3

Tetap Kobarkan Semangat Sumpah Pemuda (0)

Thurneysen Simanjuntak October 28, 2020

Hari ini, linimasa media sosialku dipenuhi dengan ucapan Selamat Hari Sumpah Pemuda. Penuh dengan gambar yang mampu menggelorakan semangat. Bahkan ucapan selamat ini tidak sedikit yang ditampilkan dengan berbagai kreativitas kekinian oleh para pembuatnya.

Pertanyaannya, masihkah semangat ikrar pemuda yang ada di linimasa media sosial tersebut sama dengan semangat 92 tahun yang lalu? Kita berharap semoga saja demikian.

Berharap hal itu terus dapat terus menginspirasi kaum muda untuk tetap memegang teguh ikrar yang dikumandangkan 92 tahun lalu, tepatnya 28 Oktober 1928 yang dilaksanakan di Jalan Kramat Raya 106 Jakarta Pusat itu.

Sahabat Guraru, tentu masih ingat ketiga ikrar yang dimaksudkan bukan?

Kami Putra-Putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia.

Kami Putra-Putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.

Kami Putra-Putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Kalau mau mengenang latar belakang lahirnya ikrar Sumpah Pemuda tersebut, tentu saja kita dapat membacanya melalui berbagai literasi. Bahwa perjuangan saat itu memang masih sarat dengan primordialisme. Berjuang masih didominasi oleh sifat kedaerahan.

Padahal, kita tahu sendiri perjuangan dengan primordialisme tersebut terbukti tidak berhasil mengusir penjajah dari negeri kita yang sudah ratusan tahun tersebut. Untungnya, sejak 1908 rasa nasionalisme sudah tumbuh dikalangan para kaum terpelajar. Setidaknya ini adalah pintu yang memudahkan kita masuk ke sebuah tahap yang berupaya mempersatukan seluruh perbedaan yang ada. Terutama di kalangan pemuda.

Benar memang, setelah ikrar Sumpah Pemuda tersebut, bahwa perjuangan anak bangsa dari waktu ke waktu semakin bersatu. Mulai menanggalkan rasa kedaerahan. Bahkan hal itu berdampak pada semakin dekatnya kita pada gerbang pintu kemerdekaan yang dicita-citakan sejak lama.

Nah, sekarang kita sudah jauh dari peristiwa ikrar Sumpah Pemuda tersebut. Tentu ada banyak tantangan yang kita hadapi di depan. Tantangan yang mungkin dapat mencerai beraikan kita satu dengan yang lainnya. Bisa saja karena adanya faktor perbedaan, seperti agama, suku, ras, dan antar golongan. Atau hal lainnya.

Hendaknya semangat ikrar Sumpah Pemuda itu tetap menjadi perekat bagi semua lapisan bangsa, terutama generasi muda yang akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan.

Sebagai guru, peran kita bukan lagi sekedar mengingatkan Hari Sumpah Pemuda atau sebagai ingatan semata. Tetapi kita harus mencoba memastikan pada anak didik, apakah makna Sumpah Pemuda tersebut sudah sampai kepada mereka? Bahkan sejauh mana mereka siap menerapkan pengakuan tersebut dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Dengan demikian, bangsa kita yang penuh perbedaan ini tetap berdiri kukuh, tak satu pun yang dapat mengguncang dan merubuhkan hanya karena berbagai perbedaan.

Hendaknya generasi penerus bangsa, pemuda, menjadikan ikrar Sumpah Pemuda menjadi sebuah kekuatan untuk memasuki masa Indonesia Emas di 2045. Agar negeri kita semakin maju dan menjadi bangsa yang diperhitungkan.

Akhir kata selamat Hari Sumpah Pemuda. Tetap kobarkan semangat Sumpah Pemuda.

Comments (3)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar