4

Terbang menuju maut (0)

@ahysholih January 11, 2021

Dunia dirgantara Indonesia kembali berduka yang mendalam. Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta Pontianak hilang kontak dan diyakini jatuh di Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu.

Pada pukul 14.37 WIB pesawat Sriwijaya SJY 182 take off dari Bandara Soekarno Hatta menuju Pontianak pada pkl. 14.36 WIB. Pada pkl. 14.37 WIB pesawat Sriwijaya SJY 182 melewati 1700 kaki dan melakukan kontak dengan Jakarta Approach. Pesawat Sriwijaya Air SJY 182 diizinkan naik ke ketinggian 29000 kaki dengan mengikuti Standar Instrumen. (Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan RI pada Pikiran Rakyat.com)

Salah satu korban diantara ratusan nyawa yang belum diketahui nasibnya hingga tulisan ini dipublish adalah pilot Capt. Afwan bin Zamzani. Beliau seorang suami dari seorang istri & ayah dari putra-putri yang ditinggalkannya.

Keluarga pilot yang telah menghabiskan masa hidupnya selama 37 tahun mengabdi pada penerbangan ini menuturkan bahwa ybs sempat membuat keanehan. Afwan meminta maaf kpd istri dan para putrinya.

Keponakan Afwan, Verza Mahardika menuturkan kpd salah satu putri sang pilot, sempat berkata : Abi (sebutan ayah kpd Afwan oleh anaknya) kok lebay ?

“Itu aneh di luar kebiasaannya saat bertugas,” kata Virza di kediaman Afwan yakni Bumi Cibinong Endah, Kabupaten Bogor, Ahad 10 Januari 2020.

Saat ada informasi SJ 182 lost contact itu membuat shock dan heran keluarga Afwan. Pihak keluarga berharap ada kabar dan informasi lanjutannya. Informasi terakhir yang keluarga tahu, Afwan menulis di status WhatsApp-nya.

“Terakhir di profil WA-nya dia menulis : “Setinggi apapun aku terbang tidak akan mencapai surga bila tidak sholat lima waktu”, kata Verza

Menurut keluarga, beliau selalu mengabarkan ke pihak keluarga, setiap perjalanan beliau selalu kabari keluarganya, biasanya di telepon keluarganya. Sebelum take off dia telepon, begitu sampai tujuan telepon juga, ujarnya, Minggu (10/01/2021)

Ketua RT 1 Perumahan BCE, Agus Pramudibyo membeberkan bahwa Captain Afwan kerap mengabarkan sang istri ketika pesawat baru saja take off.

“Biasanya take off, beberapa menit kemudian dia menelepon istrinya”, ungkapnya.

Namun kebiasaan tersebut tidak dilakukan Kapten Afwan pada saat pesawat hilang kontak Sabtu, 09/01/2021.

Lewat tayangan infotainment pagi aku peroleh kabar, beliau salah satu sosok yang sholeh di lingkungannya. Memberi tausyiah di acara tetangga, dia dikenal dengan panggilan pak Haji. Selain sholeh beliau juga terkenal santun dan agamis. Dia biasa mengenakan peci putih.

Salah satu narsum di layar kaca mengungkapkan bahwa dia sempat dipayungi oleh beliau saat membagikan besek pada acara tetangga tempo hari. Tak menyangka itulah pertemuan terakhir dengannya.

Ada kesan mendalam dari narsum, beliau sempat tausyiah & berpesan, ” Jangan sampe ga sedekah & dll ….

Referensi tulisan :

Pikiran Rakyat.com edisi Ahad 10/01/2021

TEMPO.CO.ID edisi Ahad 10/01/2021

Infotaiment “Insert Pagi” tayang di Transtv pada Senin 11/01/2021

Semoga Allah memberikan segala yang terbaik kpd semua korban kecelakaan & keluarga yang senantiasa menunggu hasil evakuasi diberi kesabaran tanpa batas oleh sang Khalik. Aamiin.

Comments (4)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar