2

Termotivasi dari Mothy (0)

AfanZulkarnain April 17, 2021

2012. Saya masih berprofesi sebagai seorang penyiar di Banyuwangi. Kawan lama saya, Mothy mengajak saya bergabung di komunitasnya, Pena Muda. Komunitas ini terinspirasi dari Indonesia Mengajar. Kami mengunjungi sekolah di pelosok Banyuwangi, untuk membantu para guru memberikan bimbingan belajar secara cuma-cuma.

MI Darul Falah 2 Bulupayung adalah madrasah yang menjadi project pertama kami. Lokasinya jauh dari pusat kota Banyuwangi. Perjalanan ke sana sungguh melelahkan. Jalannya berbatu dan terjal. Namun rimbunan hijau pepohonan dan udara segar seakan melupakan semua itu.

Saya adalah satu-satunya yang bukan sarjana dan bukan guru di komunitas tersebut. Beberapa kali sempat minder, ini kan komunitas untuk mengajar dan saya bukan pengajar. Saya hanya penyiar. Namun Mothy memberi saya semangat, “Siapapun bisa jadi guru, Van. Siapapun bisa mengajarkan ilmu kepada orang lain. Kamu kan penyiar, kamu juga terbiasa memandu acara di mana-mana, kamu bisa mengajari mereka cara berbicara di depan umum, Van”

Sampai sekarang, saya masih ingat bagaimana cara Mothy menyampaikan kalimat itu. Matanya berbinar-binar dan intonasinya menggebu-gebu. Saya mengepalkan tangan. Semangat mengajar saya menjadi berkobar.

Terlintas ide cemerlang. Saya menggunakan boneka tangan sebagai media untuk mentransfer ilmu kepada anak-anak. Saya sempat belajar sulap suara , istilah kerennya ventriloquis, kenapa tidak saya gunakan ilmu itu untuk menarik perhatian mereka. Boneka tangan berwujud sapi putih saya pilih. Saya beri nama Syafi’i.

Di depan kelas saya beraksi. Saya mendongengkan sebuah cerita yang berisi pesan moral, lalu dikaitkan dengan pelajaran. Misalnya dalam satu kesempatan, saya menasihati Syafi’i yang sakit perut karena jajan sembarangan. Kemudian saya hubungkan dengan materi organ pencernaan yang akan diajarkan oleh seorang rekan yang memiliki latar belakang ilmu alam.

Ya, terkadang kami saling bekerja sama dalam mengajar. Di lain kesempatan misalnya, saya bercerita mengenai Syafi’i yang kebingungan menghitung sisa tabungan. Lalu saya kaitkan dengan materi penjumlahan dan pengurangan yang akan diajarkan rekan lainnya yang notabene memiliki latar belakang pendidikan matematika.

Saya pun sempat mendapatkan kesempatan untuk mengajarkan cara membaca pidato. Saya mengawali pelajaran dengan menceritakan Syafi’i yang grogi saat berbicara di depan teman-temannya, lalu saya kaitkan dengan materi public speaking.

Alhamdulillah Syafi’i selalu menjadi penyelamat untuk menarik perhatian anak-anak. Mereka tampak asyik saat dongeng diceritakan. Akibatnya mereka tertarik mengikuti pelajaran. Muncul rasa bahagia saat melihat anak-anak merasa senang dengan apa yang saya ajarkan. Terlebih saat berpamitan, salah satu dari mereka mengatakan “Besok datang lagi sama Syafi’i, ya Kak.”

Di perjalanan pulang saya menyampaikan rasa bahagia itu kepada Mothy, “Bro, ternyata menjadi guru itu enak,ya.”“Perasaan berbagi ilmu itulah yang bikin senang, Van. Ada rasa bahagia saat orang lain bahagia karena apa yang telah kita lakukan.” Jawab Mothy singkat. Dia lalu berbisik, “Kuliah aja,Van. Biar jadi guru beneran.” Saya melebarkan senyuman. Jawaban Mothy memantik suatu keinginan dari lubuk hati paling dalam : menjadi pengajar.

Keinginan tersebut amat besar. Tak terbendung. Berbekal dari tabungan selama menjadi penyiar, akhirnya saya melanjutkan kuliah setelah lima tahun lulus SMA. Pendidikan matematika adalah jurusan yang saya pilih. Alhamdulillah, saya lulus tepat waktu dan cumlaude. Lepas wisuda saya mengajar di beberapa sekolah hingga sekarang, saya mengajar di MAN 3 Jombang. Semua pengalaman saat berada di komunitas Pena Muda tak akan terlupakan. Terlebih kenangan menggunakan boneka sapi sebagai media pelajaran dan tawa anak-anak yang riang, sangat membekas di ingatan, karena itulah yang membuat saya akhirnya memutuskan untuk menjadi pengajar. Dan hingga saat ini, setiap kali selesai mengajar, kalimat Mothy selalu terngiang, “Perasaan berbagi ilmu itulah yang bikin senang.”

Cerita ini sempat saya ikutkan dalam lomba podcast dan alhamdulillah mendapatkan juara pertama. Berikut link podcast tersebut.

https://www.instagram.com/tv/CKOb_pFpsOv/?utm_source=ig_web_copy_link

Comments (2)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar