0

Tips Menciptakan Pembelajaran Interaktif Saat Tatap Muka (0)

Pengelola Guraru January 10, 2022
Tips Menciptakan Pembelajaran Interaktif Saat Tatap Muka

Akhir tahun 2021 ini, dunia pendidikan mulai berbenah untuk bisa kembali aktif melaksanakan pembelajaran tatap muka. Meski tak diterapkan 100 persen, namun diberlakukannya sekolah offline menantang para guru untuk kembali menyusun metode pembelajaran yang interaktif. Ya, hal ini wajar jika guru merasa sedikit cemas apabila semangat siswa berkompetisi di sekolah berkurang setelah menjalani belajar dari rumah sejak 2021.

Salah satu yang menjadi tantangan para pengajar di era pandemi COVID-19 tak hanya dari segi teknologi saja, tetapi juga fenomena learning loss atau menurunnya kompetensi belajar siswa yang menjadi isu utama untuk diperhatikan. Namun guru tak perlu terlalu menyalahkan diri sendiri, sebab berkurangnya kompetensi siswa adalah hal yang sangat sulit dihindari sejak pembelajaran jarak jauh diimplementasikan.

Supaya guru kembali bersemangat untuk meningkatkan minat belajar pada siswa, tentu guru tak boleh cepat menyerah. Salah satu yang menjadi prioritas saat ini adalah guru harus berpikir kreatif untuk menentukan metode pembelajaran interaktif. Gunanya agar saat pembelajaran tatap muka, siswa merasakan suasana belajar yang baru dan memberi mereka semangat.

Cara Menciptakan Metode Pembelajaran yang Interaktif

Demi proses belajar mengajar tatap muka dapat meningkatkan mutu pendidikan Indonesia di tengah pandemi, guru dapat menciptakan proses pembelajaran interaktif dengan cara di bawah ini.

1. Terapkan Blended Learning

Salah satu tujuan utama dalam menerapkan blended learning adalah untuk menciptakan diskusi antar siswa. Dengan dimulainya pembelajaran tatap muka, siswa akan merasa cepat bosan ketika seharian hanya mendengarkan guru menjelaskan materi.

Daripada membuat semangat siswa jadi kendur, guru dapat memecah suasana lebih interaktif dengan menerapkan blended learning. Tujuannya agar siswa dapat saling bertukar pikiran dan memahami permasalahan yang sedang didiskusikan. 

Dengan menerapkan blended learning, murid merasa diberi kebebasan berpendapat oleh guru, dan mereka akan terbiasa untuk belajar mandiri dan lebih aktif untuk berpartisipasi dalam tugas kolaboratif.

Baca juga: 10 Tips Mengajar Kelas Online Lebih Interaktif dan Asyik

2. Buat Materi dengan PowerPoint dan Video

Sebelumnya guru pasti menyadari bahwa learning loss memang hal yang perlu diperhatikan. Nah guru dapat mengatasinya dengan memanfaatkan teknologi saat menyampaikan materi. Cara ini memang belum tentu langsung membuat fenomena learning loss hilang begitu saja. 

Guru juga pasti sudah memahami bahwa siswa akan lebih mendengarkan dan memahami apabila mereka tidak dituntut untuk selalu mencatat apa yang ditulis guru di papan tulis. 

Cara ini sebetulnya pelan-pelan harus ditinggalkan jika guru ingin menciptakan pembelajaran yang interaktif. Salah satu solusi untuk menghadapi learning loss, guru dapat membuat materi menggunakan PowerPoint. Ya, cara ini bisa menjadi ‘peluru’ untuk meningkatkan minat siswa dalam belajar.

Fungsi aplikasi PowerPoint adalah untuk membantu guru menyampaikan poin atau inti pelajaran. Sehingga guru tak perlu membuat materi yang terlalu detail dan isinya penuh tulisan. Penjelasan lebih detail justru disampaikan secara verbal atau menggunakan video. Dengan mengkombinasikan PowerPoint dan video, siswa diharapkan akan lebih mudah menyerap materi.

3. Kenalkan Murid dengan Sistem Belajar Mandiri

Walaupun pembelajaran tatap muka identik dengan bimbingan belajar yang dilakukan guru kepada murid secara langsung, bukan berarti guru sama sekali tidak bisa mengenalkan murid untuk belajar secara mandiri.

Belajar mandiri dalam pengertian self regulated learning menurut Bell dan Akroyd (2006) merupakan bagian dari teori pembelajaran kognitif yang menyatakan bahwa perilaku, motivasi, dan aspek lingkungan belajar memengaruhi prestasi siswa. 

Hanya saja guru perlu tahu bahwa murid yang sudah terbiasa belajar mandiri mempunyai ciri di bawah ini:

  • Memiliki inisiatif.
  • Memiliki tujuan untuk meningkatkan nilai atau kompetensi di sekolah.
  • Mereka sudah lebih aktif di kelas dan kreatif dalam mencari sumber materi belajar.
  • Menyadari kemampuan diri dan wawasan yang dimilikinya.

Tujuan guru mengenalkan sistem belajar mandiri ini untuk meningkatkan motivasi siswa bahwa apa yang ia pelajari saat ini akan berguna di masa depan. Sehingga guru dapat memberi dorongan kuat agar mereka dapat mengembangkan diri tak hanya dari segi akademis tapi juga karakter. Selain itu juga membantu siswa mengambil tanggung jawab untuk memutuskan apa yang perlu dilakukan saat belajar. 

Baca juga:  7 Rekomendasi Teknologi Belajar Online Agar Semakin Menarik

4. Menerapkan Media Manipulatif

Media manipulatif adalah segala benda yang dapat dilihat, disentuh, didengar, dirasakan, dan dimanipulasi. Singkatnya, media manipulatif adalah sebuah alat peraga yang dapat membantu guru dalam menjelaskan materi. Tetapi, untuk menerapkan trik ini, guru harus menyesuaikan rentang usia murid. 

Misalnya saat sedang mengajar Matematika dan memberi sebuah pertanyaan, guru menjelaskannya dengan alat peraga, dapat berupa benda riil (konkret), gambar, atau diagram. Syaratnya, guru perlu mengetahui kapan, mengapa, dan bagaimana menggunakan alat peraga agar tujuan pembelajaran matematika dapat tercapai.

Dengan cara ini, guru akan mendapatkan perhatian dari siswa dan meningkatkan minat belajar mereka. Kegunaan alat peraga, yaitu untuk:

  • Menciptakan pembelajaran yang interaktif.
  • Membangun pemahaman konsep.
  • Memberikan pengalaman kepada siswa untuk aktif bertanya.
  • Merangsang persepsi yang sama dalam kelas.
  • Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya mendengarkan

penjelasan guru, tetapi juga timbul aktivitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan dan sebagainya.

5. Belajar Sambil Bermain

Memanfaatkan games edukatif dapat membuat siswa jadi lebih fresh. Guru dapat menerapkannya saat pembelajaran tatap muka. Games bisa menjadi sebuah ice breaking atau ice breaker yang bertujuan untuk menghangatkan pembicaraan antar siswa. 

Dengan cara ini, guru dapat memberikan sebuah dorongan kepada siswa untuk memiliki sense of belonging atau rasa memiliki terhadap lingkungan belajar di kelas dan sekolahnya. Agar suasana kelas jadi lebih interaktif dan terciptanya bonding, guru bisa membuat games seperti “Ask the Expert”.

Caranya, guru dapat memilih salah seorang siswa yang dinilai percaya diri untuk menjawab semua pertanyaan teman sekelas. Syaratnya, peserta didik wajib menjawab pertanyaan tanpa kecuali, walaupun ia tidak tahu sekalipun. Jika jawabannya salah, guru tak boleh lekas membenarkan, biarkan games terus mengalir hingga tak ada lagi siswa yang bertanya. Jika dinilai sudah cukup, barulah guru dapat meluruskan jawaban yang salah.

Baca juga: Kenapa Psikologi Pendidikan Itu Penting? Yuk Pahami!

Salah satu solusi untuk menghadapi learning loss, guru dapat membuat materi menggunakan PowerPoint.

Menjadi pendidik memang penuh tantangan, tapi akan merasa sangat puas jika metode pembelajaran yang diimplementasikan berjalan efektif dan efisien. Jadi kini guru sudah percaya diri kan dengan terapkan trik di atas agar bisa ciptakan pembelajaran interaktif saat tatap muka?

Tips Menciptakan Pembelajaran Interaktif Saat Tatap Muka

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar