2

SMPN 1 Sukosari menggunakan metode pembelajaran home visit sebagai alternatif pembelajaran di masa pandemi Covid-19 (0)

widarso pep October 29, 2020

Guna memastikan seluruh murid mendapatkan hak yang sama saat proses belajar selama pandemi Covid-19, SMPN 1 Sukosari Bondowoso Jawa Timur giatkan kunjungan ke rumah (home visit).

Metode pembelajaran home visit dijadikan sebagai alternatif pembelajaran di masa pandemi Covid-19, dengan cara guru mengunjungi tempat tinggal siswa untuk mengetahui kendala pembelajaran daring, memberikan pembelajaran, dan menyelesaikan permasalahan yang dihadapi anak didik.

Ini kami lakukan untuk memastikan seluruh siswa SMPN 1 Sukosari mendapatkan perlakukan yang sama dalam proses belajar. Inisiatif ini dilakukan oleh Bapak Isnadi, S.Pd Kepala SMPN 1 Sukosari.

Kunjungan ke rumah, jelasnya, lebih mengutamakan kepada siswa yang terkendala media penunjang pembelajaran secara daring, selain itu, juga bagi siswa yang tidak datang ke sekolah.

Dikatakannya, kegiatan mengunjungi rumah siswa merupakan inisiatif sekolah bersama para guru, dalam rangka memastikan proses belajar mengajar tetap berlangsung selama pandemi Covid-19.

Kegiatan mengunjungi rumah siswa dilakukan untuk memastikan proses pendidikan terus berjalan. Menurut Bapak Isnadi, diutamakan mengunjungi rumah siswa yang tidak memiliki media sosial, gunanya adalah untuk pemerataan pendidikan.

Selama mengunjungi siswa, pihak sekolah terus mengingatkan para guru untuk tetap mematuhi protokol penanganan Covid-19. Para guru diminta untuk menggunakan masker, dan selalu waspada dengan potensi penyebaran virus.

Guru diminta untuk mengunjungi siswa satu per satu, tidak boleh berkerumunan. Yang terpenting tetap patuhi protokol Covid-19

Menurut Bapak Isnadi, di tengah pandemi Covid-19 yang tengah mendera, kegiatan belajar siswa juga harus tetap dipantau. Sekali dalam seminggu, guru-guru akan kembali ke rumah murid untuk melakukan proses evaluasi belajar. Dirinya berpesan kepada orang tua murid untuk selalu memperhatikan kegiatan belajar sang anak terutama di saat jam belajar.

Sehingga kegiatan belajar di rumah menjadi benar-benar efektif. Dan anak-anak tidak menganggap masa belajar di rumah sebagai hari libur. Untuk itu peran serta orang tua juga sangat dibutuhkan, demi keberlangsungan pendidikan anak didik kita.

Selama beberapa bulan belajar dari rumah (BDR), muncul keluhan pihak sekolah yang mengindikasikan belum optimalnya peran serta keluarga atau orang tua dalam proses pendampingan.

Orang tua menyambut baik pembelajaran dengan metode home visit. Hal tersebut dianggap efektif selama pandemi covid-19. Sebab, Karena membuat anaknya terasa termotivasi. Apalagi sejak adanya pandemi membuat anaknya terlihat jenuh dan ingin bersekolah.

Kegiatan home visit mendapatkan respon positif dari orang tua. Bahkan orang tua menyiapkan ruangan sesuai dengan kebutuhan dan sesuai dengan protokol kesehatan.

Kedatangan guru pastinya mengajak untuk belajar, para orang tua berharap, pembelajaran seperti ini terus dilaksanakan selama pandemi covid-19. Jika tidak keberatan meminta agar pembelajaran bisa dilakukan selama 2 minggu sekali. Tujuannya, agar siswa bisa interaksi terus menerus dengan para guru.

“Semoga pandemi covid-19 segera selesai, agar siswa-siswi bisa kembali belajar di sekolah,” harap orang tua.

Comments (2)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar