3

The Future of Education Webinar Series Acer dan PGRI SLCC (0)

Supadilah S.Si March 30, 2021

Banyak pihak yang peduli dengan pendidikan. Banyak yang memberikan kontribusi terhadao pendidikan terutama saat pandemi. Salah satunya adalah Acer. Salah satu brand laptop dan komputer ini  bekerja sama dengan PGRI SLCC mengadakan webinar dalam waktu yang panjang. Dari Senin – Sabtu atau 15-20 Maret 2021. Dalam selang waktu itu hanya Rabu, 17 Maret 2021 saja yang tidak ada webinar.

Pematerinya keren-keren. Kapasitasnya dalam bidang pendidikan tidak diragukan lagi. Para professor dan tokoh pendidikan berbagi ilmu di webinar ini. Nah, berikut ini materi yang dibahasa pada acara tersebut.

  1. Hari Pertama

INOVASI TEKNOLOGI DI BIDANG PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN

Prof. Richardus Eko Indrajit Ketua PGRI SLCC

Transformasi telah terjadi menuju suatu titik yang baru, yaitu pemanfaatan teknologi dan informasi secara masif untuk memfasilitasi proses pembelajaran.

Banyak muncul beberapa istilah selama belajar daring. Seperti BLENDED LEARNING. Sebuah pembelajaran yang mengintegrasikan metoda belajar mengajar secara offline dengan online.

Pandemi ini mengakibatkan Guru harus berubah. Pimpinan satuan pendidikan harus berubah. Badan penyelenggara pendidikan harus berubah. Orang tua harus berubah. Masyarakat harus berubah. Pemerintah harus berubah. Peserta didik harus berubah.

Yang paling penting untuk diubah adalah MINDSET atau pola pikir.

Lalu bagaimana dengan materi pembelajaran? Apakah harus direvisi atau dibuat lagi? Dalam hal ini Prof. Eko mengatakan bahwa, bahan pembelajaran dapat diperoleh melalui dua cara, yaitu: BY UTILISATION dengan BY DEVELOPMENT Jika sudah ada yang membuat dan berkualitas, jangan membuang-buang waktu untuk “re-invent the wheel”.

Prof. Eko juga mengingatkan bahwa Yang dimaksud dengan pendidik bukan hanya GURU atau DOSEN yang ada di satuan pendidikan, tetapi seluruh manusia yang ada di sekitar peserta didik berpotensi menjadi pendidik yang hebat, seperti: ORANG TUA, KELUARGA, KERABAT, MASYARAKAT, PEMUKA AGAMA, TOKOH, YOUTUBER, TEMAN/SAHABAT, dan lain sebagainya.

Sementara itu, Sumber belajar tidak hanya buku yang diberikan sekolah atau ada di dalam koleksi perpustakaan, tetapi semua konten yang dapat ditemukan di internet maupun media komunikasi lainnya (televisi, radio, media massa, dan lain-lain) – termasuk dalam berbagai media sosial | para pendidik pun merupakan sumber belajar yang sangat hebat dan berkualitas.

Nah lalu apa yang minimal perlu dimiliki guru dan sekolah?

1. Hardware | Perangkat Digital yaitu Komputer, notebook, telepon genggam, gadget/gawai, tablet, perangkat paket mandiri (tools kit) atau sejenisnya

2. Software | Aplikasi Learning management system, knowledge management, simulation, animation, virtual labs, dan lain-lain

3. Infrastruktur Jaringan

Internet, jaringan wilayah (WAN), jaringan kota (MAN), jaringan lokal (LAN), jaringan personal, atau P2P

4. SDM dan Mitra Strategis

 Vendor, institusi pendidikan, kampus informatika, jaringan alumni, pemerintah pusat dan daerah, dan lain sebagainya

5. Content and Knowledge

MOOC, OER, YouTube, Google, Rumah Belajar, search engines, dan lain-lain

Prof. Eko juga mengisyaratkan bahwa kita harus siap menyongsong pembelajaran 4.0 sebagai dampak revolusi industry 4.0. siap tidak siap kita harus menghadapinya.

About Author

Supadilah S.Si

Seorang guru di SMA Terpadu Al Qudwah, Lebak, Banten. Selalu berusaha menjadi guru yang baik untuk murid-muridnya. Suka belajar apapun. Hobi menulis di blog atau media sosial. Pengen dapat banyak ilmu dan pengalaman di www.guraru.org. Ayo saling berbagi

View all posts by Supadilah S.Si →

Comments (3)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar