0

Strategi Pemasaran Buku Ala Akbar Zainudin (0)

Zubaili August 24, 2021

Kemarin malam (Senin, 23 Agustus 2021), saya berkesempatan untuk ikut menyimak materi tentang pemasaran buku. Alhamdulillah, banyak ilmu yang didapat dalam pelatihan ini. Kebetulan saya merupakan salah satu pelatihan belajar menulis PGRI gelombang 19 yang diprakarsai oleh Omjay. Dan ini sudah masuk ke pertemuan 19. Walai pertemuan ke 19, jujur saya saya maih belum mengerjakan tugas resume sampai 19 pertemuan. Karena ada satu dua hambatan, saya baru menyelesaikan 11 resume yang ditugaskan. Berarti ada 8 resume yang belum saya buat. Semiga secepatnya dapat saya qadha kembali.

Pada pertemuan ini, Bapak Akbar Zainudin yang sudah menulis 15 buku dari tahun 2010 sampai sekarang dipercayakan oleh Omjay untuk berbagi ilmu tentang Strategi Pemasaran Buku. Materi yang beliau kupas diambil dari buku karyanya sendiri “UKTUB: Panduan Menulis buku dalam 180 hari.”.

Beliau mengingatkan kami akan pentingnya untuk menentukan target audiens sebelum menentukan strategi apa yang akan digunakan. Karena strategi untuk anak-anak berbeda dengan strategi untuk remaja, dewasa. Apalagi strategi untuk orang tua.

Baiklah, ingin berbagi sedikit tentang Strategi Pemasaran Ala Akbar Zainudin.

STRATEGI PEMASARAN BUKU

Strategi pemasaran, termasuk buku terdiri dari empat hal, yang biasa disebut sebagai 4P, yaitu Product (Strategi Produk), Price (Strategi Harga), Place of Distribution (Distribusi), dan Promotion (Promosi).

1. STRATEGI PRODUK

Strategi ini sebenarnya lebih banyak menjadi tanggung jawab penerbit. Kita sebagai penulis lebih banyak memberikan masukan/saran kepada penerbit siapa target pembaca yang kita harapkan dan mereka membutuhkan buku yang kita tulis. Dengan demikian, konsep buku yang akan diterbitkan nanti menyesuaikan dengan kebutuhan dari target audiens. Sehingga apa yang kita harapkan dalam promosi buku tercapai.

2. STRATEGI HARGA

Hal yang sama seperti strategi produk. Menentukan harga buku juga biasanya menjadi tanggung jawab penerbit.

Pada dasarnya penentuan harga buku, ada dua strategi.

• Harga buku secara umum.

• Buku dijual dengan harga premium (harganya lebih mahal dibandingkan buku biasa).

Harga buku bisa dijual lebih mahal jika mempunyai nilai tambah dibandingkan dengan buku-buku yang lain. Misalnya hard cover, ditambah bonus-bonus (voucher, seminar, workshop, dan lain-lain)

3. STRATEGI DISTRIBUSI

Distribusi secara umum dibagi menjadi dua:

• Distribusi tradisional Distribusi tradisional adalah melalui toko-toko buku, baik toko-toko buku jaringan nasional maupun toko buku lokal.

• Distribusi non tradisional. Distribusi non tradisional, di antaranya adalah: 1. Melalui MLM (Multilevel Marketing) 2. Melalui Penjualan Langsung 3. Melalui Marketplace/e-Commerce (Lazada, J.Id, blibli, bhinneka, Bukalapak, Tokopedia, Shopee, dll).

4. STRATEGI PROMOSI

Untuk promosi buku, hal ini bisa dilakukan oleh penerbit maupun penulis. Ada Beberapa Beberapa program promosi yang bisa dilakukan.

Pertama, Launching buku. Adalah program untuk meluncurkan buku baru. Tempatnya tergantung kemauan kita, boleh di aula, hotel, wisma, mushalla, mesjid, lembaga keagamaan, dan lain-lain. Penerbit maupun penulis boleh mengadakan launching buku. Untuk membiayai launching buku juga boleh penerbit atau penulis. Kita juga perlu meyakinkan penerbit kalau buku kita akan laku, karena itulah mereka perlu menyelenggarakan program launching buku. Di Gramedia misalnya , di toko-toko buku mereka ada tempat untuk launching buku. Kita bisa memanfaatkan tempat ini. Jadi kita promosikan acaranya, tempatnya di toko buku Gramedia.

Kedua, Bedah Buku. Bedah buku adalah acara diskusi untuk membedah isi sebuah buku. Bedah buku bisa dilakukan secara online maupun secara offline. Offline artinya kita menyelenggarakan secara tatap muka dab bekerjasama dengan berbagai lembaga. Lembaga pendidikan, perpustakaan, dan sebagainya. Sedikit ataupun banyak yang hadir, bedah buku kita selenggarakan terus menerus. Apalagi sekarang ini eranya digital. Bedah buku secara online juga sangat berpengaruh. Kita undang orang-orang untuk ikut acara bedah buku bersama kita dengan kita manfaatkan medsos, seperti Facebook, Instagram, WhatsApp, Zoom, dan lain sebagainya.

Ketiga, melakukan seminar ataupun workshop sesuai dengan tema buku kita. Misalnya tentang motivasi dan menulis. Maka yabg kita lakukan secara berkala menyelenggarakan seminar dan diklat terkait motivasi dan menulis. Hal ini juga bisa kita lakukan secara online dan offline.

Keempat, membangun komunitas. Komunitas yang kita bangun adalah komunitas yang kita sesuaikan dengan tema buku kita. Kalau buku kita temanya motivasi, maka kita tuliskan buku-buku tentang motivasi. Buku tentang guru, maka bangun komunitas guru. Buku tentang menulis, bangun komunitas menulis. Dan lain sebagainya. Komunitas yang paling mudah kita bentuk saat ini adalah dengan membuat WA grup.

Kelima, membangun jaringan reseller. Reseller adalah orang-orang yang mau menjualkan buku kita dan mendapatkan buku dari hasil yang terjual. Kita berikan 20-30 persen komisi dari harga jual. Misalnya harga jual buku kita Rp 100.000, kita kasih 20-30%. kita juga memberikan materi-materi kepada mereka yang terkait buku kita, sehingga lebih mudah bagi mereka untuk menjual. Pernah mendengar nama Dewa Eka Prayoga?. Dewa Eka Prayoga berhasil menjual 10.000 buku hanya dalam waktu 2 minggu melalui reseller ini. Tentu resellernya saja puluhan ribu, berbagai produk. Kalau kita sudah punya jaringan reseller, akan memudahkan kita menjual buku.

Keenam, jualan di marketplace. Buka toko di marketplace (Lazada, Shopee, Bukalapak, Tokopedia, dan sebagainya). Membuka toko di marketplace akan meluaskan promosi dan distribusi kita. Jadi kalau ada orang mencari judul buku kita, mereka mudah menemukannya.

Ketujuh, memanfaatkan media sosial (Medsos) untuk promosi buku. Manfaatkan sebaik-baiknya followers dan subscriber dengan memberikan informasi tentang buku. Setiap hari, kita buat status terkait tema buku yang kita tulis, sehingga orang semakin paham dengan buku yang kita tulis. Manusia sifatnya cepat bosan. Jadi jangan setiap hari isinya jualan. Lebih banyak sharing-sharing, baru selling. Lebih banyak memberikan pengetahuan kepada para pembaca sehingga mereka merasa ada manfaat menjadi followers kita. Sharing-sharing apa saja, kalau perlu sesuai dengan kebutuhan mereka. Sehingga setiap hari, semakin lama akan semakin ada ikatan dengan pembaca. Kalau sudah begitu, akan memudahkan kita dalam proses memengaruhi pikiran orang dalam membeli buku.

Semoga resume singkat ini bermanfaat bagi pembaca sekalian.

Salam Literasi, Akhii | Zubaili

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar