2

Tanda Tanda Orang Celaka dan Bahagia (0)

Zubaili January 31, 2021

Dalam sebuah hadits, Rasulullah Saw pernah bersabda, yang artinya:

“Tanda tanda Terjadinya kecelakaan besar ada 4, yaitu: Melupakan dosa-dosa yang telah lewat padahal semua itu tercatat di sisi Allah; menyebut-nyebut kebajikan-kebajikan yang telah lewat padahal ia tidak mengetahui apakah kebajikan tersebut diterima atau ditolak; memandang orang yang lebih tinggi dalam urusan duniawi dan memandang orang yang lebih rendah dalam urusan keagamaan, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman ‘aku hendak menolongnya tapi dia tidak berkeinginan kepadaku maka aku tinggalkan dia’. Sedangkan tanda-tanda kebahagiaan juga ada empat, yaitu: merenungi dosa dosa yang telah lewat; melupakan kebajikan-kebajikan yang telah lewat; memandang terhadap orang yang lebih tinggi dalam urusan keagamaan tempat; dan memandang orang yang lebih rendah dalam urusan keduniaan nya.”

Dalam hadis ini, kita dapat mengambil beberapa pelajaran tentang tanda orang yang celaka dan orang yang bahagia.

Tanda-tanda orang yang celaka itu adalah:

• Orang yang melupakan dosa-dosa yang pernah dilakukan dan tidak ada perasaan menyesal, tidak pula mau bertobat padahal dosa-dosa itu tercatat di sisi allah subhanahu wa ta’ala baik mengenai jumlah besar kecilnya, waktu dilakukan, dan juga tempat melakukannya.

• Orang yang menyebut nyebut kebaikan kebaikan kan yang telah ia lakukan, padahal dia sendiri tidak tahu apakah kebaikan kebaikannya nya diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala, atau sebaliknya justru ditolak atau tidak diterima oleh Allah.

• Orang yang berambisi untuk bisa memperoleh kenikmatan dunia sebanyak-banyaknya serta tidak pernah merasa puas terhadap apa yang telah diberikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala kepadanya (tidak bersyukur).

• Orang yang melihat kepada orang yang lebih rendah tingkat amal sholehnya serta tidak mau bersyukur kepada Allah atas nikmat nikmat yang telah Allah berikan kepadanya.

Sementara tanda-tanda orang yang berbahagia itu ialah:

• Orang yang selalu senantiasa mengingat dosa-dosa yang pernah ia lakukan kemudian ia menyesali tidak mengulanginya lagi dan bertobat memohon ampun kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

• Orang yang melupakan kebaikan kebaikan yang pernah ia lakukan, seolah-olah ia tidak pernah melakukannya, karena kebaikan tersebut tidak terlepas dari penyakit-penyakit yang dapat merusak amal kebaikan.

• Orang yang selalu melihat kepada orang yang lebih tinggi dalam hal amal kebaikannya supaya ia bisa mengikuti jejak-jejak keesalehannya untuk memperbanyak amal kebaikan.

• Orang orang yang melihat kepada orang yang lebih rendah dalam urusan dunia sehingga dia menjadi orang yang pandai bersyukur atas segala karunia dan nikmat yang telah diberikan kepada dirinya.

Demikianlah artikel ini mudah-mudahan menjadi bahan renungan kita semua untuk menjadi pribadi yang lebih baik sehingga tergolong kepada orang-orang yang yang berbahagia, bahagia dunia dan akhirat, Aamiin.

Akhii | Zubaili

Comments (2)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar