2

Tas Sekolah untuk Gitar (0)

Daniel Leonard Sinaga March 7, 2021
-Gitar-

Suatu hari aku mengajar di kelas VIIA SMP Negeri Kobakma, seperti biasa anak-anak sudah menunggu kedatanganku di kelas untuk belajar. Pelajaran pun aku mulai, melihat mereka yang antusias dalam belajar akupun menjadi semangat menjelaskan materi pelajaran, memberikan contoh sampai aku mengecek setiap tulisan mereka satu-persatu. Sampailah aku di meja seseorang siswa bernama Gitar Aud. Kuperhatikan catatannya. Sembari juga aku aku melihat tas sekolah yang dibawanya. Aku terkejut loh….itu kan tas raket badminton, apa dapat memuat buku-buku di dalam tas itu? Gitar adalah seorang pendatang di Kobakma, orang tuanya berada di distrik Ilugwa distrik yang berada 145 km dari Kobakma, salah satu distrik Kabupaten Mamberamo Tengah. Di kobakma dia tinggal bersama bapak kepala SMP Negeri Kobakma, mereka masih ada hubungan kekeluargaan dan tentunya masih satu rumpun marga. Kegiatan setiap hari dari Gitar adalah ikut membantu keluarga bapak kepala sekolah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sehingga berkebun, mencari kayu bakar sudah menjadi rutinitasnya sepulang sekolah dan ada satu lagi pekerjaan yang selalu aku lihat dia kerjakan yaitu menjaga anak bapak kepala sekolah yang masih berumur dua tahun. Dalam hati aku bertanya kapan waktu dia belajar jika kerjaannya di rumah begitu banyak? Cita-citanya adalah menjadi seorang pastor kebetulan dia hanya satu-satunya di kelas yang beragama kristen katolik. Kemampuan belajarnya memang tidak istimewa sampai seperti anak yang lainnya, namun jika melihat kegigihannya yang sudah mau datang jauh ke distrik lain, meninggalkan orang tua di kampung jauh hanya untuk bersekolah. Aku menjadi terinspirasi padanya. Dalam hatiku pun tumbuh niat untuk memberikan tas milikku, ini adalah tas yang selalu kupakai yang merupakan hasil kerjaku di perantauan. Esoknya niat itu langsung aku jalankan, kupanggil gitar ke perpustakaan pada waktu istirahat. 

Gitar….!

Iya pak guru, ada apa ya? Dia masih membawa tas raket badminton di punggungnya.

Pak guru mau tanya-tanya bisa?

Bisa pak guru!

Duduk dulu sini. Disitulah kami berbicara tentang keluarganya sampai kegiatan rutinitas dan cita-citanya.

Lalu aku pun bertanya kenapa pakai tas itu? Jawabnya tas sa sudah rusak pak guru. 

Tidak ada tas lagikah saya balas tanya kembali? 

Ini saja yang ada pak guru. Hehe…

Yasudah… Ini pak guru punya tas, cuma udah bekas. Karena pak guru tahu kamu ingin sekolah. Jadi ini tas buatmu, tetap rajinlah belajar ya, baca buku dan ke sekolah untuk menggapai cita-citamu.

Iya pak guru jawabnya, sa pasti rajin belajar dan datang ke sekolah!!!

Dengan semangat sambil mengucapkan terima kasih dan langsung mengeluarkan buku-buku dari tas raket tersebut dimasukkan ke dalam tas yang baru aku berikan. Cocok toh pak guru!? ujarnya sambil memakai tas tersebut dipunggungnya. Keesokan harinya aku melihat dia datang ke sekolah sudah menggunakan tas dari pemberianku tersebut sembari tersenyum padaku dia menyapa, selamat pagi pak guru! Selamat pagi juga jawabku. Niat memberikan tas itu tiba-tiba ada dan tumbuh karena aku melihat energi, energi yang besar kemauan untuk belajar dan datang bersekolah dari Gitar. Semoga cita-citanya dapat digapainya menjadi seorang pastor.​

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar