6

Sudah ABCD-kah Tujuan Pembelajaran Anda? (+2)

Botaksakti September 2, 2013

Penyusunan RPP menjadi setengah ujung tombak keberhasilan pembelajaran. Sayangnya, kegiatan ini sepertinya justru paling membingungkan guru sebagai pihak yang harus membuatnya. Seperti diungkapkan oleh seorang guraruers dalam tulisan sebelumnya, sampai-sampai ada guru yang bingung karena setiap pelatihan sang instruktur memberikan pedoman dan format berbeda dalam hal pennyusunan RPP. Oleh karena itu, barangkali ada baiknya bila hal itu kita bahas satu demi satu. Dan saya akan mencoba memulai dengan membahas tentang tujuan pembelajaran.

Mengapa tujuan pembelajaran?

Seperti telah kita ketahui bersama, ibarat sebuah perjalanan, bila tanpa tujuan kira-kira ke mana kita akan sampai? Tentu bisa ke mana-mana atau bahkan tidak ke mana-mana. Berbeda dengan bila kita sudah punya tujuan tertentu yang jelas dan spesifik, maka perjalanan kita niscaya akan lebih efektif dan efisien. Dengan kata lain, kita akan bisa mengabdikan segala langkah kita demi tercapainya tujuan tersebut.

Pentingnya tujuan juga berlaku dalam pembelajaran. Tujuan pembelajaran yang tegas dan jelas akan memudahkan kita para guru untuk berada pada jalur yang benar. Paling tidak,ini akan menghindarkan kita dari pembelajaran yang tidak jelas, memudahkan penentuan materi, metode, dan lain sebagainya. Yang tidak kalah penting, tujuan ini akan memandu kita dalam menyusun evaluasi yang benar-benar mengukur ketercapaian tujuan tersebut.

Sedemikian pentingnya tujuan pembelajaran, maka sudah barang tentu kita tidak bisa melakukannya dengan sembarangan. banyak hal yang harus kita pertimbangkan. Hanya saja, untuk memudahkannya kita bisa berpedoman dengan ABCD tujuan pembelajaran. A bermakna bahwa tujuan pembelajaran harus mengacu pada audience(siswa), B bermakna mengacu pada behaviors(perilaku yang dapat diamati sebagai hasil belajar), C bermakna conditions(kondisi yang perlu dipenuhi demi tercapainya perilaku yang diharapkan), dan D yang bermakna degree(tingkat pencapaian yang dapat diterima).

Apakah keempat aspek tersebut harus diuraikan satu persatu dalam rumusan tujuan? Tentu tidak, keempatnya bisa dimasukkan dalam satu kalimat rumusan saja. Ini akan lebih menghemat waktu dan tenaga tanpa mengurangi makna. Ingin lebih tahu tentang ini, silakan klik di sini!

 

@Tks untuk Pak Akhmad Sudrajat!

 

Comments (6)

  1. Sip deh pak Isna, terima kasih. Kita harus menggunakan ABCD dan minimal C2, avar siswa benar-benar belajar. Karena mulai C2 konsep baru bisa masuk ke memori jangka panjang. Itupun kadang sekian persen siswa sulit mencapainya, sehingga turun ke C1. Salam perjuangan.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar