8

Tiba Saatnya Melatih Anak Menjadi Jenius (+9)

Bu Etna @gurutematik March 25, 2014

Selamat Sore Guraru. Insya Allah kita semua dalam keadaan sehat wal afiat, walau padat karya. Pada kesempatan ini saya ingin berbagi tentang cara melatih anak menjadi jenius. Mengingat makin canggihnya peralatan di era cyber dan tantangan orang tua dalam mendidik putra-putrinya, maka saatnya telah tiba bagi kita untuk melayani bangsa dengan loncatan-loncatan menuju masa depan yang gemilang. Tingginya mutu pendidikan amat diperlukan untuk mengejar semua ketinggalan yang telah terjadi berlarut-larut di negara kita yang tercinta ini.

Pendidikan dapat terjadi di mana saja, kapan saja, pada siapa saja, bahkan sejak janin masih dalam kandungan ibu hingga seseorang akan masuk ke liang kubur (Long Life Education). Proses hidup sehari-hari selalu melibatkan pembelajaran (Education is our life). Oleh sebab itu seorang ibu hamil dapat melatih janinnya untuk menjadi jenius. Ada 3 tahap yang dapat dilakukan untuk melatih anak menjadi jenius. Tahap janin, tahap balita, dan tahap terakhir ketika anak berusia 5 – 15 tahun.

Alhamdulillah, putri sulung saya yang berupaya untuk melatih janinnya dengan mengikuti program anak jenius di Jakarta telah terwujud. Cucu pertama saya yang sekarang kelas IV SD jenius. Sungguh luar biasa. Nando cucu saya itu ketika kelas III SD berhasil menang dalam olimpiade matematika. Nilai rapornya bagus sekali dan telah berhasil dengan memuaskan saat melaksanakan metode proyek sain. Dia mampu mempelajari bahasa pemrograman dengan macbook miliknya. Subhanallah.
Cucuku

Gambar di atas adalah foto cucuku Nando ketika membuat program game edukasi. Sedianya saya ingin sekali menyertakan video pembelajaran janin, namun saya belum menemukannya. Pembelajaran ini tetang aktivasi otak tengah. Ketika saya membuka YouTube, cara pada tahap janin dan balita belum menemukan. Namun untuk tahap akhir, yaitu untuk anak usia 5 – 15 tahun ada videonya. Berikut saya sematkan video tersebut, Insya Allah dapat segera dimanfaatkan. Latihannyapun dapat bertahap, agar anak dapat beradaptasi dengan baik. Latihan ini dapat dilakukan di rumah, namun harus disiplin. Silakan memutarnya, semoga berhasil. Salam sukses.

 

About Author

Bu Etna @gurutematik

Saya guru kimia di SMAN 16 Surabaya sejak tahun 1973 hingga Desember 2011. Saya sudah purna tugas sebagai PNS, namun Insya Allah saya tetap mengajar untuk melayani bangsa hingga akhir hayat. Pembelajaran yang saya lakukan dapat melalui blog, sms, email, atau yang lain. Saya selalu berupaya untuk mengajar kepada siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Sebagian dari pengalaman ini sudah saya tulis di blog saya. Insya Allah saya dapat menulis secara rutin, termasuk permintaan pengguna blog.

View all posts by Bu Etna @gurutematik →

Comments (8)

  1. Terimakasih bunda atas sharingnya. Postingan ini sangat bermanfaat buat guraru bagaimana melatih anak agar menjadi anak jenius. Video-nya bagus bu dan mendidik. Oh ya, saya turut bangga dengan cucu bunda Etna. Hebat!

    Ternyata otak tengah harus diberdayakan ya bun untuk kejeniusan anak.
    Saya berikan “VOTE” dan Salam hormat,

  2. waahhh Bunda Etna..saat ini istri saya sedang mengandung tri smester pertama…jadi termotivasi ini..hehe…bisa ibu memberikan masukan buat kami untuk memberikan yang terbaik bagi buah hati kami?…hehehe…salam sukses ya Bu…

    -Okky fajar Trimaryana

  3. Oh iya. Intinya si ibu hrs penuh ksh sayang ke janin. Maka hrs enjoy rileks tak ada ketegangan agar perkembangn janin bagus sebab tek darah dan getaran saraf bgs. Hrs sht jasmani rohani. Gizi bsik. Sikon rmh hrs mendukung. Sll perdengarkn musik klo bisa mozard. Suara piano. Gitar bisa. Klo bisa instrumental pelan. Itu dulu dibiasakn ya. Thx responnya. Insya Allah bermanfaat. Salam sukses.

  4. Kalau ayat2 suci Al Qur’an itu jelas hrs pak sebab menyangkut otak kecil, yaitu perasaan yg kepekaannya 9 x. Ini mengenai otak besar kiri kanan yg disekat oleh otak tengah. Bgt pak. Krn terbukti agamanya bgs skl namun suka marah dll tak bisa jenius. Hehehe. Pd dasarnya aktivasi otak tengah itu disupport oleh otak kcl dan pikiran bawah sadar. Thx responnya. Salam.

  5. Pak Namin @guruberakhlak Kalimat di atas terlalu padat. Artikel ini saya tujukan untuk semua agama, maka kutulis secara umum. Sudah tentu bahwa orang beragama setiap saat selalu berdoa menurut agamanya masing-masing. Setelah itu, kita harus menyadari bahwa untuk mendidik anak yang super, tentulah kita harus super dahulu. Blok di otak kecil dan besar, perasaan dan pikiran harus dihilangkan. Rasa bersyukur harus tinggi, sehingga mendidik bisa dilakukan dengan kasih saying yang tulus ikhlas. Insya Allah bapak berkenan di hati. Salam.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar