6

Setiap Jiwa dengan Keunikannya Sendiri, “Dialah Si Aktif” (+4)

Nanda Daniswara Azmi May 14, 2015

Saat dia datang pertama kali.. menginjakkan kakinya di sekolah ini.. Sekolah Alam Jingga..

Aku hanya bisa melihatnya dari jauh..

Mengamati gerak-geriknya..

Mendengarkan apa yang dia katakan..

Ekspresiku saat itu hanya mengerutkan kening.. dan timbullah satu pertanyaan:

“Ada apa dengan anak ini?” hmmm…

Dia berlari-lari kesana kemari..

Mondar-mandir..

Menggumam tidak jelas. Banyak kalimat yang dikeluarkan. Seperti orang yang sedang bercerita. Tapi antara satu kalimat dengan kalimat lain terkadang tidak nyambung. Tiba-tiba dia mengambil penyemprot tanaman. Kebetulan saat itu ada tanaman jeruk yang sedang berbuah. Kemudian yang teradi adalah… dia menyemprot tanaman itu menggunakan penyemprot itu. Hehe… tak ada yang istimewa ya?

Gunanya penyemprot tanaman ya memang untuk menyemprot tanaman. Tapi ada yang istimewa.. 🙂 Umumnya seseorang akan menyemprot seluruh bagian tanaman. Sedangkan dia..? Dia hanya menyemprot buahnya saja.. buahnya.. dan buahnya saja.. Dan lagi-lagi aku hanya bisa mengerutkan kening sambil tersenyum bin bingung.. 😀

Itu pertama kalinya aku bertemu dengannya.

Pertemuan-pertemuan selanjutnya, aku hanya bisa tersenyum dan mulai mengerti. Betapa Allah menciptakan sesuatu itu dengan keunikannya masing-masing. Termasuk dia, Si Aktif. Aku begitu senang mengenal anak ini. Ada saja tingkahnya yang membuatku tersenyum. Keadaannya yang tidak bisa berkonsentrasi penuh, selalu bergerak, dan bercerita sendiri selalu berhasil mencuri perhatianku 🙂

Pernah satu waktu saat sedang waktu istirahat dari kegiatan kelas, dia bermain sendiri. Dia menemukan ember semen bekas. Dan yang dia lakukan adalah memasang ember tersebut di kepalanya yang otomatis ember tersebut menutupi seluruh kepalanya. Dia menjadi tidak bisa melihat sekelilingnya. Aku tertawa melihatnya. Aku tidak memarahinya atas tindakannya itu, karena aku tau dia pasti sedang berimajinasi. Maka yang kulakukan hanya bertanya,

“Mas, itu kenapa embernya di taruh di kepala? Kan jadi ga bisa lihat. Nanti nabrak-nabrak loh..” tanyaku penasaran sambil mendekatinya.

Brukkk…. “Aduuhhh…” keluhnya, padahal baru saja aku peringatkan akan perbuatannya itu, dia sudah menabrak temannya. Alhamdulillah temannya tidak marah. Hhh..  (-_-“)

“Tuh kan.. baru aja ibu bilangin nanti nabrak, udah nabrak beneran. Ayo di lepas embernya..” Aku memperingatkannya lagi sambil memegang tangannya agar dia tidak menabrak temannya atau benda lainnya lagi.

“Aku lagi main bu.. ini topi aku..” dia membela diri.. sambil mengintip aku dengan mengangkat sedikit ember itu dari kepalanya. Lalu di tutupkan lagi kepalanya.

Haaa….? Topi..? Ya ampuuunnn… 😀 😀

“Ya tapi kalo pakai ember.. mas kan jadi ga bisa liat dan jadi nabrak temannya seperti tadi. Ayo di lepas..” jelasku.

“Ya bu..” tanpa membantah dia melepas ember itu, dan.. tersenyum. Seperti biasa tatapan matanya juga kemana-mana, tidak fokus.

Dan setelah itu apa yang dilakukannya???

Dia malah mengambil kardus snack coklat sebagai pengganti ember.. Masyaa Allah.. hhh… (^_^ ”)

Ya sudah lah ya.. aku hanya bisa tersenyum lagi.. karena lucu dan terheran-heran. Dia tidak pernah kehabisan ide untuk mewujudkan imajinasinya. Paling tidak kali ini matanya tidak tertutup dan aku merasa aman bahwa dia tidak akan menabrak lagi.

Itu baru satu waktu tentang Si Aktif. Dengan sikapnya yang seperti itu membuatku menjadi penasaran dengannya, akhirnya aku mencari tau tentang apa yang terjadi padanya. Ternyata Si Aktif ini termasuk anak dengan kondisi hiperaktif yang hampir menjurus ke kondisi Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) atau kondisi gangguan pemusatan perhatian disertai hiperaktivitas. Tetapi karena sudah pernah mengikuti terapi psikologi tertentu sebelum ke Sekolah Alam Jingga, kondisinya sudah lebih baik dan dia termasuk dalam kondisi hiperaktif saja. Alhamdulillah 🙂

Sekali lagi.. Si Aktif is amazing kid..

Allah menciptakannya dengan keunikannya tersendiri. Aku banyak belajar darinya.

Dibalik ketidak fokusannya, dia adalah pendengar yang baik, pengamat yang jeli, dan penghafal yang baik.

Diantara teman-temannya, akademiknya yang paling baik.

Diantara teman-temannya, hafalan juz 30 nya paling baik.

Diantara teman-temannya, hasil pengamatannya yang paling baik dan teliti.

Masyaa Allah.. Allahhu Akbar..

Kalau sedang mendengarnya hafalan Al-Qur’an, terkadang air mataku jadi menggenang di pelupuk mata saking takjubnya. Dan terbersit sebuah harapan:

“Semoga Allah selalu melindungimu.. Semoga Allah selalu memberkahimu.. Semoga Allah selalu menjagamu dan memberikan kebermanfaatan ilmu.. kapan pun dan dimana pun kamu berada nak.. 🙂

“Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guraru untuk Bulan Pendidikan berhadiah Acer One 10

Comments (6)

  1. sekolah alam memang memberikan karakter berbeda pada anak … dulu di sekolah kami ada kunjungan sekolah alam 🙂 menarik banget
    ====================
    “Semoga Allah selalu melindungimu.. Semoga Allah selalu memberkahimu.. Semoga Allah selalu menjagamu dan memberikan kebermanfaatan ilmu.. kapan pun dan dimana pun kamu berada nak.. :)”
    AMIIN

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar