga tak luput dari ketidaksempurnaan. Kegiatan pembelajaran dengan menggunakan media ini membutuhkan banyak kalender, jika setiap kelas ada lima kelompok, maka maka dibutuhkan lima kalender bekas untuk kegiatan pembelajaran dengan media ini. Disamping itu juga media ini perlu perhatian dan bimbingan khusus jika diterapkan pada tingkat dasar (SD), guru harus memberikan perhatian ekstra kepada peserta didik pada masing-masing kelompok, pada setiap langkah dalam kegiatan pembelajaran agar berjalan maksimal.

Pemanfaatan kalender bekas dalam kegiatan pembelajaran ini telah diterapkan pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti tingkat SMA kelas XI di SMA Negeri Yosowilangun. Analisis dari hasil pembelajaran dengan menggunakan media ini, pemahaman peserta didik terhadap materi yang dipelajari meningkat, antusiasme peserta didik dalam kegiatan pembelajaran pun juga meningkat. Pemanfaatan media kalender bekas ini memberikan banyak manfaat, disamping hemat dan tidak mencemari lingkungan, hasil unjuk kerja peserta didik pun bisa dipanjang dan dapat dibaca hingga akhir semester.

Comments (11)

  1. heeeee …. ini KTInya ya Pak … ikut gupres tahun ini?
    tulisannya lengkap banget … gmn kabar http://www.kopimanis.wordpress.com ?
    AYO MENDIDIK | m. subakri

    ____________________________

    Ah, … Ustadz Bakri πŸ™‚ belum ikut GURPRES tadz, kata beberapa ‘pemerhati’, saya terlalu KECIL tadz, nunggu SAAT mungkin ya, mohon doanya tadz, πŸ™‚
    kopi manis ada di admin PGRI Kecamatan tadz, πŸ™‚
    ini blog saya ustadz : http://www.pendidikmenulis.wordpress.com

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar