0

Termometer, Pak! (0)

Zubaili January 27, 2021

Terdengar suara bel dari microphone madrasah 29 Aceh Besar ( Min Lhoknga) yang dihidupkan oleh piket yang bertugas hari itu. Saya pun menutup pembelajaran Al-Qur’an hadits di kelas VI-2 dengan menyampaikan beberapa nasehat, motivasi, dan memberi tugas yang harus dikerjakan di rumah. Kemudian saya akhiri dengan membaca doa meninggalkan majelis.

سبحانك الله وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت أستغفرك واتوب اليك وصلى الله على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه وبارك وسلم. آمين

Saya pun bergegas keluar dari kelas diikuti oleh anak-anak, mereka tidak sabar lagi untuk segera ke kantin untuk mencicipi makanan yang dijual pak cek di sana. Saya keluar ruangan dan melewati kelas V-1. Tepat di depan kelas V-1 saya melihat anak-anak sedang membereskan dua botol aqua yang telah diisi oleh air yang telah di campur pewarna, mereka baru saya melakukan eksperimen.

Saya mencoba mencari informasi apa yang sedang mereka lakukan. Saya pun bertanya,

“Ada apa ini ya, kok ramai-ramai. Apa yang kalian jemur?” Saya mengawali pembicaraan dengan mereka.

“Oo, itu termometer, pak. Termometer buatan kami. Keren kan pak!” Jawab mereka sambil saling berebutan Untuk menjawab pertanyaan saya.

Emangnya apa itu termometer,nak? Tanya saya sambil pura-pura tidak tahu.

“Termometer itu pengukur suhu tubuh pak. Kalau di rumah sakit yang dimasukkan diketiak itu pak.” Jawab mereka spontan tanpa pikir panjang sambil senyam senyum.

Termometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu (temperatur), ataupun perubahan suhu. Istilah termometer berasal dari bahasa Latin thermo yang berarti panas dan meter yang berarti untuk mengukur. Prinsip kerja termometer ada bermacam-macam, yang paling umum digunakan adalah termometer air raksa. (Wikipedia)

Siapa yang ajarin kalian, nak! Lanjut saya.

“Bu Salbiyah, itu Bu Salbiyah masih di dalam kelas, Pak“ Sahut mereka dengan penuh semangat.

***

Saya melihat mereka cukup senang dan bangga dengan apa yang mereka kerjakan, mereka bangga dan bahagia dengan apa yang telah diajarkan Bu Salbiyah karena mampu mengerjakan sesuai intruksi gurunya, mendapat ilmu baru, dan ini nampak dari raut wajah mereka.

Saya yakin, pengalaman praktek termometer dengan alat seadanya ( menggunakan bahan plastisin, botol aqua, selang, air, dan pewarna) yang dipraktekkan Bu Salbiyah akan dikenang oleh anak-anak. Mereka lebih cepat memahami pelajaran dengan adanya praktek seperti ini, dan ini patut ditiru oleh guru-guru lain.

Semoga cerita yang singkat ini menjadi sebuah pembelajaran bagi kita guru-guru untuk tak bosan bosannya selalu mengajari anak didik kita, mencari cara supaya anak didik kita lebih mudah memahami apa yang kita ajarkan kepada mereka, baik dengan cara praktek seperti yang telah diterapkan oleh Bu Salbiyah, atau cara-cara yang lain. Syukran

#Akhii | Zubaili

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar