6

Ujiannya dimana saja, bagi raportnya di rumah Peserta Didik (+4)

Muslih May 5, 2015

Artikel ini diikutkan dalam lomba menulis Guraru untuk Bulan Pendidikan berhadiah Acer One 10”

Sekolah adalah tempat belajar dan mengajar dengan segala metode pengajaran yang disampaikan oleh guru. Dalam proses belajar mengajar secara klasikal dilaksanakan di ruangan kelas tidak terkecuali ulangan atau ujian. Hal itu merupakan kegiatan yang sudah umum dilaksanakan oleh suatu sekolah.

Saya mengajar di Sekolah Menengah Kejuruan Wikrama Bogor, dimana sekolah ini didirikan pada tahun 1996 dengan jumlah peserta didik pada tahun pertama adalah 34, dan Alhamdulillah saat ini sudah memiliki 1370 an peserta didik. Dengan banyaknya peserta didik yang ada saat ini membutuhkan perhatian yang ekstra, diantaranya bagaimana kita harus mampu memonitor seluruh peserta didik baik dari akademik maupun non akademiknya.

Kemampuan sekolah mengembangkan inovasi maupun kreatifitas untuk menangani hal di atas merupakan tuntutan wajib, itulah yang dilakukan oleh SMK Wikrama Bogor yaitu dengan membangun media ulangan/ujian secara online yang dinamakan dengan Paperless Exam sendiri yang diintegrasikan dengan Sistem Informasi Manajeman Administrasi Pendidikan (SIM-AP).

Penjelasan :

1. Paperless Exam  merupakan aplikasi ujian tanpa kertas dengan fitur sebagai berikut :

a. Bagi Guru :

– Guru dapat memasukkan soal sesuai dengan Kompetensi dasar dan indikator yang telah disesuaikan dengan kurikulum
– Guru dapat menentukan Kompetensi Dasar mana saja yang akan dijadikan bahan ulangan/ujian baik ulangan Harian, Ulangan Tengah Semester, Ulangan Akhir Semester maupun Ulangan Kenaikan Kelas
– Guru dapat melihat hasil latihan maupun ulangan yang telah dilakukan oleh Peserta Didik secara berkala
– Guru dapat melihat analisis soal yang telah dibuatnya untuk mengetahui kualitas dari soal yang dibuatnya

Berikut adalah tampilan Paperless Exam untuk Guru Mata Pelajaran

daftar nilai

b. Bagi Peserta Didik :

– Peserta Didik dapat melakukan latihan soal sebelum ulangan (Harian, Tengah Semester, Akhir Semester maupun Kenaikan Kelas) kapan saja dan berapa kali saja.
– Peserta Didik mendapatkan feedback secara langsung mengenai soal-s0al yang dikerjakan, mana yang salah dan mana yang benar, sehingga peserta didik diarahkan untuk fokus belajar selanjutnya pada soal pada Kompetensi Dasar tertentu yang belum bisa
– Peserta Didik mengetahui sejarah latihan atau ulangan yang telah dilaksanakan, sehingga memberikan gambaran riil mengenai kemajuan dirinya dalam belajar.

berikut adalah tampilan Paperless Exam untuk Peserta didik

21-04-2015 10-47-05

c. Bagi Wakil Kepala (Waka) Sekolah bidang Kurikulum :

– Waka Kurikulum mengetahui pencapaian peserta didik untuk setiap mata pelajaran
– Waka Kurikulum dapat memonitor bank soal yang dimiliki oleh setiap guru mata pelajaran
– Waka Kurikulum dapat memonitor tingkat kesiapan setiap guru mata pelajaran dalam menyiapkan setiap ulangan (Harian, Tengah Semester, Akhir Semester maupun Kenaikan Kelas)

Kesimpulannya adalah dengan aplikasi Paperless Exam memberikan banyak manfaat dan kemudahan bagi pihak-pihak yang terlibat dalam pembelajaran, sehingga pembelajaran dapat dikendalikan secara bersama-sama.

Bagi pihak sekolah tentunya akan memberikan dampak efisiensi baik waktu maupun biaya karena tidak harus menggunakan kertas dalam setiap ulangan dan langsung memberikan hasil.

2. Sistem Informasi Manajemen – Administrasi Pendidikan (SIM-AP)

21-04-2015 10-37-08

SIM-AP ini merupakan sistem terintegrasi yang dibangun sendiri oleh pihak SMK Wikrama Bogor dengan tujuan utamanya adalah untuk mempermudah koordinasi antar semua bagian yang ada di sekolahan, mulai dari Kepala Sekolah sampai kepada Peserta Didik. Termasuk hasil dari ulangan yang dilakukan oleh peserta didik melalui Paperless Exam akan secara otomatis masuk ke dalam sistem ini.

Dengan demikian semua pihak yang berkepentingan dapat mengetahui informasi dengan cepat mengenai pencapaian peserta didik baik dalam bidang akademik maupun non akademik, karena dalam sistem ini tercatat kinerja peserta didik.

Di SMK Wikrama Bogor tidak ada Wali Kelas namun adanya Pembimbing Rayon/Siswa (PS) dimana tugas PS ini adalah sama seperti Wali Kelas. Akan tetapi dari sisi uraian tugas lebih detail dan lebih banyak lagi, dimana PS membimbing peserta didik yang dikelompokkan berdasarkan wilayah tempat tinggal baik yang kelas X, XI dan XII dengan berbagai jurusan/kompetensi keahlian. Sehingga PS akan membimbing peserta didik yang sama selama 3 tahun, hal ini memungkinkan untuk mengetahui perjalanan peserta didik mulai dari diterima di SMK Wikrama sampai dia lulus. Artinya pembimbingan terhadap peserta didik dilakukan secara tuntas dan berkelanjutan, bahkan setelah mereka lulus masih menjadi tugas PS untuk memonitor alumni tersebut.

Berikut tampilan lain dari SIM-AP

21-04-2015 10-38-27

Oleh karena itu sesuai judul di atas maka pelaksanaan pembagian raport peserta didik sering penulis lakukan di rumah salah satu peserta didik dan dilakukan secara bergilir, sehingga hal ini memungkinkan untuk terjadinya interaksi nyata antara Pembimbing Siswa dengan orang tua, dan antara orang tua peserta didik yang satu dengan orang tua peserta didik yang lainnya.

Terasa indah karena kegiatan pembagian raport di rumah peserta didik memberikan warna tersendiri dalam dunia pendidikan untuk menjalin silaturahmi dengan orang tua, untuk merealisasikan keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan, dan tentunya proses untuk mempererat persaudaraan merupakan hal terbesar yang dicapai dengan kegiatan ini.

Muslih – SMK Wikrama Bogor

Comments (6)

  1. Oh iya Kang Martho untuk aplikasinya kebetulan memang develope sendiri, untuk saat ini kami ada sistem sewa untuk dapat digunakan di sekolah lain, karena kami juga harus membayar maintenance server, sewa tempat di data center, dan membayar tenaga teknisinya, begitu Bapak. Terima kasih

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar