9

Tantangan Untuk Cyberian (+5)

Botaksakti November 15, 2013

Hehehehe…..entahlah, saya belum menemukan istilah yang tepat mungkin untuk ini. Spontan saja muncul ‘cyberian’ itu. Siapa mereka?

Ya, istilah itu muncul manakala saya merenungi beberapa kejadian yang menimpa saya belakangan ini. Begini, awalnya seorang tetangga minta tolong untuk membimbing anaknya belajar membaca dan menulis. Karena sudah ketahuan bahwa saya seorang guru, ya saya penuhi permintaan itu. Dan pada akhirnya, semua berjalan dengan baik, meski yang lebih berperan justru anak bungsu saya karena yang minta diajari itu memang sebaya dengan anak saya itu(pernah saya ceritakan di blog ini juga).

Entah apa yang terjadi, satu demi satu beberapa tetangga yang lain mengikuti langkah tetangga saya tadi. Mereka minta tolong agar anaknya juga diajari membaca dan menulis. Sampai akhirnya, belakangan ini saya agak kewalahan karena yang datang tidak hanya minta tolong diajari membaca dan menulis melainkan sudah membimbing belajar materi kelas yang lebih tinggi(kelas SD, sih).

Nah, di sinilah masalah mulai timbul. Saya yang notabene guru SMA jujur saja agak canggung kalau harus mengajari anak-anak SD tersebut. Untungnya, saya mendapat dukungan dari anak-anak dan ibunya yang membantu mengajari mereka. Apalagi, mereka ternyata lebih enjoy membimbing anak-anak itu daripada saya.

“Habis bagaimana, Pak, lha pelajaran SD itu sekarang susah banget, je!,” kata seorang tetangga waktu menyampaikan keinginannya agar anaknya dibimbing belajar.

Saya tersenyum, lha gurunya saja banyak yang kesulitan, kok, kata saya dalam hati. Saya bisa mengatakan demikian karena memang sering saya ditodong rekan-rekan guru SD untuk membantu memahami apa yang dimaksudkan oleh kurikulum atau sekedar kalimat-kalimat dalam buku siswa. Maka, meski saya lebih suka kalau anak sebaiknya belajar di rumah dengan bimbingan orang tua, alias butuh keterlibatan orang tua yang lebih, tetapi dengan kondisi yang demikian itu akhirnya saya niatkan untuk membantu para tetangga saya itu. Saya berpikir positif saja, barangkali keluhan seperti itu juga merupakan tanda bahwa sebenarnya para orang tua itu peduli dengan belajar anaknya.

Sampai di titik ini, saya berpikir bahwa bukankah kondisi demikian ini merupakan sebuah tantangan untuk para guru khususnya atau para pecinta pendidikan pada umumnya? Ada orang tua yang membutuhkan pendampingan belajarย  untuk anak-anaknya. Maka seiring dengan berkembangnya wilayah jangkauan internet, alangkah menariknya tantangan ini, misalnya kita berlomba-lomba membuat aplikasi pembelajaran untuk anak-anak itu. Kita buat aplikasi yang mudah digunakan oleh anak-anak usia SD tersebut dengan cakupan sesuai kurikulum. Bahkan bisa jadi, ini juga membantu guru-guru di sekolah untuk mengajar dengan arah yang lebih tepat sehingga tidak terjebak pada sebuah kebingungan. Oleh karena itu, judul yang saya gunakan adalah ‘tantangan untuk para cyberian’, karena sebenarnya itu tantangan untuk kita semua yang bergulat dengan dunia cyber. Apalagi sebagai guru, boleh jadi kita lebih mengerti apa yang dibutuhkan oleh anak-anak kita itu. Nahm bagaimana rekan-rekan guraruers, berani menerima tantangan ini? Monggo dipikirkan! Salam!

Comments (9)

  1. “belakangan ini saya agak kewalahan karena yang datang tidak hanya minta tolong diajari membaca dan menulis melainkan sudah membimbing belajar materi kelas yang lebih tinggi(kelas SD, sih)”. Sebenarnya bukan belajar membaca, menulis dan membimbing belajarnya yang buat anak tertarik tapi guru tetangganya yang mengandung magnet pelopor perubahan sekitar. TVRI berkata: “kalau punya kebisaan tolong pinjamkan kebisaan itu untuk orang lain jangan malah menghalangi”… He he he Terus Bos

  2. Pak Isna dan pak Subhan benar, hehehe saya sudah cerita di artikelku kalau sejak pensiun kegiatan makin padat untuk melayani masyarakat umum. Saya dikenal sebagai simbah gaul bisa bisa internet. Yayaya, benar ada pengalaman kok diendapkan, ya disebarkan toh. Kita berarti sedang menghadapi tantangan, nih saya pagi ini dikeroyok penggemar, hahaha akhirnya tak sempat posting di sini, respon saja nyambi. Alhamdulillah, Allahu Akbar. Salam super.

  3. Terimakasih pak Isna atas sharingnya. Aplikasi pembelajaran untuk anak-anak SD memang sangat diperlukan sehingga perlu dibangun. Satuju pak. Dengan perkembangan teknologi yang semakin maju ini, khususnya internet maka harus dimanfaatkan untuk keperluan pendidikan/pembelajaran. Guru-guru harus diberikan bimbingan bagaimana membangun aplikasi pembelajaran tersebut sehingga setelah guru selesai mengajar di kelas maka proses pembelajaran dan materi pelajaran sudah dapat dilihat kembali di internet melalui aplikasi pembelajaran tadi. Anak-anak SD didampingi dan dibimbing oleh orang tuanya di rumah dalam menggunakan aplikasi pembelajaran tersebut. Guru juga akan memperoleh manfaat dari penggunaan aplikasi pembelajaran tersebut.

    Saya berikan ‘Vote” pak. Salam hormat,

  4. Kepada Pak mokhamad subakri, jika memang di desa sulit berinternet kita perlu mengupayakan bagaimana anak didik kita nyobain internet minimal pernah ngelihat orang atau gurunya berinternet, mungkin bisa di coba hubungi SIKIB (Solidaritas Isteri Kabinet Indonesia Bersatu),
    http://www.indonesiapintar.or.id/
    Sikib sangat banyak programnya dari mulai Mobil pintar, Motor pintar, Kapal pintar, dll, mereka sangat peduli dengan anak-anak Indonesia yang mau maju namun terbatas. Pernah datang 5 isteri menteri ke RW 03 Bedahan (3 hari sebelum idul fitri kemarin) dimana tempat saya tinggal. Mereka berbagi tas sekolah beserta isinya untuk 250 anak. Mereka menjelaskan program dan hingga sekarang setiap Selasa dan Sabtu ada Mobil pintar yang datang ke RW 03 Bedahan untuk melayani anak-anak membaca. He he he bukti fisiknya bisa lihat disini http://rw03bedahan.wordpress.com/2013/07/30/isteri-isteri-menteri-berbagi-ke-bedahan/

  5. Pak Subhan: ahahaha…….bisa aja. Tks, Bro!

    Bu Etna: iya, Bu, mohon doa agar segalanya lancar. Salam!

    Pak Subakri: nih, rekan-rekan guraru….ada tantangan lagi dari pak Subakri ๐Ÿ˜€

    Pak Sukani: Monggo dimulai, Pak! Peluang bisnis ini hahahaha ๐Ÿ˜€

    Pak Sopwani: wah, ide bagus itu…..

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar