4

Tujuan Umum dan Khusus dari Bimbingan dan Konseling (0)

Wahid Priyono, S.Pd. December 15, 2020

Tujuan Umum

Tujuan umum dari suatu layanan bimbingan dan konseling adalah sesuai dengan tujuan pendidikan sebagaimana dinyatakan pada Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) Tahun 1989 (UU No. 2/1989), yaitu terwujudnya manusia Indonesia seutuhnya yang cerdas, yang beriman, dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri, serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan (Depdikbud, 1994 : 5).

Sesuai dengan pengertian bimbingan dan konseling sebagai suatu upaya yang dilakuka untuk membentuk perkembangan kepribadian siswa secara optimal, maka secara umum layanan bimbingan dan konseling di SLTP dan SMU haruslah dikaitkan dengan pengembangan sumber daya manusia agar menjadi lebih baik dan berkualitas. Dalam rangka menjawab tantangan kehidupan masa depan, yaitu adanya relevansi program pendidikan dengan tuntutan dunia kerja yang semakin lama semakin tinggi untuk kualitas sumber daya manusianya yang dibutuhkan.  Maka secara umum layanan bimbingan konseling diperuntukkan untuk membantu siswa dapat mengenal bakat, minat, dan kemampuan yang ada dalam dirinya, serta memilih dan menyesuaikan diri dengan kesempatan pendidikan untuk merencanakan karier agar sesuai dengan tuntutan dunia kerja yang semakin tinggi.

Tujuan Khusus

Tujuan pemberian bimbingan dan konseling pada siswa di sekolah adalah agar siswa dapat :

  1. Merencanakan kegiatan penyelesaian studi dan kehidupan-nya di masa yang akan datang. Dengan dilakukannya Bimbingan dan Konseling diharapkan siswa dapat merencanakan apa yang akan dilakukan dalam rangka perencanaan studi, pemilihan jenis studi sehingga nantinya dapat bersaing dalam dunia kerja yang tuntutannya semakin tinggi.
  2. Mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimilikinya seoptimal mungkin. Dengan dilakukannya Bimbingan dan Konseling maka diharapkan siswa dapat mengetahui bakat-bakat yang terpendam di dalam dirinya sehingga kemampuan tersebut dapat dikembangkan secara optimal dan nantinya dapat menjadi niali plus untuk dirinya sendiri.
  3. Menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan. Dengan dilakukannya Bimbingan dan Konseling maka diharapkan siswa dapat dengan mudah beradaptasi dengan situasi dimana siswa tersebut menempuh pendidikan.
  4. Mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam studi, penyesuaian dengan lingkungan pendidikan.Dengan dilakukannya Bimbingan dan Konseling maka diharapkan siswa dapat memecahkan dan mengambil keputusan sendiri mengenai masalah yang sedang dihadapi dengan tepat dan dapat menyesuaikan dengan kondisi di lingkungan pendidikan yang sedang dijalani.

Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, mereka harus mendapatkan kesempatan untuk:

  1. Mengenal dan memahami potensi, kekuatan, dan tugas-tugas perkem-bangannya.
  2. Mengenal dan memahami potensi atau peluang yang ada di lingkungannya,
  3. Mengenal dan menentukan tujuan dan rencana hidupnya serta rencana pencapaian tujuan tersebut.
  4. Memahami dan mengatasi kesulitan-kesulitan sendiri
  5. Menggunakan kemampuannya untuk kepentingan dirinya.
  6. Menyesuaikan diri dengan keadaan dan tuntutan dari lingkungannya.
  7. Mengembangkan segala potensi dan kekuatan yang dimilikinya secara optimal.

Secara khusus bimbingan dan konseling bertujuan untuk membantu konseli agar dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya yang meliputi aspek pribadi-sosial, belajar (akademik), dan karir.

  • Tujuan Bimbingan Dan Konseling yang terkait dengan aspek pribadi-sosial konseling adalah:
  • Memiliki komitmen yang kuat dalam mengamalkan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, pergaulan dengan teman sebaya, Sekolah/Madrasah, tempat kerja, maupun masyarakat pada umumnya.
  • Memiliki sikap toleransi terhadap umat beragama lain, dengan saling menghormati dan memelihara hak dan kewajibannya masing-masing.
  • Memiliki pemahaman tentang irama kehidupan yang bersifat fluktuatif antara yang menyenangkan (anugrah) dan yang tidak menyenangkan (musibah), serta dan mampu meresponnya secara positif sesuai dengan ajaran agama yang dianut.
  • Memiliki pemahaman dan penerimaan diri secara objektif dan konstruktif, baik yang terkait dengan keunggulan maupun kelemahan; baik fisik maupun psikis.
  • Memiliki sikap positif atau respek terhadap diri sendiri dan orang lain.
  • Memiliki kemampuan untuk melakukan pilihan secara sehat
  • Bersikap respek terhadap orang lain, menghormati atau menghargai orang lain, tidak melecehkan martabat atau harga dirinya.
  • Memiliki rasa tanggung jawab, yang diwujudkan dalam bentuk komitmen terhadap tugas atau kewajibannya.
  • Memiliki kemampuan berinteraksi sosial (human relationship), yang diwujudkan dalam bentuk hubungan persahabatan, persaudaraan, atau silaturahim dengan sesama manusia.
  • Memiliki kemampuan dalam menyelesaikan konflik (masalah) baik bersifat internal (dalam diri sendiri) maupun dengan orang lain.
  • Memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan secara efektif.

Berdasarkan poin-poin yang telah disebutkan di atas maka tujuan dilakukannya Bimbingan dan Konseling agar siswa mampu hidup berbaur dengan masyarakat dilingkungan tepat tinggalnya dengan memilki nilai-nilai keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki sikap toleransi terhadap umat yang beragama lain, dapat menerapkan ilmu biologi dalam kehidupann sehari-hari, memilki rasa tanggung jawab terhadap kemajuan daerah tempat tinggalnya, dapat mengambil keputusan secara efektif dan mampu menyelesaikan masalah, baik itu masalah pribadi maupun masalah yang ada di lingkungan masyarakat. Dengan demikian suatu  bimbingan dan konseling dapat dikatan berhasil apabila siswa dapat melakukn semua hal tersebut.

  • Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek akademik (belajar) adalah :
  • Memiliki kesadaran tentang potensi diri dalam aspek belajar, dan memahami berbagai hambatan yang mungkin muncul dalam proses belajar yang dialaminya.
  • Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif, seperti kebiasaan membaca buku, disiplin dalam belajar, mempunyai perhatian terhadap semua pelajaran, dan aktif mengikuti semua kegiatan belajar yang diprogramkan.
  • Memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat.
  • Memiliki keterampilan atau teknik belajar yang efektif, seperti keterampilan membaca buku, mengggunakan kamus, mencatat pelajaran, dan mempersiapkan diri menghadapi ujian.
  • Memiliki keterampilan untuk menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan, seperti membuat jadwal belajar, mengerjakan tugas-tugas, memantapkan diri dalam memperdalam pelajaran tertentu, dan berusaha memperoleh informasi.
  • Memiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk menghadapi ujian.

Berdasarkan poin-poin yang telah disebutkan di atas maka tujuan dilakukannya Bimbingan dan Konseling agar siswa mampu mengidentifikasi kemampuan-kemampuan yang ada dalam dirinya sendiri sehingga mereka dapat mengoptimalkan kemampuan yang ada tersebut dimana kemampuan ini dapat dijadikan nilai plus dalam persaingan dunia kerja. Selain itu siswa juga dihendaki mampu belajar secara positif, memiliki motif yang tinggi dalam belajar, dapat mengetahui system belajar yang tepat untuk dirinya, dan memiliki kesiapan  mental dan mampu menghadapi ujian.

Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek tugas perkembangan karier adalah :

  • Mampu membentuk identitas karier, dengan cara mengenali cirri-ciri pekerjaan di dalam lingkungan kerja.
  • Mampu merencanakan masa depan.
  • Dapat membentuk pola-pola karier, yaitu kecenderungan arah karier
  • Mengenal keterampilan, kemampuan, dan minat.

Dari poin-poin yang telah disebutkan di atas maka dapat diketahu bahwa tujuan dilakukannya Bimbingan dan Konseling pada aspek pengembangan karier bertujuan agar siswa mampu merencanakan masa depan, dapat membentuk atau mengenal pekerjaan yang cocok yang sesuai dengan minat, keterampilan, dan kemampuan ang dimilkinya sehingga siswa dapat berkembang dan sukses.

Daftar Pustaka:

  • Depdiknas. 2002. Paduan Pelayanan Bimbingan dan Konseling BerbasisKompetensi SMP, Madrasah, Tsanawiyah dan Sederajat. Jakarta:Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas.
  • Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pendidikan Umun.1994.Kurikulum SLTP: Petunjuk Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling.Jakarta: Depdikbud.
  • Prayitno. 1997. Seri Pemandu Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling diSekolah Buku II Pelayanan Bimbingan dan Konseling (SLTP). Jakarta: Penebar Aksara.
  • Sukardi, Deawa Ketut. 2002. Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jakarta : PT Rineke Cipta.

Comments (4)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar