0

Solusi Pembelajaran Hybrid (0)

Elisa Kristiyanti May 6, 2021

Pembelajaran Hybrid

Pada pembelajaran hybrid harus memperhatikan beberapa hal, yaitu :

  1. Prasyarat, jadikan keputusan untuk adaptasi kebiasan baru. Pengelolaan pembelajaran sekolah. seluruh inovasi dijadikan untuk memperkuat branding sekolah. Menjadi sebuah gerakan untuk mentransformasi sebauh perubahan. Bangun paradigma bahwa hybrid learning tidak terbatas menggabungkan pembelajaran tatap muka dan online learning. diperlukan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi yang matang. Cara baru harus dipikirkan karena pembelajaran akan berubah total dari sebelumnya ketika tatap muka offline. Persiapkan secara detail dan matang dan jangan terlalu lama mengambil keputusan.
  2. Dukungan teknologi, persiapkan teknologi yang mendukung untuk pembelajaran hybrid ada software yang baik dengan LMS yang bisa disepakati untuk digunakan, hardware tersedia seperti kamera, laptop, proyektor, mic dan speaker, semua terintegrasi dengan baik untuk menyampaikan pembelajaran dan asesmen dalam saat yang bersamaan, dapat juga melakukan transformasi digital, dimana ada pengelolaan dari semua aspek oleh sekolah (keuangan, inventaris, dll).
  3. Indikator efektivitas, proses pembelajaran berjalan dengan lancar, software dan hardware terintegrasi dengan baik, ada interaksi yang menyenangkan dan alokasi waktu yang mencukupi. Konten materi tersampaikan dan ada asesmen untuk merefleksi dan memastikan tujuan pembelajaran tercapai.
  4. Kompetensi guru, termasuk di dalamnya adalah 1). Memiliki paradigma baru, penguasaan teknologi dan LMS/aplikasi pendukung menjadi kompetensi yang harus dipelajari bersama. 2). Bedah materi dengan memilih materi yang relevan dan dapat disampaikan dengan dua cara sekaligus (online dan offline). 3). Perencanaan yang meliputi tujuan, asesmen, strategi/metode pembelajaran (tatap muka dan PJJ). 4). Langkah kegiatan yang dapat dituangkan dalam satu lembar RPP yang sederhana supaya tetap fokus pada ide-ide inovasi bukan pada kerumitan administrasi. 5). Manajemen kelas dengan memastikan siswa tetap memberikan perhatian pada saat proses pembelajaran . 6). Komunikasi dan melibatkan orang tua, libatkan orang tua yang memang dapat memantau anak-anaknya selama pembelajaran karena tidak semua orang tua bisa dikarenakan kesibukan tertentu . 7). Memahami mindset offline dan online learning.

Ada tujuh tips yang dapat mengembangkan mindset offline dan online learning. Perlu ditekankan kembali bahwa online learning fokus pada learning-nya bukan online-nya. Oleh karena itu kaidah pembelajaran wajib dikawal.

  1. Keterlibatan aktif peserta didik. Sehingga ritme materi akan lebih konsisten. Memiliki satu strategi untuk anak dapat terlibat secara aktif salah satunya adalah adanya aturan kelas. Aturan kelas dapat dikemas dengan lebih kasual.
  2. Memenuhi kebutuhan psiko-sosial peserta didik, hal ini wajib dipenuhi salah satunya dalam bentuk kesenangan. Ketika dalam penilaian pastikan anak dalam psiko-sosial yang nyaman atau tidak dalam tekanan. Pastikan siswa siap untuk mengikuti pembelajaran dengan menggunakan aplkasi.
  3. Gunakan platform dan tools, pertimbangkan dengan matang, pastikan user friendly, dikuasai, dan terjangkau, yang perlu juga diperhatikan adalah kesiapan penggunaan teknologi untuk asesmen pada tahun ajaran baru, sampaikan kepada siswa dan juga orang tua.
  4. Efektive delivery : dengan beragam metode, manajemen kelas, dan personal feedback. Personal feedback dapat dilakukan dengan dua jalan yaitu bisa manual atau dengan aplikasi. Hal ini menjadi bagian yang mendorong siswa untuk terlibat karena adanya feedback. Feedback yang diberikan akan memberikan penegasan kepada siswa maupun orang tua bahwa kualitas pembelajaran online learning dan pembelajaran offline secara full di sekolah sama baiknya. Berikan feedback yang memotivasi siswa. Testimoni dari orang tua menjadi salah satu bagian untuk menjadi penguat yang mendorong penerimaan siswa baru terutama bagi sekolah swasta.
  5. Fun, playfulness and unexpected, pembelajaran dapat awali dengan cerita, story telling, games, dll.
  6. Contextual content, dengan mencari materi-materi yang kontektual yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dari siswa atau situasi yang sedang berkembang.
  7. High tech with high touch, teknologi canggih digunakan tetapi tetap menyentuh hati siswa, sehingga kecanggihan teknologi akan diikuti dengan kesenangan belajar dan pengembangan karakter.

1 2 3

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar