0

Tipe-Tipe Nilai Afektif Siswa Dalam Proses Pembelajaran (0)

Wahid Priyono, S.Pd. December 6, 2020

Pendidikan berasal dari kata pedagogik, sedangkan pedagoie artinya ilmu pendidikan.  Dalam pengertian yang sederhana dan umum makna pendidikan sebagai usaha manusia untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi – potensi pembawaan baik jasmani maupun rohani sesuai dengan nilai – nilai yang ada didalam masyarakat dan kebudayaan. 

Usaha – usaha yang dilakukan untuk menanamkan nilai- nilai dan norma – norma tersebut serta mewariskannya kepada generasiberikutnya untuk dikembangkan dalam hidup dan kehidupan yang terjadi dalam suatu proses pendidikan.  Atau dengan kata lain bahwa pendidikan dapat diartikan sebagai suatu hasil peradaban bangsa yang dikembangkan atas dasar pandangan hidup bangsa itu sendiri yang berfungsi sebagai filsafat pendidikan atau sebagai cita – cita dan pernyataan tujuan pendidikan. 

Setidaknya ada 5 tipe karakteristik afektif (nilai sikap) yang penting berdasarkan tujuannya, yaitu sikap, minat, konsep diri, nilai, dan moral.

  • Sikap

Sikap merupakan suatu kencendrungan untuk bertindak secara suka atau tidak suka terhadap suatu objek. Sikap dapat dibentuk melalui cara mengamati dan menirukan sesuatu yang positif, kemudian melalui penguatan serta menerima informasi verbal. Perubahan sikap dapat diamati dalam proses pembelajaran, tujuan yang ingin dicapai, keteguhan, dan konsistensi terhadap sesuatu. Penilaian sikap adalah penilaian yang dilakukan untuk mengetahui sikap peserta didik terhadap mata pelajaran, kondisi pembelajaran, pendidik, dan sebagainya.

  • Minat

Menurut Getzel (1966), minat adalah suatu disposisi yang terorganisir melalui pengalaman yang mendorong seseorang untuk memperoleh objek khusus, aktivitas, pemahaman, dan keterampilan untuk tujuan perhatian atau pencapaian. Sedangkan menurut kamus besar bahasa Indonesia (1990: 583), minat atau keinginan adalah kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu. Hal penting pada minat adalah intensitasnya. Secara umum minat termasuk karakteristik afektif yang memiliki intensitas tinggi.

  • Konsep Diri

Menurut Smith, konsep diri adalah evaluasi yang dilakukan individu terhadap kemampuan dan kelemahan yang dimiliki. Target, arah, dan intensitas konsep diri pada dasarnya seperti ranah afektif yang lain. Target konsep diri biasanya orang tetapi bisa juga institusi seperti sekolah. Arah konsep diri bisa positif atau negatif, dan intensitasnya bisa dinyatakan dalam suatu daerah kontinum, yaitu mulai dari rendah sampai tinggi.

  • Nilai

Nilai menurut Rokeach (1968) merupakan suatu keyakinan tentang perbuatan, tindakan, atau perilaku yang dianggap baik dan yang dianggap buruk. Selanjutnya dijelaskan bahwa sikap mengacu pada suatu organisasi sejumlah keyakinan sekitar objek spesifik atau situasi, sedangkan nilai mengacu pada keyakinan. Definisi lain tentang nilai disampaikan oleh Tyler (1973:7), yaitu nilai adalah suatu objek, aktivitas, atau ide yang dinyatakan oleh individu dalam mengarahkan minat, sikap, dan kepuasan.

  • Moral

Nilai moral memegang peranan penting dalam membentuk karakter siswa menjadi lebih baik. Tugas guru di sekolah mengarahkan siswa (peserta didik) untuk mencermati hal-hal yang lebih penting daripada pelajaran yaitu akhlak yang baik kepada sesama, sikap saling hormat-menghormati, tepa silira, dan suka menolong.

Ranah afektif lain yang penting adalah: kejujuran, integritas, keadilan, dan kebebasan.

Daftar Pustaka:

  • Hartono. 2003. Pengantar Sosiologi. Bandar Lampung : Universitas Lampung
  • Ihsan, fuad. 2008. Dasar – Dasar Kependidikan. Jakarta : Rineka Cipta
  • Nasution. 2008. Berbagai Pendekata dalam Proses Belajar dan Menagajar. Jakarta : Bumi Aksara

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar