16

Setiap kata bersifat mendidik (+4)

Bu Etna @gurutematik January 24, 2014

Selamat Sore Guraru. Sebagai guru Insya Allah di hadapan anak, kita dapat berupaya memberikan kasih sayang. Bagaimanapun, mereka dapat merasakan ketulusan kita. Agar pada pembelajaran kita selalu dapat melakukannya dengan baik dan tepat guna, tentulah kita harus dalam kondisi stabil. Kestabilan di segala aspek pendidikan, termasuk 4 kompetensi guru.

Cukupkah sikap baik seorang guru itu hanya di hadapan siswa? Tentuย tidak. Kebiasaan baik haruslah dibiasakan hingga terbiasa. Di manapun kita berada ternyata selalu mendapat sorotan masyarakat. Apalagi di era cyber ini. Website Gurarupun yang sudah tersebar di FB, twitter, dll, telah terbaca oleh mereka.

Saya turut prihatin atas kejadian beberapa hari di website ini. Saya sebagai salah satu anggota Guraru, saya meminta maaf kepada pengunjung, terutama siswaku yang telah turut membaca artikel di sini. Insya Allah diskusi di sini segera membaik, dapat menemukan solusi yang tepat demi peningkatan layanan pendidikan bangsa.

Guraru, let’s doing our best as teachers in our life every moment. Salam perjuangan.

About Author

Bu Etna @gurutematik

Saya guru kimia di SMAN 16 Surabaya sejak tahun 1973 hingga Desember 2011. Saya sudah purna tugas sebagai PNS, namun Insya Allah saya tetap mengajar untuk melayani bangsa hingga akhir hayat. Pembelajaran yang saya lakukan dapat melalui blog, sms, email, atau yang lain. Saya selalu berupaya untuk mengajar kepada siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Sebagian dari pengalaman ini sudah saya tulis di blog saya. Insya Allah saya dapat menulis secara rutin, termasuk permintaan pengguna blog.

View all posts by Bu Etna @gurutematik →

Comments (16)

  1. Sama-sama pak Tri, sayapun masih selalu berupaya walau usia tinggal setegak. Ketika emosi tak tertahankan, terjadi proses eksotermis, energi itu membuat darah bisa mendidih, timbul marah yg tak terkontrol. Marilah berdoa dan selalu berjuang, Insya Allah kita bisa, amin.

  2. Setujuuuu…dgn Bunda Etna! Mari kita maju bersama dan tetap berpegang teguh dgn etika dalam membangun pendidikan di negri ini. Seorang guru memang idealnya memiliki kecerdasan emosional yang mumpuni teruatam dalam menghadapi permasalahan apalagi di depan para siswanya dan juga di masyarakat yang selalu memberikan stigma berat bagi kita selaku guru yang dianggap lebih mengerti etika dan kesantunan. Vote buat Bunda Etna!

    Salam Mendidik! ๐Ÿ™‚

  3. Amin ya rabbal alamin. Thx pak Taufik, terus terang saya sampai meneteskan airmata, amat prihatin. Kerikil itu tajam sebab mengandung SiO2 seperti pada kaca, namun di kaki bisa membantu syaraf melancarkan aliran darah, mengobati banyak penyakit yg bisa mematikan. Insya Allah kita selalu dpt menyadari bhw tgs guru adalah mulia. Amin.

  4. Guru burik siswa rintik, guru hujan siswa gerimis. Siswa itu bagaimana gurunya.

    “Guraru, Insya Allah setiap kata yang kita ucapkan, bersifat mendidik. Memang tak mudah, namun Insya Allah tak sulit”. Terima kasih sangat menyejukkan.

    Mari kita mengingat kembali nasehat terbaik “Mulutmu harimaumu”.

  5. Dibalik kesulitan insya Allah ada kemudahan jika kita pandai bersyukur dan pandai melihat tanda-tanda dari Allah SWT! Air mata Bunda Etna… saya pandang sebagai penyulut motivasi bagi kami para guru muda untuk tetap santun dan elegan dalam pendidikan. Maju terus Bunda Etna! ๐Ÿ™‚

  6. @Pak Subhan: Amin YRA. Insya Allah kita dpt sll menyadari tugas hdp ini. Saya teringat tembang mendiang ibu: Duh anakku, urip kita ing donya tan lama, bebasan mung mampir ngombe. Cinecep nuli wangsul, ing ngarsane Allah SWT. Mula saka iku, dadia guru sing bisa digugu lan ditiru. Ajining diri ana ing lati. Hehehe maaf bhs Jawa. Pendek kata, hdp di dunia bagaikn minum seteguk air. Guru hrs bisa jadi teladan. Perkataan mencerminkn martabat. Salam perjuangan.

  7. Iya pak Isna. Kesadaran itu erat kaitanya dg pikiran. Ketika kita tak sadarkan diri, maksudku terlena, maka banyak hal yg mempengaruhi bwh sdr, shg blok otak mkn padat, tak mudah menghilangkannya. Alangkah sayangnya. Insya Allah kita bisa dianggap guru. Salam.

  8. @Pak Subhan: Maaf saya kmrn sibuk menyelesaikan silahturahmi dan akan pulang ke Sby, shg terlewat membaca sesuatu dari bapak. “Muludmu harimaumu.” Waduh menakutkan ya pak. Alhamdulillah sejak kecil saya sibuk membantu ibu bekerja. Hingga kini kebiasaan sibuk itu keterusan, sehingga tak sempat untuk bergabung ngrumpi. Alhamdulillah semua itu ada hikmahnya. Saya jadi ingat petuah mendiang ibu:”Ajining diri ana ing LATI.” Thx pak Subhan.

  9. Ya itulah pak. Walaupun kita masing-masing sebenarnya bertujuan baik, alangkah lebih baiknya kalau tak menggunakan kata-kata negatif. belum tentu setiap orang dapat menerima perlakuan dengan kata-kata negatig=f, eski sudah meminta maaf sekalipun. Kalau kata-kata itu terpateri di dalam hati, itulah yang tak mudah untuk dilupakan begitu saja. Thx responnya, salam perjuangan.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar