12

Tak Harus Pintar untuk Jadi Hebat (+5)

anak agung istri sayang setiadewi May 21, 2015

 

Seorang guru bukanlah semata-mata mengajarkan pengetahuan saja melainkan mendidik untuk menjadikan siswanya menjadi manusia seutuhnya. Untuk mendidik diperlukan kesabaran dan kasih sayang yang tulus. Dengan kesabaran dan kasih sayang yang tulus akan menjadikan siswa kita menjadi pribadi yang mulia.

Setiap guru pasti ingin siswanya memiliki prestasi dalam berbagai bidang. Untuk meraih prestasi tersebut berbagai upayapun akan dilakukan. Khusunya dalam sebuah perlombaan.  Tidak bisa dipungkiri bahwa jauh dalam hati guru pasti ingin siswanya menjadi yang terbaik dalam sebuah kompetisi. Untuk itu, guru akan memilih bibit terbaik agar mendapatkan panen yang luar biasa. Hal itu pun sangat sering penulis lakukan. Penulis selalu memilih siswa berpengetahuan terbaik untuk mewakili sebuah perlombaan.

Tindakan ini setelah dipikirkan dengan baik ternyata terasa sangat tidak adil untuk siswa lainnya. Kita pun ketika menjadi siswa selalu merasa guru tak adil dalam menenuikan pilihan. Padahal kita pun sangat ingin menampilkan kemampuan kita. Ketika itu kita akan merasa kecewa dan enggan untuk menunjukkan diri. Kita akan semakin tidak ingin untuk maju.

Berawal dari pemikiran itu, saya mencoba sebuah terobosan baru sebagai guru era baru. Mulai dari sebuah pemikiran bahwa semua orang pasti bisa menjadi hebat walau tak pandai. Pemikiran ini tidak semata-mata tanpa bukti. Banyak fakta yang menunjukkan orang yang tak pandai membaca mampu menjadi orang besar dan hebat.

Terobosan baru dari pemikiran saya itu saya lakukan di tahun 2015 ini. Saya mulai mencari siswa yang memiliki kemauan walau tak mampu dalam pengetahuan. Siswa yang menjadi pilihan saya ini saya latih untuk mengikuti lomba bercerita. Memang perlu perjuangan yang keras untuk membimbingnya agar mampu bercerita dengan baik.

Awalnya air mata pun turut menetes karena ingin menyerah. Ingin rasanya mencari yang lebih baik. Mengucapkan kata penyesalan yang teramat dalam. Namun seketika air mata mulai terhenti ketika melihat siswa yang ada dihadapanku terus saja berlatih tanpa henti.  Meski hasil seleksi awal yang didapatkan tidak sempurna, namun ada rasa bahagia luar biasa ketika melihat siswa kita tampil dengan usaha terbaiknya.

Pada seleksi berikutnya hasil yang diperoleh semakin baik. Hingga sampailah pada seleksi ketiga di tingkat Provinsi. Seleksi di tingkat ini sudah sekian kali saya lalui bersama siswa lainnha, namun belum pernah menembus peringkat 3 besar bahkan 5 besar. Padahal yang mewakili adalah siswa terbaik dari segi kemampuan dan pengetahuan.

Untuk seleksi kali ini pun saya tidak mengharapkan juara. Melainkan dapat memberikan pengalaman luar biasa pada siswa saya ini. Pengalaman itu tentiu akan memberi kesan istimewa karena ada kebanggan tersendiri dalam dirinya mampu mewakili kabupaten di tingkat provinsi. Dan ternyata pengalaman itu bahkan menjadi sangat luar biasa ketika ia mampu meraih peringkat ke 2 dari 26 peserta terbaik tiap kabupaten di Bali.

Tangis harupun tak mampu tertahankan. Ternyata untuk menjadi Hebat memangvtak harus pintar. Cukup dengan usaha dan kemauan pasti akan mampu menjadi luar biasa. Dengan usaha dan kemauanpun kita bisa memberi terobosan baru di dunia pendidikan.

 

Mari menjadi guru era baru melalui terobosan-terobosan baru.

salam Guraru.

latihan rutin sebelum bertanding

latihan rutin sebelum bertanding

 

20150519_100248

Tampil mempesona karena kerja keras dan usaha.

 

Aku bisa walau rangking akhir di kelas.

Aku bisa walau rangking akhir di kelas.

 

“Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guraru untuk Bulan Pendidikan berhadiah Acer One 10”

Comments (12)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar