12

Ternyata…….. (+3)

Botaksakti June 28, 2014

Seorang teman, pengusaha di bidang konsultan IT, bercerita. Katanya, ia begitu sulit mendapatkan tenaga untuk mengerjakan proyek-proyek di perusahaan-perusahaan besar.

“Bukannya belakangan banyak sekali perguruan tinggi yang membuka program pendidikan IT?”, sergah saya.

“Memang, tapi faktanya seperti itu. Pernah saya hampir meneteskan air mata ketika saya mewawancarai seorang fresh graduate dari sebuah perguruan tinggi ternama, eh…..saya tanya soal istiah paling mendasar dari IT saja tidak bisa menjelaskan dengan baik. Terus selama 4 tahun kuliah itu mereka ngapain, saja?”, jelasnya panjang lebar.

Meski saya sedikit tidak percaya, tetapi entah mengapa pikiran saya tiba-tiba melayang ke sistem pendidikan kita.

Boleh jadi, pendidikan kita memang belum bisa memberikan hasil seperti yang diinginkan. Dengan gagah kita mengatakan bahwa pendidikan kita memiliki tujuan yang mulia, membentuk manusia paripurna. Sebuah tujuan yang idealis.

Dengan gagah pula, kadang, kita berteriak bahwa kita tidak sedang mendidik tukang. Kita ingin menghasilkan para pemikir yang akan menentukan majunya bangsa ini.

Sayangnya, harapan kadang tak seperti kenyataan. Di luar sana, mungkin banyak orang sulit mendapatkan pekerjaan. Akan tetapi, di pihak lain ada kalangan pemilik pekerjaan yang kesulitan mendapatkan tenaga kerja.

Belakangan, semua itu menjadi begitu nyata di mata saya. Saya mengalami sendiri kesulitan itu. Dari sekian banyak pelamar, yang benar-benar kualitasnya seperti yang syaratkan dalam iklan lowongan jumlahnya sangat sedikit.

Maka saya berpikir, apakah pendidikan kita sudah berada pada jalur yang benar?  Tidakkah selama ini kita membuang-buang waktu anak-anak itu untuk mengerjakan sesuatu yang sebenarnya tidak begitu mereka butuhkan dalam kehidupan nanti? Entahlah…….

Comments (12)

  1. Ehm … begitukah? Alhamdulillah anak didikku rata2 handal ITnya hingga menginspirasiku utk terus menerapkn IT walau sdh purna tgs PNS. Ketiga anakku pun suksesnya krn IT. Insya Allah bangsa yg sungguhan belajar dan nerapkn IT dpt menginspirasi. Salam prihatin.

  2. alhamdulillah sama bunda ,saya sudah panen 1 yang putri kemarin tgl 21 juni di wisuda dan sudah pengabdi di slta di surabaya tanpa kesulitan untuk melamar malah diminta tinggal yg no 2 semester 8 dan persiapan skiripsi , saya tanya kok sampek smt 8 , dia menjawab aku smtr 8 ada 4 mata kuliah yang tak bisa di program di depan alhamdulillah, saya juga tunjukan bahwa ilmu penting walau sudah tua saya juga sekolah online,bu mereka malah semangat bu………amin

  3. hehe…selamat untuk Bu Etna dan pak Soleh atas keberhasilan mengantarkan putra-putrinya dengan baik.Boleh jadi, puytra-putri Bapak dan Ibu adalah sebagian yang beruntung tidak termasukdalam golongan ‘korban pendidikan’ yang saya ceritakan di atas. Tks, salam.

  4. Ada sesuatu yg tersirat pak. Bpk dpt menebak kan? Kami kel besar tak hanya tgt pd sekolah. Pendidikn kan kapan sj dimana sj oleh sispa sj. Nah kami adakn skolah IT sendiri di rmh sejak dini. Hehe. Ya Insya Allah pemerintah akan terinspirasi. Yuk Guraru adakn skolah di rmh. Salam.

  5. Ijin ikut nimbrung Pak…. 🙂 masih ada beberapa PT yang belum menyiapkan dengan baik lulusannya agar mampu bersaing dalam dunia kerja…fresh graduate kadang-kadang masih butuh pengalaman kerja agar benar-benar siap terjun ke dunia kerja… mungkin terlalu banyak materi dan minim prakteknya.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar