0

Strategi Pengajaran untuk Delapan Tipe Inteligensi Gardner (0)

Yusmini April 7, 2021

Hai sahabat Guraru-ers. Bagaimana kabarnya? Semoga selalu diberikan kesehatan oleh Allah Swt. dan selalu semangat untuk terus menambah pengetahuan. Kali ini pembahasan artikel kita mengenai delapan tipe inteligensi Gardner.

Teori Gardner tentang multiple inteligences menyebutkan adanya delapan macam inteligensi yang terpisah: linguistic, logical-mathematical, spatial, musical, bodily-kinesthetic, interpersonal, intrapersonal, dan naturalis.

Richard I. Arends dalam bukunya “Learning to Teach” edisi ketujuh, buku satu (2008: 84) mengemukakan  delapan tipe inteligensi Gardner dan deskripsinya masing-masing:

Tipe: Linguistic (Deskripsi: Kepekaan terhadap bunyi, ritme, dan makna kata-kata dan berbagai fungsi bahasa yang berbeda).

Tipe: Logical-mathematical (Deskripsi: Kemampuan untuk menengarai perbedaan di antara berbagai pola logis dan numerik, dan untuk mengelola rantai penalaran yang panjang).

Tipe: Spatial (Deskripsi: Kemampuan untuk mempersepsi dunia visual-spasial secara akurat dan untuk melakukan transformasi pada persepsinya, baik secara mental maupun di dunia nyata).

Tipe: Musical (Deskripsi: Kemampuan untuk menghasilkan dan mengapresiasi pitch, timbre, ritme, dan berbagai bentuk ekspresi musikal).

Tipe: Bodily-Kinesthetic (Deskripsi: Kemampuan untuk mengontrol berbagai gerakan fisik dan untuk menangani berbagai benda secara terampil).

Tipe: Interpersonal (Deskripsi: Kapasitas untuk melihat perbedaan dan merespons dengan tepat berbagai macam suasana-perasaan, temperamen, motivasi, dan keinginan orang lain.

Tipe: Intrapersonal (Deskripsi: Pemahaman tentang keadaan emosionalnya sendiri dan pengetahuan tentang kekuatan dan kelemahannya sendiri).

Tipe: Naturalis (Deskripsi: Kemampuan untuk mendiskriminasikan berbagai benda hidup dan kepekaan terhadap fitur-fitur alam).

Menurut Gardner, individu-individu berbeda kekuatannya di inteligensi-inteligensi yang berbeda. Sebagian mungkin saja kuat di bidang penalaran logis dan matematis, sementara yang lainnya mungkin saja memiliki talenta musikal atau keterampilan fisik yang luar biasa.  

Dalam buku lanjutan dari “Learning to Teach” edisi ketujuh, buku dua, Richard I. Arends (2008: 126) mengemukakan strategi pengajaran untuk kedelapan tipe inteligensi tersebut. Strategi pengajaran ini diadaptasi dari Santrock (2004: 113-114)

Inteligensi: Linguistic (Strategi pengajaran: membacakan untuk siswa dan meminta siswa membacakan untuk Anda, mendiskusikan pengarang-pengarang buku dengan anak-anak, mengunjungi perpustakaan dan toko buku, meminta siswa untuk membuat catatan harian).

Inteligensi: Logical-mathematic (Strategi pengajaran: memainkan permainan logika, memilih situasi-situasi yang menginspirasi siswa untuk memikirkan tentang dan mengonstruksikan pemahaman tentang angka-angka, membawa siswa ke laboratorium komputer, membawa siswa ke museum sains, dan pameran elektronik).

Inteligensi: Spatial (Strategi pengajaran: memiliki bahan-bahan kreatif untuk digunakan siswa, memerintahkan siswa untuk melacak maze dan membuat grafik, membawa siswa ke museum seni, berjalan-jalan dengan siswa dan meminta mereka untuk memvisualisasikan tempat mereka berada, menggambar peta berdasarkan pengalamannya).

Inteligensi: Musical (Strategi pengajaran: menyediakan tape recorder bagi siswa, memberikan kesempatan kepada siswa untuk memainkan alat-alat musik, menciptakan peluang kepada siswa untuk menggubah musik, membawa siswa ke konser).

Inteligensi: Bodily-Kinesthetic (Strategi pengajaran: memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan kegiatan fisik, memberikan area tempat siswa dapat bermain, membawa siswa ke even olahraga, mendorong siswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan menari.

Inteligensi: Interpersonal (Strategi pengajaran: mendorong siswa untuk bekerja berkelompok, membantu siswa mengembangkan keterampilan komunikasi, menyediakan permainan-permainan kelompok untuk dimainkan oleh siswa).   

Inteligensi: Intrapersonal (Strategi pengajaran: mendorong siswa untuk memiliki hobi dan minat, menyimak perasaan siswa dan memberikan umpan-balik sensitif kepada mereka, mendorong siswa untuk menggunakan imajinasinya).

Inteligensi: Naturalis (Strategi pengajaran: membawa siswa ke museum sains, membangun pusta belajar alam di kelas, melibatkan siswa dalam kegiatan alam outdoor, meminta siswa untuk membuat koleksi flora dan fauna).

*Semoga bermanfaat*

Sumber:

Arends, Richard I. 2008. Learning to Teach (Belajar untuk Mengajar). Edisi Ketujuh, Buku Satu. Penerjemah: Drs. Helly Prajitno Soetjipto, M.A., dan Dra. Sri Mulyantini Soetjipto. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Arends, Richard I. 2008. Learning to Teach (Belajar untuk Mengajar). Edisi Ketujuh, Buku Dua. Penerjemah: Drs. Helly Prajitno Soetjipto, M.A., dan Dra. Sri Mulyantini Soetjipto. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar