1

Tetap Berprestasi di Tengah Pandemi (0)

Yersita October 17, 2020

Oleh : Yersita (Guru SMAN 1 Merawang, Bangka)

Pandemi Coronavirus Disease (Covid) 19, tidak hanya memukul telak dunia kesehatan tapi juga berdampak sangat besar bagi dunia pendidikan. Terhitung sejak bulan Maret 2020, hampir sebagian besar sekolah di Indonesia berhenti dari aktivitas belajar secara tatap muka. Kegiatan belajar mengajar dilakukan secara online atau dalam jaringan (daring), yang lebih dikenal dengan istilah Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Guru, siswa dan civitas pendidikan seakan “dipaksa” untuk melakukan PJJ. Meskipun kita tahu bahwa tidak semua guru “melek” akan teknologi. Namun tidak ada yang bisa menolaknya, karena infeksi Covid-19 masih terus mengintai mereka yang tidak patuh terhadap protokol kesehatan.

Ketidaksiapan menghadapi proses pembelajaran dalam masa pandemi ini bukan saja membuat guru kebinggungan, tapi juga berdampak pada siswa yang tidak memiliki fasilitas yang memadai untuk melaksanakan PJJ. Masih ditemukan berbagai kendala yang dihadapi siswa dalam Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), seperti ketersediaan handphone, laptop, kuota internet serta sinyal yang mumpuni.Kendala ini membuat kami para guru berpikir keras bagaimana agar pembelajaran tetap terlaksana, meskipun dengan berbagai keterbatasan.

Saat dilakukan evaluasi terhadap pembelajaran menggunakan metode daring, di mana sebagian besar guru di SMAN 1 Merawang menggunakan aplikasi google classroom, masih dijumpai siswa yang “gagap” terhadap aplikasi ini, ada siswa yang menganggap bahwa tidak ada pembelajaran selama pandemi sehingga abai terhadap berbagai tugas, ada siswa yang tidak mau berusaha karena merasa pelajarannya sulit, ada yang terkendala sinyal, ada siswa yang bekerja, bahkan ada siswa yang tidak punya perangkat seluler sama sekali.

Ide Lomba dari Kendala yang Ada

Pertengahan Juli 2020, saat kendala terhadap proses pembelajaran jarak jauh belum teridentifikasi dengan jelas. Wakil kesiswaan menyarankan saya membimbing beberapa siswa untuk ikut serta dalam lomba artikel dan foto jurnalistik Kemendikbud Tahun 2020. Bukan hal yang mudah, di tengah pandemi saat ini harus membimbing siswa mengikuti lomba yang pasti diikuti oleh siswa dari seluruh Indonesia.

Sempat kesulitan dalam melakukan koordinasi, apalagi artikel yang disarankan adalah bentuk feature yang harus melakukan wawancara dengan narasumber secara langsung (On The Spot). Kendala siswa yang tidak bisa PJJ karena tidak memiliki handphone menjadi ide utama yang diangkat salah satu siswa dalam artikelnya. Riset tema ini dilakukan selama satu pekan, dengan mencari informasi di masyarakat apakah terdapat siswa yang kesulitan selama proses PJJ berlangsung. Saat siswa melakukan riset, mereka belum tahu teman-temannya yang tidak memiliki handphone karena proses evaluasi PJJ baru dilakukan bulan September.

Alhasil, ditemukan seorang siswa kelas 1 SD yang sesuai dengan tema artikel dan menjadi narasumber utama karya siswa kami. Siswa kami, Marini Tri Adisti penulis artikel kemudian menggali informasi tentang Rafika, siswa SD yang tidak memiliki handphone untuk belajar daring. Juga dilakukan wawancara dengan orang tua Rafika dan tetangganya. Proses liputan ala jurnalis ini dilakukan cukup singkat, dua hari. Data, informasi, foto terkumpul, selanjutnya menyusun kalimat per kalimat agar tersusun sistematis menjadi artikel berkonsep feature.

Proses pendampingan kepada siswa kami ini dilakukan selama tiga pekan. Proses ini dilakukan melalui dua cara, secara tatap muka di sekolah dan secara daring melalui aplikasi perpesanan whatsapp ataupun telepon. Bahkan beberapa kali, saya meminta siswa tersebut untuk kembali lagi ke rumah narasumber karena masih ada beberapa informasi yang kurang lengkap. Namun Marini terus semangat dan pantang menyerah.

Tahapan selanjutnya adalah proses ujicoba tulisan artikel, yaitu dengan cara meminta kepada siswa lainnya dan sejumlah guru untuk membaca artikel tersebut. Beberapa kali kami mendapat masukan terkait tulisan ini, hingga saatnya tiba dan kami rasa tulisan tersebut sudah cukup baik, kami putuskan untuk di upload ke website sekolah https://www.sman1merawang.sch.id/ pada Sabtu, (29/8/2020). Artikel tersebut berjudul “Tak Mampu Beli HP, Rafika Harus Menumpang Demi Bisa Belajar Online”.

Artikel tersebut menceritakan bagaimana perjuangan siswa kelas 1 SDN 2 Merawang, Kabupaten Bangka dalam belajar online di tengah keterbatasan. Rafika setiap pagi harus berjalan kaki sejauh 500 meter ke rumah sahabatnya Pipit, meminjam handphone hanya untuk belajar online. Orang tua Rafika sendiri bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan pas-pasan. Kondisi rumah Rafika juga sangat jauh dari layak, tanpa jendela, tanpa kamar mandi dan WC.

Tapi bukan itu yang menjadi point of interest artikel siswa kami, semangat juang Rafika untuk bisa belajar daringlah yang ditonjolkan. Seakan siswa kami ingin menunjukkan bahwa, meskipun ditengah keterbatasan tetapi sebagian pelajar di Indonesia masih semangat untuk menimba ilmu.

Alhamdulillah, artikel siswa kami terpilih menjadi Juara 1 Lomba Artikel Opini dan Feature Pendidikan dan Kebudayaan Kemendikbud Tahun 2020. Tulisan siswa kami ini juga dimuat di media nasional Kompas.com (https://www.kompas.com/edu/read/2020/09/23/204522971/tak-mampu-beli-hp-rafika-harus-menumpang-demi-bisa-belajar-online?page=all ).

Pasca tulisan ini dimuat di Kompas, beberapa instansi, lembaga maupun personal menghubungi kami, berniat untuk membantu Rafika dan keluarganya. Ada yang ingin membelikan handphone, membantu mendirikan WC atau kamar mandi, memberikan perlengkapan sekolah kepada Rafika. Alhamdulillah, kini Rafika dan keluarganya sudah mendapat uluran tangan sehingga kini Rafika tidak lagi harus menumpang untuk belajar daring.

Begitupun dengan Marini siswa kami, sangat antusias dan senang bisa membantu orang lain melalui tulisan. “Ternyata dengan literasi, kita dapat membantu orang lain yang membutuhkan bantuan ya, Bu. Literasi juga dapat mengubah kehidupan orang lain ya, Bu,” ujar Marini usai menemani Dewan Pendidikan Babel saat menyerahkan bantuan handphone kepada Rafika pada Selasa, (14/10/2020).

Marini sendiri bertekad untuk mengembangkan bakatnya menulis, bukan sekedar untuk mengikuti lomba tetapi juga membantu memberi informasi kondisi masyarakat di sekitarnya yang kurang mampu agar diketahui publik.

Di tengah pandemi dengan segala keterbatasan yang ada, ternyata siswa kami masih bisa berprestasi. Setelah kemenangan Marini, banyak siswa yang akhirnya antusias untuk mengikuti berbagai lomba. Dampak lain yang dirasakan adalah dua orang siswa SMAN 1 Merawang yang tidak memiliki handphone mendapatkan bantuan handphone dari CSR Samsung dan Yayasan Andy F.Noya,

Dua siswa ini akhirnya bisa melaksanakan pembelajaran jarak jaruh (PJJ) setelah beberapa bulan harus menumpang di rumah temannya.

Kita tidak tahu sampai kapan pandemi ini akan berakhir, tapi setidaknya kita harus terus memupuk keyakinan, bahwa di setiap kondisi yang kita alami harapan itu harus tetap ada. Masih tak menyangka jika kendala yang dihadapi saat PJJ ternyata bisa menjadi bahan tulisan siswa dalam mengikuti lomba. Saya percaya jika guru-guru yang mengajar di daerah pinggiran pasti merasakan kendala yang sama saat melakukan PJJ. Tapi satu hal yang selalu saya yakini, disaat kita sudah berusaha semaksimal mungkin melakukan berbagai upaya agar pembelajaran berjalan dengan baik tapi masih menemukan kendala dan hambatan. Yakinlah bahwa kendala itu menjadi tantangan tersendiri bagi kita sebagai guru agar dapat berbenah menjadi lebih baik. Seperti kendala yang dihadapi guru-guru SMAN 1 Merawang dalam pelaksanaan PJJ ternyata menjadi peluang dalam menyebar kebaikan.

#WritingCompetition #NewNormalTeachingExperience

Comments (1)

  1. Selamat Siang Ibu Yersita 🙂
    terima kasih banyak atas partisipasi pada Guraru Writing Competition 2020.

    Sangat meninspirasi bu, terima kasih atas dedikasi ibu untuk mengajar anak didik! Semoga #sharing pengalaman dan ilmu diatas dapat bermanfaat bagi rekan guru lainnya dan semoga beruntung untuk memenangkan salah satu hadiah dari Guraru!

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar