9

This is My Lesson (+3)

Ade Nurhamidah May 5, 2015

“Artikel ini diikutkan dalam lomba menulis Guraru untuk bulan pendidikan berhadiah Acer One 10”
This is My Lesson
Sebuah pengalaman yang benar-benar Mengesankan, selama ini saya dididik di pondok pesantren salaf yang sama sekali bodoh tentang Bahasa inggris karna di sekolah Tsanawiyah dan Aliyah saya hanya mengutamakan pelajaran agama saja, Namun tak putus asa bagiku tentang ketertarikanku terhadap Bahasa Internasioal ini that’s English language, 6 bulan saya meluangkan waktu untuk belajar Kursus bahasa Inggris di Pare – Kediri jawa timur. Sayapun tak mau sia-sia memaksimalkan tentang apa yang Saya dapatkan di Pare.
Sekilas Pare adalah Kampung Inggris (English village) dengan suasana yang asri yang menyenangkan banyak pendatang dari berbagai negara dari jawa bahkan sampai Timur Leste, Menyenangkan Bagiku mempunyai banyak teman untuk berkomunikasi 24 jam menggunakan bahasa Inggris sehingga mempermudah apa yang sedang dipelajari karna praktek langsung sehari-hari.
Sayapun tak mau membuang waktu dengan sia-sia setelah pulang dari pare,Saya menawarkan belajar bersama kepada teman-teman saya yang duduk dibangku SD, SMP dan SMA,Pastinya dalam waktu yang berbeda saya Khususkan untuk SMA dan saya gabungkan belajar dengan anak-anak tingkat SD dan SMP Mereka sangat antusias atas tawaran saya.Dan setelah selesai Mengaji sekitar Ba’da Isya dilanjutkan dengan belajar Bahasa Inggris bersama.
Saya berusaha Memaksimalkan gaya berbahasa Inggris agar mereka tertarik karna jika pada awal pertemuan tidak ada kesan bagiku gagal dalam awal pertemuan akan mengakibatkan kehilangan ketertarikan untuk pembelajaran selanjutnya.
Malam pertama saya mengajarkan Alfabet dari A-Z dengan Pronunciation British English dan American English, Mereka begitu antusias seakan menemukan sesuatu yang baru karna selama mereka belajar bahasa inggris mungkin hanya condong terhadap satu gaya bahasa atau karna mereka kurang memperhatikan karna kebanyakan baru mendengar pelajaran bahasa inggris saja mereka hilang ketertarikan, yang jelas saya mengajarkan semaksimal mungkin dengan gaya bahasa saya. Setelah Manual mengeja A-Z saya berikan Alfabet song sehingga mempermudah daya ingat mereka.
Di ahir pelajaran saya memberikan Game Untuk hiburan, Saya menyuruh berdiri semua dan membentuk sebuah lingkaran saya pilih seorang teman berada ditengah-tengah lingkaran tersebut, Kemudian ku nyanyikan lagu “make a little motion one two three 2x and than we follow you, follow, follow , follow me 2x and than you follow me” saya menyuruh teman yang berdiri ditengan meragakan gayanya kemudian kita semua yang berdiri melingkar mengikuti gaya teman yang ditengah sambil jalan berputar, setelah satu putaran teman yang ditengah memilih salah satu temannya untuk ditarik ke tengah ingkaran menggantikan posisinya dan seterusnya, ada yang memakai gaya loncat-loncatan ada juga yang menari aneh agar teman-temannya kesulitan menirukan gerakannya sehingga mereka tertawa dan berharap tetap semangat dalam menuntut ilmu tidak hanya english language tapi ilmu-ilmu lain yang akan menjadi bekal masa depan mereka.Digital CameraFoto0268Foto0268

Comments (9)

  1. Pengalaman yang berharga sekali …belajar bahasa Inggris memang tuntutan di jaman yang serba digital dan kemajuan teknologi (dunia internet) sekarang ini. Orang yang buta huruf di jaman sekarang ini telah berubah maknanya, dari tidak bisa membaca dan menulis, orang yang buta huruf di jaman sekarang adalah orang yang tidak menguasai bahasa inggris dan ICT !
    Salam penuh persahabatan !
    Dari One SM http://iwansmtri.blogspot.com

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar