2

Teknik Menulis Buku Pengayaan : Aspek Materi/Isi Buku (+3)

gitalest February 20, 2014

Dalam menulis buku pengayaan (baik pengetahuan, keterampilan, maupun kepribadian) harus memperhatikan tiga kriteria pokok, yaitu:
(1) Memiliki kesesuaian dengan tujuan pendidikan;
(2) Menyesuaikan dengan perkembangan ilmu;
(3) Mengembangkan kemampuan bernalar.
Ketiga kriteria ini harus terpenuhi dalam mengusung materi atau isi buku pengayaan. Buku pengayaan dapat digunakan untuk mendidik pembaca dalam rangka mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Kriteria pertama, “memiliki kesesuaian dengan tujuan pendidikan” dijadikan dasar karena materi buku pengayaan diharapkan dapat membantu pencapaian tujuan pendidikan. Materi buku pengayaan harus sesuai dengan tujuan pendidikan, yaitu untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Tentu saja, kriteria ini tidak terungkap secara eksplisit dalam materi buku pengayaan melainkan materi atau isi buku tersebut memiliki kesesuaian dengan upaya pencapaian tujuan ini. Oleh karena itu, seorang penulis dapat mengusung materi dalam buku pengayaan berdasarkan indikator dari kriteria ini, yaitu materi atau isi
(a) mendukung pencapaian tujuan pendidikan;
(b) mengembangkan tujuan pendidikan, dan
(c) tidak bertentangan dengan tujuan pendidikan.

Kriteria “menyesuaikan dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni (Ipteks)” dimaksudkan bahwa materi buku pengayaan itu tidak bertentangan dengan perkembangan dan konsep Ipteks. Indikator dari kriteria ini adalah materi atau isi buku pengayaan itu
(a) sesuai dengan kebenaran konsep keilmuan;
(b) sesuai dengan perkembangan Ipteks;
(c) sesuai dengan kondisi dan data mutakhir;
(d) sesuai dengan kenyataan atau bersifat faktual. Apabila penulis buku pengayaan menyusun materi, maka materi yang ditulis harus sesuai dengan kebenaran konsep keilmuan, sesuai dengan perkembangan Ipteks, sesuai dengan kondisi mutakhir dan sesuai dengan kenyataan faktual.

Kriteria, “mengembangkan kemampuan bernalar” dimaksudkan bahwa materi buku pengayaan itu harus dapat mendorong pembacanya untuk bernalar atau berpikir. Indikator dari kriteria ini adalah mendorong pembaca untuk berpikir
(a) kritis;
(b) kreatif; dan
(c) inovatif.
Pada setiap lembaga pendidikan pembelajaran berpikir tidak secara khusus dilakukan sebagai mata pelajaran, melainkan diselipkan dalam kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Oleh karena itu, apabila menulis buku pengayaan, materi yang ditulis harus dapat menjalankan fungsi mengembangkan kemampuan bernalar.

1) Kriteria Khusus Materi Buku Pengayaan Pengetahuan
Aspek yang menjadi ciri khusus buku pengayaan pengetahuan adalah “mengembangkan nilai-nilai moral dan budaya”. Aspek ini dimaksudkan agar buku pengayaan pengetahuan itu dapat mengembangkan nilai-nilai moral bangsa Indonesia sebagai nilai luhur yang merupakan karakter bangsa Indonesia. Selain itu, nilai-nilai budaya bangsa Indonesia pun perlu terus dikembangkan termasuk materi yang diusung dalam buku pengayaan pengetahuan. Untuk itu, indikator dari aspek ini adalah materi buku pengayaan
(a) mengembangkan nilai-nilai moral dan budaya bangsa Indonesia;
(b) tidak bertentangan dengan nilai-nilai moral bangsa Indonesia; dan
(c) tidak bertentangan dengan nilai-nilai budaya bangsa.

2) Kriteria Khusus Materi Buku Pengayaan Keterampilan

Aspek yang harus diperhatikan sebagai ciri khusus dalam materi buku pengayaan keterampilan adalah bahwa materi:
(1) Memiliki manfaat bagi kehidupan; dan
(2) Mengembangkan kecakapan hidup.

Kedua aspek ini harus diperhatikan dalam menulis buku pengayaan keterampilan.
Materi buku pengayaan keterampilan harus memiliki manfaat bagi kehidupan pembaca, khususnya bagi peserta didik. Dengan demikian, materi dalam buku jenis ini adalah keterampilan-keterampilan yang bermanfaat dalam kehidupan siswa harus terusung dalam materi buku pengayaan keterampilan. Oleh karena itu, indikator dari aspek ini adalah:

(a) dapat digunakan untuk memecahkan masalah;
(b) dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya; dan
(c) dapat mendorong “jiwa kewirausahaan” atau berusaha untuk mencari dan melakukan sesuatu.

Materi buku pengayaan keterampilan juga harus dapat mengembangkan kecakapan hidup (life skills) pembaca, terutama bagi peserta didik. Kecakapan hidup yang harus dikembangkan sebagai materi buku pengayaan keterampilan adalah kecakapan akademik, sosial, dan kejuruan. Oleh karena itu, indikator dari aspek ini adalah
(a) mengembangkan kecakapan akademik;
(b) mengembangkan kecakapan sosial; dan
(c) mengembangkan kecakapan kejuruan atau motorik.

3) Kriteria Khusus Materi Buku Pengayaan Kepribadian

Dalam menulis buku pengayaan kepribadian, selain memenuhi tiga kriteria pokok di atas, materi dalam buku pengayaan kepribadian harus berupa materi yang dapat:
(1) Membangun mental-emosional;
(2) Membangun pribadi arif dan berwibawa; dan
(3) Mendorong sikap empati dan apresiasi.

Ketiga aspek ini menjadi pelengkap kriteria materi buku pengayaan kepribadian.
Materi buku pengayaan kepribadian harus dapat membangun mental emosional pembaca, khususnya peserta didik. Dalam membangun mental-emosional pembaca melalui materi buku pengayaan kepribadian dapat dilakukan melalui uraian materi atau isi buku yang dapat mengembangkan jiwa sportif, sikap yang mampu mengendalikan diri dari hal-hal yang merugikan, sikap percaya diri, dan kedewasaan diri, baik dewasa mental, spiritual, maupun emosional. Oleh karena itu, indikator dari membangun mental-emosional dalam menulis buku pengayaan kepribadian adalah materi atau isi buku yang
(a) mengembangkan jiwa sportivitas;
(b) sikap pengendalian diri;
(c) sikap percaya diri; dan
(d) mendorong kedewasaan mental, spiritual, dan emosional.
Materi buku pengayaan kepribadian harus dapat membangun pribadi yang arif dan berwibawa. Materi yang mencerminkan pribadi arif dan berwibawa dalam buku pengayaan kepribadian ditunjukkan melalui pesan (message) atau kisah/cerita tokoh utama sebagai figur yang memiliki sikap komitmen terhadap tugas, berjiwa solider, mandiri dan memiliki keyakinan diri, dapat dipercaya, dan konsisten. Oleh karena itu, indikator dari aspek membangun pribadi yang arif dan berwibawa dalam menulis buku pengayaan kepribadian diungkapkan melalui isi atau pesan yang dapat

(a) mengembangkan sikap komitmen terhadap tugas;
(b) membangun jiwa solidaritas;
(c) mendorong kemandirian dan keyakinan diri;
(d) mengembangkan sikap dan perilaku yang dapat dipercaya; dan
(e) mengembangkan sikap dan perilaku konsisten.

Materi buku pengayaan kepribadian harus dapat mendorong sikap empati dan apresiasi. Sikap empati itu dapat ditunjukkan melalui “ikut merasakan apa yang dialami” tokoh utama, terutama ketika mengalami suatu tekanan atau kejadian menyedihkan. Sikap apresiasi ditunjukkan melalui perilaku yang dapat mengekspresikan “apa yang dirasakan orang lain” atau tokoh utama, baik yang menyenangkan maupun yang menyedihkan. Sikap empati dan apresiasi juga dapat ditunjukkan oleh sikap menghargai orang lain, dalam perbedaan atau kesamaan sebagai seseorang yang memiliki jiwa demokratis atau jiwa merdeka. Oleh karena itu, indikator materi yang memenuhi aspek mendorong sikap empati dan apresiasi dapat ditunjukkan melalui isi atau pesan yang dapat
(a) mengembangkan sikap “ikut merasakan apa yang dialami orang lain”;
(b) mengembangkan perilaku yang mengekspresikan “apa yang dirasakan orang lain”; dan
(c) mengembangkan sikap menghargai orang lain secara demokratis dan berjiwa merdeka.

Semoga bermanfaat

Comments (2)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar