9

Tetap Semangat Mengajar Informatika dengan Mengembangkan Pembelajaran Berbasis Teknologi (0)

oloan December 10, 2020

Ketika Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Bapak Nadiem Anwar Makarim menerbitkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19) tertanggal 24 Maret 2020, maka ada perubahan besar dalam dunia pendidikan kita.

Proses Belajar dari Rumah dilaksanakan dengan ketentuan pembelajaran jarak jauh atau daring untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa, selain itu dapat difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup antara lain memerangi covid-19 dan dapat divariasikan antarsiswa, sesuai dengan minat dan kondisi masing-masing.

Berpedoman dari sinilah maka perlu diadakan pembelajaran jarak jauh atau daring dengan menggunakan media pembelajaran yang sesuai dan mendukung pembelajaran jarak jauh tersebut. Media pembelajaran memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi merupakan pilihan bijak di era kekinian dalam menciptakan proses belajar mengajar yang aktif, kreatif dan inovatif dan mendukung kebijakan Pemerintah.

Selama memberantas dan memutus rantai penyebaran pandemi global covid-19 ini, dimana kita belajar di rumah, maka ini adalah momen untuk mengembangkan teknologi dan kreativitas dalam pendidikan. Kunci untuk menjawab tantangan baru, dimana telah terjadi perubahan besar dalam dunia pendidikan kita. Pembelajaran yang selama ini berlangsung secara luring, kini harus kita buat dengan daring dan memanfaatkan media teknologi informasi dan komunikasi ini.

Selama masa darurat kesehatan ini, guru dan sekolah memberdayakan teknologi digital berbasis internet untuk mendukung proses pembelajaran jarak jauh. Jadi mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus memanfaatkan aplikasi-aplikasi unutk mendukung proses pembelajaran jarak jauh. Hal ini menjadi modal untuk memasuki era baru pendidikan yang semakin menuntut penguasaan teknologi dan sumber daya manusia Indonesia yang kreatif.

Perancangan sistem pembelajaran jarak jauh yang saya lakukan, tentunya yang pertama membuat atau bergabung dalam WAG alias Whatssapp Group di kelas-kelas yang saya masuki. Ini sangat penting sekali, karena disini saya bisa memberikan informasi kepada siswa seputar tanggal pelaksanaan pembelajaran, materi, tugas dan informasi penting lainnya selama pandemi global covid-19 yang mengharuskan kita belajar dan mengajar dari rumah saja.

Setelah itu, membuat Google Classroom. Apa itu Google Classroom? Google Classroom adalah serangkaian tools produktivitas gratis dari Google meliputi Gmail, Drive, dan Docs, tersedia untuk pengguna Google Apps for Education. Dirancang untuk membantu guru atau pengajar membuat dan mengumpulkan tugas tanpa menggunakan kertas, termasuk fitur untuk menghemat waktu Guru seperti kemampuan untuk membuat salinan Google Docs secara otomatis bagi setiap peserta didik.

Google Classroom juga dapat membuat folder Drive untuk setiap tugas dan setiap peserta didik, agar semuanya tetap teratur dan dapat dilihat kapan saja sebagai format penilaian bagi guru. Google Classroom atau dalam bahasa Indonesia, Ruang Kelas Google, merupakan pembelajaran berbasis teknologi yang dapat menerapkan Learning Management System (LMS). Merupakan model pembelajaran inovatif berbasis e-learning. Langkah-langkah pembuatan Google Classroom ini sungguh simpel dan tidak ribet, sehingga sangat cocok digunakan sebagai model pembelajaran jarak jauh dalam mengumpulkan siswa tanpa harus menggunakan kertas.

Setelah itu, maka di Google Classroom, saya mengunggah atau mengupload materi yang sudah saya persiapkan di aplikasi Power Point. Kebetulan sebelum pandemi global covid-19 menyerang yang berakibat kita harus Work from Home, alias Belajar dari rumah, materi pelajaran Informatika untuk Kelas X (sepuluh) adalah Materi tentang Algoritma dan Pemrograman.

Materi ini masih sampai pengenalan apa itu Algoritma, Notasi Algoritma dan pengenalan pada Pseudocode. Lantas kelanjutan materi tersebut saya buat di Power Point agar bisa lebih gampang mereka pelajari materinya. Lalu saya unggah ke Google Classroom yang sudah saya buat atau tersedia.

Lantas, di akhir materi ada saya sisipkan tugas di rumah yang harus mereka kerjakan, dan juga lengkap tanggal terakhir dikumpulkan. Sistematikanya juga tidak terlalu sulit, mereka kerjakan di buku catatan, lalu fotokan dan di unggah di bagian kolom komentar. Melakukan penilaian juga sangat mudah, sehingga dengan pemanfaatan Google Classroom, maka tugas guru dan peserta didik lebih mudah di era teknologi ini.

Pandemi global covid-19 telah memaksa penerapan pembelajaran jarak jauh yang akhirnya membuat siswa dan guru bersama-sama beradaptasi. Model pembelajaran yang memanfaatkan teknologi secara kreatif sangat sesuai dengan kebutuhan generasi Z yang sudah melek teknologi.

Sehingga pembelajaran jarak jauh ini tidak sulit, tergantung guru sekarang bisa tidak mengkombinasikan berbagai aplikasi untuk membuat pembelajaran semakin menarik. Salam Pendidikan…

Comments (9)

  1. Ingin rasanya mengaplikasikan fasilitas e learning yang tersedia, apadaya kemampuan siswa mentok di WA itupun masih penuh kendala, maklum orang desa penuh keterbatasan meskipun kemauan tinggi.
    Menggunakan WAG aja yang berpartisipasi tidak bisa 100%.

  2. yah begitulah ibu Fitriyani, begitu banyak persoalan yang kita hadapi selama pandemi ini, walau katanya kita sudah masuk era Revolusi Industri 4.0, namun faktanya tidak meratanya pembangunan mengakibatkan banyaknya daerah yang masih terosolir..semoga pemerataan pendidikan itu benar-benar terwujud

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar