12

Sering Mengkonsumsi Pentol Bakso? (+6)

Bu Etna @gurutematik January 8, 2014

Selamat Pagi Guraru. Saya beberapa hari ini sedang mendapat tugas untuk memikirkan makanan bergizi bagi anak. Karena fokus pada kesehatan, maka artikel yang saya posting di sinipun tentang hidup sehat. Kali ini pikiran saya tertuju pada jajanan yang sangat populer di mana-mana, yaitu tentang pentol bakso. Marilah kita bahas jajanan ini.

Awalnya kita mengenal adanya bakwan, makin lama muncullah makanan mirip bakwan, yaitu bakso. Mirip, jadi ada bedanya pada penyajian. Pentolnya sering juga dibedakan, namun ketika kita membeli bakwan atau bakso, ada yang pentolnya sama pennampilan maupun rasanya. Ya pentol bakwan lebih mahal karena lebih banyak dagingnya. Sedang pentol bakso lebih banyak tepungnya. Selain bakwan dan bakso, dewasa ini di sekolahan, bahkan di manapun kita berada, banyak penjual pentol bakso tanpa kuah, hanya langsung di makan dengan saus kacang dan saus tomat. Ternyata pula harga pentol tanpa kuah lebih murah, dan rasa dagingnya juga hampir tidak ada.

Apakah keluarga Guraru suka makan bakwan atau bakso? Seringkah anggota keluarga mengkonsumsi pentol bakso? Tahukah Guraru bagaimana cara membuat pentol bakso? Bahan apa sajakah yang digunakan untuk membuat pentol tersebut?

Guraru, bahan kimia BORAKS yang telah dibahas dalam pembuatan kerupuk yang dikenal sebagai BLENG, ternyata juga digunakan oleh masyarakat untuk memperbaiki mutu pentol bakso. Bakso yang diberi boraks menjadi awet, tidak cepat membusuk dan lebih kenyal. Hal ini telah diteliti sekitar tahun 1993. Di Jakarta ditemukan bahwa 26% bakso mengandung boraks, baik yang dijual di pasar swalayan maupun pasar tradisional. Pada pedagang bakso dorongan, ditemukan 7 dari 13 pedagang menggunakan boraks dengan kandungan boraks 0,01 – 0,6 %.

Selain boraks yang berbahaya bagi kesehatan, ternyata pada bakso digunakan pula bahan kimia TAWAS. Tawas yang berupa bongkahan putih seperti gula batu, digunakan untuk menjernihkan air, atau deodorant, dicampurkan ke dalam air untuk merebus bakso. Bakso yang direbus dengan tawas akan lebih kering dan permukaan baksonya agak keras, tidak lembek. Bahkan sebagian orang menggunakan TiO2, yaitu titanium dioksida untuk membuat bakso tampak lebih terang. Titanium adalah logam yang sering digunakan untuk peralatan pertukangan, juga perhiasan seperti gelang magnet, sedang titanium oksida untuk lapisan kilap dari peralatan atau perhiasan tersebut.

Sekarang bagaimana kita menyikapinya? Kita harus menyadari bahaya pentol bakso ini. Sampai sekarang terbukti masih banyak pelanggaran. Sebaiknya kita membuat sendiri pentol tersebut. Kalau tidak ingin ribet, ya pesan pada tetangga dekat atau teman yang menjual bakso, pesan yang tanpa ini itu. Kalau toh ingin membeli bakso, belilah dari toko, bukan penjual dorongan. Andaikan terpaksanya membeli dari penjual dorongan, maka mintalah sayur, jangan sampai ditambah dengan bumbu masak (vitsin/MSG). Minumnya sebaiknya air, atau jeruk. Kalau beli bakso yang lewat rumah, sebaiknya dimasak lagi dengan menambahkan tomat segar, sedikit sawi/taoge kalau ada. Kalau ada daun bawang atau bawang bombay, silakan dicampurkan.

Insya Allah pembahasan tentang pentol bakso atau bakwan ini bermanfaat bagi keluarga besar Guraru. Salam sehat selalu.

About Author

Bu Etna @gurutematik

Saya guru kimia di SMAN 16 Surabaya sejak tahun 1973 hingga Desember 2011. Saya sudah purna tugas sebagai PNS, namun Insya Allah saya tetap mengajar untuk melayani bangsa hingga akhir hayat. Pembelajaran yang saya lakukan dapat melalui blog, sms, email, atau yang lain. Saya selalu berupaya untuk mengajar kepada siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Sebagian dari pengalaman ini sudah saya tulis di blog saya. Insya Allah saya dapat menulis secara rutin, termasuk permintaan pengguna blog.

View all posts by Bu Etna @gurutematik →

Comments (12)

  1. Salam sehat, Ibu.Etna. Pola makan dan memilih makanan yang sehat memang harus cerdas bila ingin sehat. Sayangnya saat ini budaya jaan ada dimana-mana dan tidak memikirkan kesehatan. Begitu juga dengan pedagang yang tidak bertanggungjawab yang maunya laba besar tanpa menghiraukan segi bahayanya zat kimia yang ada dalam kandungan jajanan tersebut.

  2. Terima kasih pak Isna, saya harus berupaya sharing kimia yang saya ampu, namun harus disesuaikan medannya. Sebenarnya pembelajaran di sekolahpun seperti ini dan sejak dulu saya sudah mengikuti jejak guruku, apalagi kurikulum 2013. Insya Allah Guraru dapat turut mensosialisasikan hal yang benar dan tepat dalam melaksanakan kurikulum baru, tak hanya menyentuh IT saja, hehehe. Wah panjang nih. Salam sehat selalu.

  3. @pak Rudy: Hehehe be healthy pak, kita harus selektif lho, apalagi anak-anak yang umumnya suka pentol. Di sekolah setiap istirahat terlihat anak-anak sambil jalan makan pentol. Tim kesehatan sekolah tampaknya perlu juga ya memonitor jajanan yang dijual. Thx responnya. Salam sehat selalu.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar