4

Teknik Penentuan Tema dalam Pembelajaran Terpadu (Integrated Approach” (0)

Wahid Priyono, S.Pd. December 5, 2020

Jika seorang guru/dosen memutuskan untuk mencoba mengajar dengan pendekatan terpadu (integrated approach), maka langkah awal yang harus dilakukan adalah mencari dan menentukan keterkaitan antar satu unsur dengan unsur lainnya. Bentuk keterkaitan tersebut dituangkan dalam bentuk tema yang akan dijadikan focus utama pembahasan (Rustaman, N.Y., dkk. 2004).

Pembelajaran terpadu diawali dengan menentukan tema, karena penentuan tema akan membantu peserta didik dalam beberapa aspek yaitu :

  1. Peserta didik yang bekerja sama dengan kelompoknya akan lebih bertanggung jawab, berdisiplin, dan mandiri.
  2. Peserta didik menjadi lebih percaya diri dan termotivasi dalam belajar bila mereka berhasil menerapkan apa yang telah dipelajarinya
  3. Peserta didik lebih memahami dan lebih mudah mengingat karena mereka mendengar, berbicara, membaca, menulis, dan melakukan kegiatan menyelidiki masalah yang sedang dipelajarinya.
  4. Memperkuat kemampuan berbahasa peserta didik.
  5. Belajar akan lebih baik bila peserta didik terlibat secara aktif melalui tugas proyek, kolaborasi, dan berinteraksi dengan teman, guru dan dunia nyata.

(Carin, 1997 dalam Puskur, 2005).

Syarat yang harus diperhatikan dalam menentukan tema adalah  :

  1. Bersifat “fertil” artinya tema tersebut memiliki  keterkaitan dengan unsur atau konsep lain. Tema yang fertil biasanya berupa pola atau siklus.
  2. Tema sebaiknya sudah dikenal oleh siswa sehingga siswa dapat dengan mudah memahami hubungan antar konsepnya.
  3. Tema memberikan banyak kesempatan untuk melakukan eksplorasi dari objek atau kejadian nyata dan dekat dengan lingkungan keseharian siswa sehingga kesempatan untuk memperkaya pengalaman serta keterampilan akan banyak didapatkan.
  4. Tema menggambarkan keterkaitan yang logis dan alamiah antar unsurnya.
  5. Tema harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan psikologis anak                   

(Karli & Hutabarat, 2007).

Setelah tema ditentukan, langkah selanjutnya adalah membuat perencanaan pembelajaran yang mencakup kegiatan :

  1. Pengembangan subtema jika diperlukan
  2. Mengidentifikasi target pembelajaran dalam bentuk pengembangan TPK
  3. Merancang kegiatan pembelajaran dengan pengalaman belajar yang disesuaikan dengan tema, termasuk merinci pihak yang dapat dilibatkan dalam memberikan pengalaman otentik kepada siswa.
  4. Merancang bentuk assesment untuk mengetahui ketercapaian target pembelajaran.
  5. Keberhasilan pembelajaran terpadu akan lebih optimal jika perencanaan mempertimbangkan kondisi dan potensi peserta didik (minat, bakat, kebutuhan, dan kemampuan) (Puskur,2005).

Ada berbagai model dalam mengembangkan pembelajaran terpadu dapat dilihat pada alur penyusunan perencanaan pembelajaran terpadu berikut ini (Puskur, 2005):

Dengan melaksanakan kegiatan pembelajaran terpadu, maka siswa tentu saja akan mendapat pengalaman berharga yang lebih benilai.

Daftar Pustaka:

Karli dan Hutabarat. (2007). Implementasi KTSP Dalam Model-Model pembelajaran. Bandung: Generasi Info Media.

Rustaman, N.Y dkk. (2004). Strategi Belajar Mengajar Biologi. Bandung: Jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA UPI.

Sa’ud. Dkk. (2006). Pembelajaran Terpadu. Bandung: UPI Press.

Sa’ud dan Suherman. (2006). Inovasi Pendidikan. Bandung : UPI Press.

Sriyati, Siti. (2008). Integrated Approach. Makalah (Tugas Mata Kuliah Pengajaran Biologi Sekolah Lanjut, Sekolah Pasca sarjana UPI): Tidak diterbitkan.

Comments (4)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar