0

Ulang Tahun Ceriaku (0)

Supadilah S.Si February 23, 2021

Ulang Tahun Ceriaku

Akhirnya selesai juga aku membuat presensi dengan google form. Hari ini aku punya dua jadwal mengajar kuliah. Masih daring, tentu saja. Setiap pertemuan berdurasi satu setengah jam. Kalau tiga jam mengajar, sebetulnya enam jam aku di depan laptop. Persiapan mengajar itu bahkan bisa lebih lama daripada mengajarnya.

Ulangtahunku tiga hari lagi. Lama di depan laptop membuatku hampir melupakannya. Tapi seperti biasa aku yakin suamiku dan anak-anakku membuat perayaan kecil. Yah, sebagai bentuk rasa syukur.

Tahun lalu aku dikasih kado gamis. Tentu tidak lupa kue ulang tahun. Nah, tahun ini kira-kira dapat kado apa ya?

Aku dan suami punya kesepakatan. Kami tidak akan pura-pura lupa perayaan ulang tahun lalu memberikan surprise. Tidak akan. Sebab kami yakin harusnya kita tidak akan lupa ulang tahun pasangannya. Keterlaluan kalau lupa.

Karena itu aneh kalau pura-pura lupa lalu ngasih kejutan. Klise. Hehe…

Setiap ulang tahun kami bergantian memberikan kado. Tidak perlu mahal-mahal yang penting bermakna dan membuat bahagia. Biasanya kami membuat planning beberapa hari sebelum merayakan ulang tahun. Sebagai bentuk persiapan.

Tahun lalu, gamis bahkan sudah datang 3 hari sebelum tanggal 28 Januari. Ya, ulangtahunku setiap 28 Januari. Suamiku memesannya dari toko teman.

“Sekalian membantu jualan teman, Dek,” terangnya.

Kebayangkan kalau suami pura-pura ngasih kejutan, eh ternyata warnanya tidak sesuai seleraku dan ukurannya tidak pas. Wah, bisa-bisa ditukar lagi ke penjualnya. Hehe…

Sebaliknya, saat akan membeli kue ulang tahun suamiku, aku meminta pertimbangannya  dulu.

“Mas mau kue yang mana,” aku menyodorkan beberapa pilihan kue ulang tahun.

“Yang ini aja deh. Anak-anak kan suka cokelat,”

“Kan yang ulang tahun Mas,”

“Iya sih. Tapi kita kan makan kue nggak seberapa. Habis itu anak-anak yang habisin,”

“Iya juga. Anak-anak kan suka coklat ya. Ya udah ini aja Mas.

Begitulah di setiap ulang tahun kami. Selalu disiapkan. Tidak ada kejutan.

Tapi entah kenapa kali ini sudah dekat ke ulangtahunku tapi kok suamiku nggak nanya apapun. Aku mau nanya tapi sibuk dengan daring. Hufft

Aku sedang mengelap sepatu futsal. Sore ini aku berencana mau main futsal. Beruntung di daerahku belum termasuk zona kuning atau merah. Jadi masih memungkinkan untuk beraktivitas di luar rumah.

Tiba-tiba datang sulungku. Namanya Mas Jundi.

“Abi, bentar lagi bunda ulang tahun. Kita kasih kado ya,” lirih suara sulungku. Dia bisik-bisik supaya tidak terdengar oleh bundanya yang berjarak sekitar delapan meter.

“Emang iya Bunda ulang tahun?” tanyaku pura-pura.

“Iya, kata Amah juga gitu. Kata Amah kita belikan kado,”

Amah adalah pengasuh anak-anak. Selain beres-beres rumah Amah bertanggung jawab dengan hafalan Al Qur’an si sulung.

“Oke, kita mau ngado apa?”

Lalu si sulung membisikkan sesuatu ke telingaku. Seketika mataku membesar. Aku lalu mengapresiasinya. Dua jempol aku acungkan. Senyumku mengembang, meskipun di dalam mendadak miris.

 *

About Author

Supadilah S.Si

Seorang guru di SMA Terpadu Al Qudwah, Lebak, Banten. Selalu berusaha menjadi guru yang baik untuk murid-muridnya. Suka belajar apapun. Hobi menulis di blog atau media sosial. Pengen dapat banyak ilmu dan pengalaman di www.guraru.org. Ayo saling berbagi

View all posts by Supadilah S.Si →

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar