1

Tak Kenal Menyerah (Inspirasi dari Pohon Pisang) (+2)

Tohib Mustahib May 28, 2015

Posting kembali tulisan blog saat masih kuliah. (Menurut penulis lumayan juga. Ditulis kembali dengan sedikit editing). Silahkan menikmati dan semoga berkenan.

 

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal” (QS. 3:190)

pisang

Sahabat-sahabat, apapun yang ada di sekitar kita itu adalah ladang untuk menimba ilmu. Mereka disebut Ulul Albab yang senantiasa menggali, mempelajari ilmu, mengingat Allah dalam berdiri, duduknya, dan berbaringnya. Sahabat-sahabatku mari kita belajar alam di sekitar kita. Sekarang kita akan belajar pada pohon pisang.

Pohon pisang yang sering kita lihat, jika mau memperhatikan akan banyak pelajaran bisa diambil dari sana. Coba sahabat-sahabat perhatikan, jika pohon pisang ditebang. Pohon pisang akan menghasilkan tunas lagi. Jika ditebang lagi akan menghasilkan tunas lagi. Berkali-kali pohon pisang ditebang, tidak ada habis-habisnya ia memunculkan tunas baru. Tunas tidak lelah berganti, hingga berakhir menjadi pohon pisang dewasa yang menghasilkan buah. Setelah itu barulah ia mati.

Sahabat-sahabat sekalian apa yang dapat kita pelajari dari ‘perjalanan’ pisang ini. Tergambar bahwasanya mahluk Allah yang bernama pisang ini berjuang tak kenal henti untuk menghadapi tantangan yang menghadang menghambat dirinya. Terus, terus dan terus berjuang untuk tetap hidup. Luar biasa!. Ia belum akan mati sebelum menghasilkan sesuatu yang bermakna dalam hidupnya. Seolah-olah ia tahu apa yang dikatakan manusia. “Aku berkarya maka aku ada”. Menjadikan hidupnya berarti sebelum mati.

Sahabat-sahabat sekalian, dari pelajaran sederhana yang diberikan Allah melalui pisang ini harusnya menjadikan kita sadar bahwasanya dalam hidup ini kita harus berusaha tak kenal menyerah. Bekerja keras untuk mencapai impian, mendapatkan kesuksesan, dan memperoleh kebermaknaan (meaning). Sebenarnya itulah yang diharapkan dari kita, mahluk luar biasa kesayangan-Nya. Mahluk luar biasa, ya….. mahluk luar biasa seperti saya tulis pada artikel lain bahwasanya kita adalah hasil kompetisi ratusan juta sel sperma yang membuahi satu ovum. Kita terpilih dari kompetisi ratusan juta itu.

Sudah siap untuk berjuang tak kenal menyerah sahabat-sahabat. “Kesuksesan adalah melakukan sekali lebih banyak dibandingkan dengan kegagalan. Sekali saja, sekali saja!” Ingat bahwa Allah tidak akan pernah melupakan usaha sekecil apapun yang pernah kita lakukan. Akan terbalas dengan cara yang adil apa yang telah kita usahakan, walaupun sebesar biji sawi. Berjuanglah sahabat-sahabat. Allah menyertai kita!.

Comments (1)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar