3

Tak Kusangka (0)

Dyna Rukmi Harjanti Soeharto October 18, 2020

Jumโ€™at, 13 Maret 2020 itu kami belajar seperti biasa. Hari itu kami kedatangan tamu dari Puskesmas, yang mengadakan sosialisasi tentang pencegahan virus Corona. Selain itu, siswa kelas 4 dan 5 juga mendapat bonus tes tingkat kebugaran. Anak-anak bergembira dan mendapat pengetahuan baru. Kami gurunya juga senang. Kami yakin bisa mencegah virus ini, jangan sampai menyapa anak-anak kami. Kami optimis bahwa semua akan baik-baik saja.

Tak ada yang menyangka bahwa itulah hari terakhir kami bersama di sekolah. Semua terjadi begitu cepat. Penyebaran virus itu terjadi di luar prediksi. Semuanya menjadi begitu mengkhawatirkan. Ahad malam, 15 Maret 2020, kami para guru dikejutkan dengan perkembangan terbaru di dunia pendidikan. Telah beredar surat dari gubernur bahwa sekolah diliburkan selama 2 pekan, untuk mencegah penyebaran virus di kalangan anak sekolah.

Di sekolah kami, ada seorang guru yang paling bersedih dengan adanya keputusan libur ini. Dia adalah ketua panitia acara Galaksi. Galeri Aksi Siswa. Sebuah acara pentas seni siswa. Acara inilah yang paling dinanti setiap tahunnya. Sebuah acara besar yang menjadi ajang promosi sekolah kami. Semua persiapan sudah matang, karena rencananya acara ini dilaksanakan pada tanggal 21 Maret 2020. Dengan adanya himbauan untuk tidak mengumpulkan massa, maka mau tidak mau acara ini harus dibatalkan. Meskipun sedih dan kecewa, tetapi kami harus taat pada aturan.

Tak ada yang menyangka bahwa wabah ini ternyata begitu mengerikan. Dampaknya pun sangat terasa. Kami jadi tak bisa bercengkrama dengan anak-anak ideologis yang sangat kami sayangi. Dengan sesama rekan guru pun kami tak lagi bisa berpelukan erat seperti biasanya.

Dan kini, sudah lebih dari 7 bulan kami belum bisa bertemu dengan anak-anak yang kami cintai itu. Sampai saat ini kita belum tahu kapankah wabah ini akan berakhir, dan sampai kapan pembelajaran yang tidak ideal ini kita laksanakan. Dunia telah berubah. Dan mau tidak mau kita juga harus ikut berubah. Kita harus mencari cara bagaimana tetap bisa menyampaikan materi pembelajaran tanpa harus bertatap muka.

Ya, sejak pertama libur, kami belum pernah mengadakan pembelajaran tatap muka sama sekali. Jangan dikira itu lebih mudah. Tidak. Justru lebih melelahkan untuk guru. Jika biasanya kami bekerja dari jam 06.30 sampai jam 14.30, sekarang kami harus siap 24 jam untuk melayani siswa dan orang tuanya.

Harapan kami semua, wabah ini segera berlalu dan kami bisa seperti dulu lagi. Menghabiskan waktu bersama anak-anak surga yang kami rindukan.

Comments (3)

  1. Selamat Malam ๐Ÿ™‚
    terima kasih banyak atas partisipasi pada Guraru Writing Competition 2020.

    Semoga #sharing pengalaman dan ilmu diatas dapat bermanfaat bagi rekan guru lainnya dan semoga beruntung untuk memenangkan salah satu hadiah dari Guraru!

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar