0

Tumben Repot (0)

@ahysholih October 30, 2021

Rabu pagi, 27 Oktober 2021 hari baik memulai aktifitas, aku lajukan kuda besi menuju ke kediaman kakak, beliau mengajar di satminkal yang sama denganku. Setelah mengucapkan salam & dijawab, aku pun masuk dan tanpa banyak basa-basi meraih tas kerja punyanya. Sudah beberapa pekan beliau sakit sehingga hanya mampu memberi pelajaran via daring.

Segera kukeluarkan smartphone yang setia menemani berkomunikasi serta melancarkan PBM daring selama ini. Kakak minta tolong untuk mengirim materi pelajaran via gadget punyaku. Kepunyaannya lagi bermasalah.

Scrool sejenak untuk mengecek materi dan tugas yang dikirim ke siswa sebelumnya ke WAG 3 kelas di Madrasah kami cukup menyita waktu, sehingga tak terasa sudah pkl. 08.00 pagi waktu setempat sesuai jadwal dimulainya pembelajaran. Cukup banyak materi & tugas yang dibagikan sebab beliau mengampuh dua mata pelajaran sekaligus.

Sejurus kemudian kulajukan motor skuter menuju ke tempat tugas mampir ke rumah dulu di depan mesjid, kalau dicek di google maps hanya butuh 1 menit jalan kaki ke “mts tomas” (toddang masigi) begitu seorang alumni, siswaku beberapa tahun lampau melabeli madrasah kami sebab bertetangga pas di belakang tempat ibadah tersebut.

Aku tidak langsung kesana melainkan ke kamar kecil dulu melepas hajat, membuang isi hasil konsumsi maulidan kemarin. Setelah lega barulah siap melanjutkan agenda hari ini.

Tiba di sekolah, kutemui seorang siswi menyapu di kantor, segera aku minta tolong padanya untuk mengambil hetter di ruang guru di gedung yang berbeda. LKPD 1 dan 2 segera aku rapikan sebelum kubagikan pada tatap muka ON 1 setelah mengikuti IN 1 Workshop Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) pada hari Ahad, 24 Oktober 2021.

Setelah segalanya siap, kulangkahkan kaki ke kelas, ku meminta siswa yang sedang main volly di luar segera masuk agar PBM tatap muka segera dimulai.

Setelah mengucap salam & dibalas para siswa, aku segera menyampaikan maksud pembelajaran kali ini, dan berharap mereka antusias mengikuti praktek ON. Segera kubagikan LKPD 1 setelah membagi siswa dalam beberapa kelompok. Berulangkali kumengingatkan mereka menggunakan waktu seefektif mungkin sebab masih ada LKPD 2 akan mereka kerjakan nanti.

Salah satu kendala yang cukup berarti adalah mengarahkan mereka bekerjasama, ada kelompok yang terlalu mengandalkan skill individu temannya, ada pula yang acuh tak acuh bola yang dibawah masuk kelas dimainkainnya sehingga cukup mengganggu. Aku berusaha mengingatkan agar fokus ke tugas kelompok.

Seorang siswi yang teridentifikasi cerdas didapuk temannya sebagai ketua kelompok, sayang dia belum mampu mengorganisir kerjasama di grupnya. Jadilah ia kerja sendiri, mulai dari merumuskan masalah yang ada di instruksi LKPD hingga menulis jawaban jawaban dari pemikirannya sendiri atau dari berselancar di internet.

Aku tak tinggal diam, mengingatkan agar mengedepankan kerjasama tetapi respon mereka ada yang cengengesan & ada pula menyeberang ke kelompok yang lain sekedar mencari contekan jawaban.

Ah, tak terasa jelang setengah dua belas siang cukup lama aku menemani mereka. Praktik langsung dengan menempel kumpulan klasifikasi hewan di karton manila yang direkatkan di whitebord sudah dilakukan, simulasi kumpulan siswa memegang kartu beragam warna yang berdiri pada lingkaran warna sesuai warna yang mereka pegang dari benang hongkong atau rumput jepang sebagai contoh himpunan, presentasi hasil kerja kelompok pun sudah. Materi hari itu mengenai himpunan.

Durasi waktu 60 menit perjam pelajaran selama pembelajaran tatap muka diberlakukan sejatinya memang tak cukup. Aku terpaksa mengorbankan jam mengajar tatap muka di dua kelas lainnya dan meminta maaf dengan mengirimkan mereka materi via daring.

#KompetisiArtikelGuraru #HariGuruSedunia

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar