3

Suka Duka Mengajar Anak Berkebutuhan Khusus saat Pandemi Covid-19 (0)

fikry rizqi akbar October 6, 2020

Assalamu’alaikum. Perkenalkan nama saya Fikry Rizqi Akbar. Sehari-hari saya bekerja sebagai guru sekolah luar biasa atau SLB. Bagi yang belum tahu,  sekolah luar biasa  adalah sekolah anak berkebutuhan khusus seperti anak yang mengalami cacat fisik, anak yang mempunyai iq di bawah orang normal atau anak yang tidak bisa diam dan mempunyai perilaku aneh jika dilihat dari sudut pandang orang awam atau kalangan umum .

Saya mengajar di kelas 2 tunagrahita (anak berkebutuhan khusus yang mempunyai daya berfikir atau iq di bawah rata rata orang normal ) di SLB Raharja Sejahtera Kecamatan Kandangan Kabupaten Kediri jawa Timur.

Cerita Dimulai Sebelum Pandemi

pengalaman mengajar di sekolah luar biasa
Pengalaman mengajar di sekolah luar biasa.
materi-pembelajaran
Materi pembelajaran.

Ada banyak pengalaman mengajar di sekolah luar biasa yang saya rasakan. Ketika ada siswa baru yang daftar dan mulai sekolah di SLB, saya dan rekan guru yang lain selalu kesulitan menghadapi siswa yang langsung meluapkan amarah berlebihan. Bagi saya, ini hal yang sangat wajar karena anak tersebut masih merasa asing dengan tempat, teman dan guru-gurunya. Mulai dari tangisan yang keras, berlarian, mencakar wajah, baju atau badan dari guru semua saya hadapi dengan tenang. Bahkan, ada juga yang berkata kotor, muntah dan buang air besar di celana. Apakah saya harus menyerah? Tentu tidak. Sebagai guru, ini adalah tanggung jawab saya. Alhamdulilah setelah beberapa bulan saling bertatap muka, berinteraksi, bermain akhirnya beberapa siswa sudah mulai terbiasa dengan suasana sekolah dan tidak lagi meluapkan amarah yang berlebihan. Alhamdulillah.

Selama proses saya mengajar anak berkebutuhan khusus tentu berbeda dengan siswa-siswa normal pada umumnya. Terkadang sifat amarah itu tetap ada dan tindakan-tindakan yang tak terduga selalu terjadi. Contohnya ketika saya memulai pembelajaran dengan olahraga senam di pagi hari ada saja hal-hal yang tidak terduga terjadi seperti lari-larian, jail ke teman, ada yang malas-malasan, ada yang duduk saja, ada juga yang berteriak aneh. Meski begitu, kegiatn senam di awal pembelajaran tetap dilakukan agar kondisi siswa tetap bugar setiap harinya. Meskipun hanya beberapa yang ikut, perlahan satu persatu siswa saya pandu untuk ikut.

Dari semua tindakan-tindakan tak terduga tersebut, saya semakin tertantang untuk membuat inovasi pembelajaran dan melakukan penelitian tentang karakter masing-masing siswa. Mulai dari hal-hal yang disukai dan tidak disukai hingga beberapa kemampuan unik siswa saya catat. Ada salah satu siswa saya yang tunagrahita dan ketunaan autis tidak bisa diam di kelas namun senang bernyanyi. Saya mempunyai metode pembelajaran khusus untuk siswa tersebut yaitu duduk di tempat duduk khusus satu kursi dan meja yang bisa di kunci atau saya menyebutnya kursi terapi dan melakukan materi pembelajaran dengan bernyanyi disertai tepukan. Pembelajaran ini sangat seru sekali, siswa dan saya saling menikmati. Ada juga siswa yang selalu suka melihat bentuk visualnya seperti menggambar dan menonton video jadi metode yang saya lakukan dengan menggunakan handphone sebagai perangkat pembelajaran dan saya buka video tentang materi tersebut.

mengenalkan alam
Mengenalkan Tumbuhan.
Upacara-Hari-Senin
Upacara Hari Senin.
Pengibaran Bendera Merah Putih
Pengibaran Bendera Merah Putih.
Sholat Berjamaah
Sholat Berjamaah.

Nilai-nilai agama tetap saya ajarkan karena itu hal yang sangat penting apapun kondisi kita. Saya membiasakan anak di awal pembelajaran di kelas selalu berdoa dan bersholawat agar dapat menjadi bekal mereka kelak. Setelah itu menyanyikan lagu nasional dan mengucapkan pancasila agar mereka sedikit demi sedikit mengetahui tentang negaranya tercinta. Semua dilakukan rutin setiap hari ditambah dengan kegiatan berhitung, mengeja dan memberikan materi materi sederhana seperti nama-nama hari dan bulan, anggota tubuh dengan menari dan bernyanyi seperti artis K-Pop dan merefleksikan pelajaran yang kemarin disampaikan.

Di akhir waktu sekolah, saya membiasakan siswa untuk sholat berjamaah. Tentunya ada kendala saat mengatur siswa-siswa tersebut untuk yang pertama kalinya. Mulai dari siswa sujud ke timur, ada yang kebelakang,  mengejek temannya, ada yang mengarah ke samping dan menggangu temannya. Semua itu akhirnya terbayar lunas saat siswa-siswa sudah terbiasa melakukannya setiap hari. Ada rasa bahagia di hati saya.

Sama halnya dengan sekolah-sekolah pada umumnya. Di SLB ada juga pembelajaran ekstrakulikuler. Ekstrakulikuler yang saya ajarkan adalah pramuka karena saya juga aktivis pramuka. Meski tidak mudah juga mengajarkan ilmu-ilmu pramuka untuk siswa-siswa berkebutuhan khusus. Namun, perlahan siswa-siswa mulai gembira bernyanyi bersama, bermain bersama dan melakukan apapun bersama. Sebuah kegembiraan yang tak tergambarkan ditengah keterbatasan yang mereka miliki. Luar biasa!

Ekstrakulikuler Pramuka
Ekstrakulikuler Pramuka.
Seru dan Gembira
Seru dan Gembira.
Acara Perkemahan
Acara Perkemahan.

Saya mengabdikan semua ilmu yang saya punya dan melakukan apa saja yang saya mampu untuk adik-adik yang butuh perlakukan khusus. Minimal mereka bisa ke arah yang lebih baik, mengerti beberapa hal dan bisa mandiri. Perkembangan siswa-siswa saya juga tidak terlepas dari bantuan pemerintah dengan menyediakan teknologi pengajaran berupa video pembelajaran yang menarik untuk siswa-siwa berkebutuhan khusus.

teknologi pengajaran
Teknologi pengajaran.
Acara 17 agustus
Acara 17 agustus.
Menggunakan Kostum Unik
Menggunakan Kostum Unik.
Menyatu dengan Masyarakat Sekitar
Menyatu dengan Masyarakat Sekitar.
Kegiatan Baris Berbaris
Kegiatan Baris Berbaris.

Saya dan rekan guru SLB Raharja Sejahtera terus menerus dan berusaha keras untuk mengenalkan anak berkebutuhan khusus ke khalayak umum bahwa mereka juga sama seperti kita. Dalam perjalanan itu memang tidak mudah, banyak cacian dan hujatan. Namun lambat laun, masyarakat sekitar sudah mulai menerima. Hal ini terbukti dengan adanya apresiasi dari masyarakat yang mengundang siswa-siswa SLB untuk ikut baris berbaris. karnaval dalam rangka hut republik indonesia bahkan diundang untuk mengikuti kegiatan jambore pramuka dengan siswa-siswa normal.

Banyak yang Berubah Setelah Pandemi Berlangsung

Saat pandemi berlangsung, saya kesulitan di awal karena harus koordinasi walimurid satu persatu. Apalagi di masa lockdown untuk tugas harus mengantar satu persatu siswa yang memakan banyak waktu. Koordinasi lewat whatsapp juga terkendala dengan paketan dan sinyal dikarenakan banyak yang rumahnya daerah pegunungan ditambah wali murid yang gaptek atau belum mengenal sepenuhnya tentang teknologi.

Puncaknya ketika masuk hari ujian untuk siswa-siswa, saya harus mengantarkan soal ke semua siswa mulai jam 8 pagi sampai jam 6 petang. Seperti penjelasan sebelumnya, umumnya rumah siswa-siswa SLB berada di pegunungan dan jarak satu rumah ke rumah lainnnya cukup jauh. Jarak yang saya tempuh saat itu cukup jauh, naik gunung di wilayah jombang dan kediri lalu turun gunung dan lanjut naik gunung lagi kedaerah malang dan kembali turun lagi.

Mengajari Menggunakan Masker
Mengajari Menggunakan Masker.
Menyapu di Rumah
Menyapu di Rumah saat Pandemi.
Menyiram Tanaman
Menyiram Tanaman saat Pandemi.
belajar memasak
Belajar Memasak saat Pandemi.
WA 1
Pembelajaran via WA #1
WA 2
Pembelajaran via WA #2
WA 3
Pembelajaran via WA #3
WA 4
Pembelajaran via WA #4

Setelah perjuangan itu, alhamdulillah sekarang bisa pembelajaran lewat luring melalui whatsapp. Kenapa tidak daring? Alasannya karena banyak orang tua siswa yang sibuk bekerja dan tidak bisa mendampingi siswa di jam-jam sekolah. Kendala sinyal juga jadi penyebab utama susah chat. Materi pembelajaran dan penugasan juga saya sederhanakan agar tidak membebankan siswa sesuai anjuran dari kemendikbud yang memberikan arahan untuk menyederhanakan materi pembelajaran di masa pandemi.

Menurut saya, tidak ada yang perlu disesali dan mengeluh dengan apa yang terjadi sekarang toh semuanya sudah tejadi dan waktu tidak bisa kembali. Jadi lakukan saja dengan segala keterbatasan yang ada. Kita harus banyak bersyukur karena masih banyak orang juga yang mungkin lebih kesulitan daripada kita yang masih bisa bekerja dan belajar. Dengan pandemi ini, kita jadi belajar menghargai waktu dengan baik dan mulai mengerti betapa pentingnya penggunaan teknologi sekarang dan di masa depan.

Itulah cerita saya sebagai guru sekolah luar biasa yang mungkin bisa jadi referensi untuk teman-teman guru disini agar lebih mengenal lebih jauh tentang sekolah luar biasa dan kegiatan-kegiatan apa saja yang dilakukan. Saya juga berterima kasih untuk platform guraru.org karena telah memberikan ruang untuk saya bercerita panjang lebar seputar suka duka saya menjadi guru. Dengan adanya lomba guraru writing competition 2020 ini saya juga mendapatkan inspirasi-inspirasi dari cerita-cerita guru lainnya. Saya sadar jika karya tulisan saya ini masih jauh dari kata sempurna, namun saya senang sekali sudah bisa menceritakan pengalaman saya disini. Apabila beruntung, apapun hadiahnya sangat berguna sekali untuk saya dan pembelajaran siswa-siswa saya selama pandemi. Terima kasih dan semoga bermanfaat!

Wassalamualaikum.

#WritingCompetition

#NewNormalTeachingExperience

Comments (3)

  1. Selamat pagi Bapak FIkry 🙂
    terima kasih atas partisipasi bapak di Guraru Writing Competition 2020.

    Sharing pengalaman Bapak selama mengajar di Sekolah Luar Biasa (SLB) sebelum dan seseudah pandemi, tentunya menjadi pembelajaran yang mungkin baru untuk beberapa rekan guru lainnya. Semoga dapat menginspirasi rekan guru lainnya untuk semakin semangat dalam mendidik anak murid. Kami selalu menunggu untuk ceita dan pengalaman dari Bapak Fikry!

    Gimana rekan Guraru-ers ? mari sharing cerita inspiratif seperti bapak Fikry 🙂

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar