2

Too Fast To be Known (0)

FitriyaniElHasan January 14, 2021

Probolinggo, 14 Januari 2021

Hai bapak dan ibu Guraru. Semoga proses BDR masih tetap lancar. Jadi selama BDR ini tanggung jawab saya double. Alhamdulillah

Jadwal mengajar online saya jatuh pada Selasa, Kamis, Jum’at dan Sabtu sesuai dengan kesepakatan rapat guru diawal pandemi yang mengharuskan harus mengajar dari rumah.

Tiap antara jam 8 sampai 11 siang, saya memberikam materi ataupun tugas Bahasa Inggris ditiap kelas yang saya ampu melalui Whatsapp. Sesekali saya mengadakan zoom meeting sebelum kami mengenal Google Classroom.

Rutinitas saya dipagi hari untuk para peserta didik dan tak lupa setelahnya saya khususkan untuk anak laki-laki pertama saya yang masih dibangku TK kecil.

Tugas yang gurunya kirim tiap jam 7 pagi terkadang ia kerjakan lebih awal sebelum saya memberi materi sekolah saya sendiri. Itupun karena ia ingin main dengan puas tanpa ada panggilan saya untuk mengerjakan tugas sekolahnya.

Alhamdulillah semangatnya luar biasa. Ia sering mendapat pujian oleh gurunya. Dan sayapun bangga sebagai ibunya yang mendampinginya belajar sejauh ini. Nah kali ini dia bosan denga pelajarannya sendiri yang hampir setiap hari menggambar dan mewarnai. Maklum anak TK memang begitu kan belajarnya? Dan anak saya mudah bosan dengan hal yang terlalu sering ia lakukan.

Baiklah, kali ini saya mantapkan niat dalam hati untuk melangkah lebih awal mengajarinya membaca. Sebelumnya saya sudah konsultasi dengan gurunya tentang niat saya ini. Sebenarnya ini akan dipelajari nantinya pada TK Besar. Tapi dicoba saja tidak apa. Beri yang mudah-mudah saja dulu.

Sayapun memberinya latihan membaca seperti: ma-ma, ba-ju, bo-la, su-si, la-ma, ba-ca dan kata mudah lainnya beserta dengan gambarnya agar ia mudah memahami.

Anak saya sejauh ini bahkan ketika belum sekolahpun sudah hafal dengan huruf alfabet dengan sempurna. Iya, dia menghafalnya melalui otodidak dari video-video yang saya downloadkan yang akhirnya tanpa sengaja ia pelajari sendiri hingga bisa menirukan banyak pelajaran yang belum PAS untuk difahami diusianya saat itu.

Sekitar 2 minggu saya memberi materi membaca yang sama, bahkan saya ulang-ulang beberap kali dengan metode baca yang unik. Akhirnya dia mulai bosan (lagi) dengan materi belajarnya. Ia mulai ingin belajar membaca dengan kata yang sulit bahkan terdiri dari 3 suku kata.

Akhirnya, ayahnya memberi materi baca seperti ini yang menurut saya masih sulit diusia belajarnya. Dilalah anak saya malah senang dengan materi baca yang panjang seperti ini. Baiklah saya turuti saja. Namun tetap saya harua pelan-pelan dan sabar mendampinginya.

Great job! Dalam kurang lebih 8 hari mengulang materi ini, dia mulai lancar mengejanya.

Sayapun memberi kabar ini kepada gurunya dan juga minta maaf jika sudah terlalu jauh mengajari. Namun tanggapan positif beliau utarakan. Tetap saya harus lebih pelan lagi mendampinginya dengan materi yang sesuai dengan tahap sekolahnya.

BDR ini seolah membuat saya khawatir akan kemapuan anak saya yang masih TK ini. Saya malah khawatir dengan pendampingan guru ahli yang kurang, akan mempengaruhi perkembangan belajarnya ditahap sekolah selanjutnya. Eh ternyata saya terlalu ngebut 😁

Wea bismillah aja, selama saya tidak menekan anak saya untuk ‘harus’ bisa membaca, setidaknya saya sudah meringankan beban gurunya nanti. Hehee.. Yang penting si kecil senang dalam belajar.

Comments (2)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar