17

Siswa Belajar Menulis Artikel (+7)

Bu Etna @gurutematik February 1, 2014

Selamat Pagi Guraru. Semalam saya membaca tentang penulisan artikel, karya tulis ilmiah, dll. Saya mencari tahu tentang kriteria tulisan orisinal. Selama ini sebenarnya sebagai guru yang memang harus menulis, kita telah memahami bahwa apapun yang kita tulis dengan kata-kata sendiri, tergolong tulisan orisinal. Hal ini juga kita latihkan kepada siswa. Kalau kita hanya copas dari beberapa artikel kemudian disatukan tanpa ada pembahasan, tulisan ini akan berbeda dengan tulisan aslinya. Tulisan asli/orisinal memiliki alur tertentu/khas yang mencerminkan gaya (style) atau karakteristik seseorang. Ketika saya membuka web Guraru ingin menulis artikel ini, terbaca artikel terbaru dari ibu Amiroh. Langung saja membaca dan meresponnya sebab pikiran kami mirip. Sekarang artikel ini saya tulis seperti biasanya langsung online, Insya Allah orisinal.

Salah satu kegiatan rutin saya adalah mengunjungi kelompok belajar di rumah-rumah siswa. Walaupun pelajaran kimia, saya selalu menekankan kepada mereka untuk membuat catatan atau menulis tugas dengan kata-kata sendiri. Setiap Minggu saya menugaskan mereka menulis artikel kimia sehari-hari sesuai dengan materi yang dibahas. Tulisan minimal 3 paragrap, maksimal 2 halaman folio. Untuk beberapa materi hitungan kimia, tugas berupa soal uraian. Pada Minggu-minggu tertentu, tugas dapat berupa laporan praktikum.

Rungkut-20110814-00039 (2)

Sebenarnya tugas ini secara mandiri dan masing-masing siswa mendapat tugas yang berbeda. Suatu ketika materi bisa sama, namun judul artikel harus berbeda, walau perbedaannya sedikit. Mereka diperkenankan tukar pendapat, atau meminta penjelasan dari tutor sebaya, atau konsultasi ke guru. Ketika tulisan yang judul artikelnya mirip saya koreksi, alur tulisan mereka berbeda. Gayanya beda, pilihan kata juga berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa mereka telah berhasil menyusun tulisan asli/orisinal.

Ketiga siswa dalam foto di atas, tampak serius mengerjakan tugasnya. Mereka bertiga pada awalnya 2 kali berturut-turut harus remidi. Setelah menyadari pentingnya belajar mandiri dan perlunya bertanya, diskusi, atau konsultasi dengan teman, tutor sebaya, atau guru, hasil belajarnya makin meningkat. Alhamdulillah akhirnya mereka tak pernah remidi lagi. Nilai mereka bisa mencapai 85 ke atas dan sekarang mereka telah kuliah. Di perguruan tinggi, alhamdulillah kuliahnya lancar. Untuk menyelesaikan tugas-tugas makalah mereka juga mengatakan lancar.

Marilah Guraru, membiasakan diri menulis dengan kata-kata sendiri, Insya Allah makin lama hasilnya akan mengejutkan. Tulisan ini akan mengalir bagai air. Terasa hati (perasaan) dan pikiran kita menyatu. Penyatuan ini berdasarkan kimia dikatakan terjadinya konyugasi antara keduanya. Sedang terjadinya penyamarataan energinya dinyatakan sebagai peristiwa hibridisasi (ingat tentang buah hibrida). Nah orang mengatakan terjadi proses kimiawi atau chemistry (bahasa Inggris). Karena perbandingan kekuatan perasaan (otak kecil) dan pikiran (otak besar) = 9 : 1, maka orang mengatakan bahwa kita telah menulis dengan hati, sehingga tulisan kita bersifat organik atau alami/natural. Amin ya rabbal alamin. Insya Allah secuil tulisan sederhana ini dapat berkenan di hati rekan-rekan Guraru.

About Author

Bu Etna @gurutematik

Saya guru kimia di SMAN 16 Surabaya sejak tahun 1973 hingga Desember 2011. Saya sudah purna tugas sebagai PNS, namun Insya Allah saya tetap mengajar untuk melayani bangsa hingga akhir hayat. Pembelajaran yang saya lakukan dapat melalui blog, sms, email, atau yang lain. Saya selalu berupaya untuk mengajar kepada siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Sebagian dari pengalaman ini sudah saya tulis di blog saya. Insya Allah saya dapat menulis secara rutin, termasuk permintaan pengguna blog.

View all posts by Bu Etna @gurutematik →

Comments (17)

  1. Terimakasih bunda Etna telah terus berbagi dan mewarnai web guraru. Banar bu, gunakan kekuatan tangan dan pikiran kita untuk menulis. Membiasakan diri menulis dengan kata-kata dan pikiran sendiri menjadi lebih penting karena lebih orisinal. Perbanyak membaca maka tulisan kita akan lebih berwarna. Saya berikan “VOTE”. Salam perjuangan,

  2. Amin ya rabbal alamin. Terima kasih banyak pak Sukani atas doa dan motivasinya. Insya Allah pesan yang saya sampaikan melalui tulisan sederhana ini merupakan suatu ibadah. Maaf apabila ada kesalahan. Insya Allah dengan adanya sharing, saling respon ini dapat memotivasi diri untuk terus menulis pesan-pesan yang mungkin bermanfaat bagi siapapun. Amin. Salam perjuangan.

  3. @Bu Sri: Amin ya rabbal alamin. Terima kasih banyak ibu atas doanya. Insya Allah kita dapat menyampaikan pesan dengan benar melalui tulisan. Maaf apabila terdapat suatu kesalahan penggunaan kata. Insya Allah kita selalu berhati-hati dalam menulis. Salam takzim.

  4. Alhamdulillah sama-sama bu Amiroh. Saya langsung menulis pesan ini, agar kita ingat kembali bahwa siswa harus mampu menulis. Banyak lomba karya tulis siswa yang ketika kita baca, hebat sekali. Nah kita yang bertugas mendidik mereka, tentunya harus bersiap diri, supaya anak bangsa makin handal, amin. Salam sukses bu.

  5. @Pak Okky: Iya pak, anak-anak itu kalau dibina jadi hebat sekali, namun pembina kadang kuwalahan. Eh yang menjadi pembina guru tertentu saja. Ayo pak Okky, semangat, malu donk sama siswa. Guraru kita harus menulis terus, agar dapat membina generasi penerus untuk menuju Indonesia Jaya. Amin YRA.

  6. @Pak Wijaya: Terima kasih pak, motivasi bapak sungguh amat kami perlukan. Saya pribadi awalnya di tahun 1973 malu sering kalah sama siswa handal, sedangkan saya harus jadi pembina karya tulis. Dari malu itu saya bangkit dan alhamdulillah beberapa LKS dan buku kimia bisa terbit sejak kurikulum 1975.Sekarang maunya kumpulan cerpen dan novel, Insya Allah. Ayo Guraru kita tingkatkan terus kualitas tulisan kita, amin YRA. Salam takzim pak.

  7. Halo Bu Etna, salam kenal. Saya newbie nih…bukan guru pula. Saya Pustakawan. Senang melihat guru kimia seperti Ibu yang peduli pada keterampilan menulis. Biasanya guru pelajaran sains yang saya tahu lebih mementingkan soal-soal saja. Kalaupun sesekali memberi tugas murid untuk ke perpustakaan, biasanya hanya untuk mencari bukan menulis artikel. Copas pun tak masalah. Maaf, tidak bermaksud mengeneralisasi, tapi itu yang sering saya temukan.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar