4

Technology is Crazy Solution to Learning of 21st Century (+1)

Usep Saefuddin May 21, 2017

“Komputer itu luar biasa karena ketika kamu bekerja dengannya, kamu akan mengetahui hasilnya dengan cepat untuk menunjukkan bahwa program yang kamu buat bekerja. Itu adalah timbal balik yang tidak akan kamu dapatkan dari yang lain”. (Bill Gates-Pendiri Microsoft)

Mekanisme hidup adalah sebuah pilihan. Setiap diri bertanggung jawab atas jalan hidup yang dipilihnya. Setiap pilihan yang dibuat mengandung konsekuensi yang berbeda, seperti ungkapan Isaac Newton dengan Hukum Newton III-nya yang menyatakan bahwa, “Untuk setiap aksi selalu ada reaksi yang sama besar dan berlawanan arah”.

Kaitannya dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam kehidupan, respon manusia adalah mengimplementasikannya atau menolaknya. Ketika manusia mengambil pilihan untuk mengimplementasikannya, hakikatnya adalah menerima perubahan, hidup secara dinamis, relevan dengan perkembangan zaman. Sebaliknya ketika manusia harus memilih untuk menolaknya, konsekuensinya adalah menolak perubahan, hidup secara tradisional dengan tenang, tanpa disibukkan dengan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi.

Dalam konteks dunia pendidikan, teknologi informasi dan komunikasi (TIK) senantiasa mewarnai perkembangan pembelajaran abad 21. TIK secara efektif digunakan dalam setiap aspek pembelajaran, meliputi: a)tujuan pembelajaran ( learning intention), b) materi (subject matter), c) pendekatan (approach), d) metode (methode), e) model, f) media dan sumber belajar, g) evaluasi. TIK dijadikan sebagai jawaban tuntutan kemampuan abad 21 yang meliputi: a) komunikasi (communication), b) kolaborasi (collaboration), c) berpikir kritis (critical thinking), dan d) kreatif (creativity). TIK juga dimanfaatkan sebagai sarana pengembangan diri (self developement) pendidik sebagai upaya peningkatan kemampuan pedagogik dan professionalnya. Kemudian, TIK dalam pembelajaran abad 21 berguna dalam program school partnership (hubungan antar sekolah), dimana setiap sekolah di berbagai belahan dunia terhubung satu sama lain  melalui internet. Selain itu, TIK pula dijadikan sebagai upaya pengelolaan pendidikan secara berkualitas melalui manajemen kelas (management of classroom) dan manajemen berbasis sekolah (school based management).

Pembelajaran abad 21Gambar 1 Penggunaan TIK dalam Pembelajaran Abad 21 di Wooranna Park Primary School, Dandenong, Victoria, Australia. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

School PartnershipGambar 2 School Partnership melalui Skype di Wooranna Park Primary School, Dandenong, Victoria, Australia (Sumber: Dokumen Penulis)

TIK dalam aspek tujuan pembelajaran, dijadikan sebagai alat eksplorasi (menggali) pemahaman dan karakteristik peserta didik sebagai dasar rumusan tujuan pembelajaran. Dari unduhan informasi mengenai teori belajar, landasan filosofis dan perkembangan psikologis peserta didik, dapat dirumuskan tujuan pembelajaran yang tepat sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan peserta didik. Dari prosedur teknis yang didapat, guru juga akan terampil membuat rumusan tujuan yang ideal berdasarkan prinsip ABCDE (audience, behaviour, condition, degree, environtment).

TIK dalam aspek materi pembelajaran ditampilkan dalam bentuk bahan ajar, baik secara offline (luring) maupun online (daring). Bahan ajar offline dapat berupa file document (kata-kata), spreadsheet (angka-angka), presentasi, picture (gambar), video maupun mindmap (peta konsep). Bahan ajar online dapat dipublikasikan melalui blog, web sekolah, grup/komunitas edukatif sosial media seperti linkedIn, facebook, whatsapp atau situs youtube, metacafe, dailymotion  untuk file jenis video. Bahan ajar juga dapat ditampilkan melalui pertemuan langsung secara daring antara presenter/volunteer dengan audience dengan menggunakan aplikasi umeetmee, skype, edmodo atau juga video call yang berbasis web seperti big blue button dan v cube.

Bahan ajar onlineGambar 3 Peserta Didik Menggali Informasi dari Bahan Ajar Online (Sumber: Dokumen Penulis)

TIK dalam aspek pendekatan, metode dan model pembelajaran diimplementasikan dalam bentuk cara belajar efektif menggunakan teknologi dengan mengaplikasikan inovasi-inovasi pembelajaran. Pertama model flip teaching, sebuah strategi pembelajaran terbalik dimana guru mengunggah semua bahan ajar pada blog atau web sekolah, kemudian peserta didik dan orang tua mempelajari secara intensif di rumah, masalah-masalah yang dihadapi peserta didik ditanyakan di saat pertemuan kelas nanti. Kedua adalah inquiry based learning (pembelajaran berbasis inkuiri) dimana pembelajaran diawali dengan pertanyaan secara terbuka, kemudian peserta didik secara aktif mencari jawaban melalui berbagai sumber termasuk internet atau kunjungan langsung ke museum atau gedung IPTEK seperti science work. Contoh ketiga adalah differentiated learning yaitu suatu pendekatan yang menekankan perlakuan berbeda untuk kelompok kemampuan tertentu, yang diawali dengan serangkaian tes awal melalui aplikasi dan teknologi pembelajaran. Keempat, tentu saja joyfull learning,  dimana peserta didik belajar melalui permainan/games berbasis TIK yang bersifat edukatif dan steril dari konten dewasa.

Joyfull learningGambar 4 Implementasi Joyfull Learning melalui Games (Sumber: Dokumen Penulis)

TIK dalam aspek aktivitas pembelajaran diwujudkan dengan pengalaman-pengalaman belajar yang syarat dengan teknologi. Bentuk kegiatannya dapat berupa daring maupun luring. Langkah kegiatannya disesuaikan dengan model sintaks pembelajaran yang digunakan, dapat berupa eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi. Mekanisme kegiatannya bisa mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengolah informasi dan mengkomunikasikannya.

TIK dalam aspek sumber belajar dan media pembelajaran senantiasa dijadikan alat bantu menyampaikan bahan ajar dan mencapai tujuan pembelajaran. Sumber belajar dan media pembelajaran yang dimaksud dapat bersifat audio (pendengaran), visual (penglihatan) maupun multimedia (audiovisual) yang interaktif. Sumber belajar juga dapat berupa display classroom (pajangan kelas) dan hasil kreativitas siswa. Software (perangkat lunak) juga bisa digunakan sebagai media pembelajaran, misal algeebra untuk pembelajaran matematika, google map dan earth untuk pembelajaran IPS, youtube untuk seni budaya keterampilan, mindmanager untuk pembelajaran memahami isi bacaan Bahasa Indonesia, dan banyak lagi yang dapat dimanfaatkan.

mindmanager usepGambar 5 Penggunaan Media Pembelajaran Mindmanager dalam Pembelajaran (Sumber: Dokumen Penulis)

TIK dalam evaluasi pembelajaran memiliki nilai manfaat yang besar. Dari mulai penerapan prinsip penilaian yang sistematis, adil, transparan dan akuntabel. Kemudian pelaporan yang cepat, karena dapat dilihat langsung  oleh pihak terkait, baik itu peserta didik yang bersangkutan, guru, kepala sekolah, orang tua maupun dinas pendidikan. Serta privasi nilai yang terjaga, dimana setiap peserta didik, guru atau orang tua memiliki akun tertentu secara rahasia dalam mengakses nilai dan perkembangan buah hatinya, sehingga tidak merasa malu sekaligus menghindari tindakan bully teman-temannya. Selain itu, penggunaan TIK dalam evaluasi pembelajaran dapat mengurangi pemakaian kertas (paper less), sesuai dengan penananaman karakter reduce (mengurangi) di bidang lingkungan hidup.

Tidak berlebihan jika pada pembelajaran abad 21 ini, penggunaan TIK adalah sebuah ide gila (crazy solution), keniscayaan yang patut diterima. Penggunaan TIK adalah budaya yang tidak terhindarkan untuk upaya kehidupan yang lebih baik. Dunia seaakan senyap, ketika sehari saja kita tidak menggunakan teknologi.

Terlepas dari semua hal, marilah kita gunakkan teknologi secara bijaksana. Hindari penggunaan teknologi untuk informasi- informasi yang tidak benar (hoax). Jauhkan teknologi dari muatan SARA yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Sejauh mungkin proteksi peserta didik dan buah hati kita dari konten pornografi dan pornoaksi. Serta hindari teknologi sebagai sarana kriminal dan penyebaran aksi tindak kekerasan.

Akhirnya, marilah kita sukseskan penggunaan teknologi untuk peningkatan kualitas pembelajaran abad 21. Dengan peningkatan kualitas pembelajaran akan meningkat pula hasil belajar peserta didik. Dengan meningkatnya hasil belajar peserta didik secara menyeluruh (pengetahuan, sikap dan keterampilan), akan membentuk generasi yang tangguh, berkembangnya sumber daya manusia Indonesia menuju kejayaan negeri ini.

“Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guru Era Baru”

Usep Saefuddin, S.Pd.

Guru SDN Jayamulya III, Kec. Cibuaya, Kab. Karawang

Pernah mendapatkan beasiswa singkat program Kemendikbud di University of Melbourne, Australia.

Comments (4)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar